Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\39{Membingungkan}


__ADS_3

Satu minggu kemudian.


Rafael sudah keluar dari rumah sakit, dan kini ia berada di halaman rumah bermain bersama kedua anaknya.


"Kotaknya mana kak?" tanya Dafi mencari Balok kotaknya, Raden mengedarkan pandangannya.


"Nah ini dek.." ucap Raden menemukan, Dafi menerima dan lanjut membuat istana dari bongkar pasang mainan.


Hingga....


"Dafi Kak Rafael.." panggil seseorang, yang dipanggil pun menoleh ternyata Xavier dan orangtuanya.


"Vier ayo main.." tarik Dafi, dan Vier hanya menurut dan mereka pun bermain bersama.


"Gimana keadaan lo?" tanya Xander datang,


"Baik dan sehat.." ucap Rafael. Kedua ayah ini duduk dia atas rumput mengawasi anak anak, sedangkan Kiran memilih menemui Dira yang berada di dalam.


"Lagian napa lo mau nuruti tuh Dia, dah tahu centilnya.." ucap Xander,


"Dipaksa, kalau kgk dipaksa mana mau gw.." ucap Rafael memutar bola matanya malas.


Brak


"DIRA...."


Suara teriakan Kiran mengangetkan orang yang berada di depan, seketika mereka langsung lari masuk ke dalam.


Dapur.


"Dira.." Rafael terkejut melihat Dira pingsan, dengan segera ia menggendong Dira menuju kamar.

__ADS_1


Kamar.


"Bunda Bunda bangun Bunda kenapa?" Goyang Dafi wajahnya begitu khawatir dan ia ingin menangis melihat Bundanya Pingsan, Raden memeluk Dafi agar tidak menangis.


"Gimana ceritanya Kiran?" tanya Rafael


"Tadi saat kita lagi masak, tiba tiba Dira pingsan." ucap Kiran, Rafael menatap Dira wajah Dira pucat. Apa Dira sedang sakit? itulah yang di pikir Rafael, Rafael mengelus lembut rambut Dira.


"Emh.." Mata Dira mulai terbuka, Dira menatap sekeliling lalu duduk perlahan hingga...


Merasa ingin muntah Dira berlari ke kamar mandi meninggalkan semua orang yang penuh tanda tanya.


Beberapa menit kemudian.


"Kamu kenapa? , ada yang gak enak gitu?" tanya Rafael menatap Dira, Dira balik menatap Rafael dan...


"Mas pengen Bakso.." ucap Dira polos matanya berbinar sangat ingin Bakso, "Ta.." belum selesai bicara Dira merengek menyela.


"Yaudah, mas beliin." ucap Rafael mengalah, lalu tiba tiba menyeret Xander agar ikut.


Sejam kemudian.


Bakso pun datang dan mereka makan bersama sama.


Menjelang sore.


Keluarga Xander pulang tersisa keluarga kecil ini, Dafi dan Raden berada di kamar nya sendiri. Dan Dira bersama Rafael juga berada di kamar.


Bruk..


" Astaga Dira.." Rafael terkejut menatap istrinya yang tiba tiba menaikinya dan sekarang anteng duduk di atasnya,

__ADS_1


"Mas mau itu.." ucap Dira polos menatap Rafael. Namun sayang sang suami tidak peka jadi bingung,


"Itu apa?" tanya Rafael.


Dira mendengus kesal tanpa aba aba dengan berani dia menempelkan bibirnya dengan Rafael, dan juga berani mulai melepas kemeja suaminya. Rafael terkejut dan menatap Dira tidak percaya,


"Ayo Mas.." Rengek Dira.


Rafael mengerti dan menuruti lagian juga pengen.


3 Jam kemudian.


Tok..Tok..


"Bunda lapar..." rengek seseorang dari balik pintu kamar Rafael dan Dira.


Ceklek...


Pintu terbuka menampakkan sang Bunda, Raden dan Dafi bersamaan bilang lapar. Dira tersenyum, mereka menuju Dapur Dira akan memasak makan malam.


Selesai memasak, mereka makan bersama habis itu tidur.


Tengah malam.


"Hoam.." Dira terbangun di tengah malam lalu menatap suaminya,


"Mas bangun.." Dira membangunkan Rafael. Rafael terbangun lalu duduk mengumpulkan kesadaran.


"Dira pengen Martabak manis sama Pisang keju." ucap Dira mampu membuat Rafael seketika sadar, Rafael menatap Dira tidak peraya.


"Masih malam sayang, besok aja yah.." bujuk Rafael tapi Dira merengek terus minta itu...

__ADS_1


"Besok saja ok, besok mas beliin banyak yah.." bujuk lagi Rafael dan pada akhirnya Dira menurut dan lanjut tidur.


Bersambung.


__ADS_2