
Lanjut..
.
.
.
.
.
Rafael menatap suster yang tadi menggendong Raden,
"Istriku dimana suster?" tanya Rafael.
"Apa wanita hamil pak?" tanya suster itu dan Rafael mengangguk, Suster menghela nafas.
"Istri bapak tadi langsung di larikan ke ruang operasi, dan sekarang berada diruang rawat Ibu dan bayinya selamat tapi Ibunya akan tidak sadarkan diri beberapa hari." ucap suster, Rafael tersentak kaget perlahan ia hendak turun namun suster itu mencegah.
"Bapak mau kemana?" tanya suster
__ADS_1
"Dimana ruang istriku dan anakku?" tanya Rafael datar tak mau dicegah, suster menghela nafas ia pun menuruti kemauan Rafael untuk menemui Dira dan bayi mereka namun sebelum kesana Dafi bangun dan menangis ia takut tentang kejadian tadi.
"Kita ke bunda yuk." ajak Rafael menangkan Dafi, Dafi mengangguk.
Mereka pun pergi keruang rawat Dira.
Sampai disana.
Baru saja masuk, mereka dikejutkan dengan Dira dipenuhi alat rumah sakit. Air mata Rafael menetes melihat istrinya seperti ini dan merasa bersalah. Perlahan mereka mendekat, Anak anak duduk di samping kiri Dira dan mengecup pipi Dira.
"Bunda bangun,." ucap Dafi sedikit menggoyangkan tubuh Dira namun Dira tidak bangun, Dafi menjadi sedih. Raden ia hanya diam dan menangis,
"Ka..kakak ba..bangunin Bunda hiks.." Dafi tidak bisa menahan air matanya ia menangis. Raden memeluk adik kecilnya ini, Rafael ia diam menatap wajah Dira yang penuh luka dan beberapa alat rumah sakit yang menempel pada tubuh Dira.
"Sayang cepat bangun.." gumam Rafael perlahan air matanya terus menetes, Lalu Rafael menoleh melihat sebuah box bayi prematur yang berada tak jauh dari ranjang Dira.
Perlahan Rafael mendekat, bayi yah bayi mereka lahir walau Prematur.
Tangan Rafael masuk dan memegang tangan bayi mungilnya, air matanya terus menetes menatap bayi itu.
"Perempuan Pak bayinya." ucap Suster itu yang sedikit menahan tangis melihat hal ini, Rafael hanya mengangguk ia sedikit menundukkan kepalanya tepat didepan box.
__ADS_1
"Selamat datang sayang." ucap Rafael, bayinya sedikit bergerak pelan. Rafael tersenyum.
"Ayah apa itu adek?" tanya Dafi, Rafael menoleh dan mengangguk. Anak anak mendekat dan melihat adik mereka.
"Kasih nama apa ayah?" tanya Raden menatap adik perempuannya.
"Rosalinda artinya Mawar yang cantik, dipanggil Rosa." ucap Rafael tersenyum menatap sang anak ketiga, Raden dan Dafi tersenyum dan juga menatap adik perempuan mereka.
Anak anak lalu sibuk dengan adik mereka yang mungil menggemaskan, Rafael menoleh ke arah Dira yang masih terbaring dan tersenyum. Perlahan ia melepas genggaman tangan mungil anaknya pada jarinya lalu mendekat ke arah Dira, lalu Duduk disamping Dira.
Rafael menggengam tangan kanan Dira lalu mengecupnya,
"Bayi kita perempuan dan namanya Rosalinda, Cantik seperti mawar." ucap Rafael mengecup kembali tangan Dira walau didalam hatinya juga menangis menatap sang istri tidak akan bangun sementara selama beberapa hari.
Keluarga?
Keluarga sudah di hubungi dan diberitahu, mereka merasakan 2 perasaan yang satu bahagia menyambut anggota baru lagi dan satu lagi merasa sedih karena Dira akan tidur selama beberapa hari.
Satu bulan kemudian.
Baby Rosa sudah keluar namun Dira belum sadar hal itu membuat Rafael dan keluarga menjadi sedih, anak anak tak lagi menjadi seceria dahulu mereka begitu merindukan Bunda mereka apalagi mereka juga kasihan pads Rosa. Karena Rosa masih membutuhkan Bunda mereka.
__ADS_1
Bersambung.