
Selesai melayani atau menyambut para Tamu.
Dira duduk karena kakinya sakit akibat sepatu yang ia kenakan, terlihat di area pergelangan kaki Dira memerah.
Rafael melirik Dira lalu...
Kaki Dira ia angkat dan ia berjongkok depan Dira meletakkan Kaki Dira yang merah tadi, melihat itu Dira kaget.
"Eh Pak, tidak usah biar saya sendiri.." ucap Dira mencegah, Rafael menatap Dira.
"Kenapa tidak pakai kaos kaki putih tadi?" tanya Rafael.
"Kekecilan." ucap lirih Dira menunduk malu beberapa Tamu melihat mereka.
Bu Desi ke atas dan melihat,
"Ada apa Nak Rafael?" tanya Bu Des.
"Kaki Dira merah karena sepatu, bisa minta tolong ambilkan minyak di kamar tadi?" minta tolong Rafael, Bu Desi pun segera mengambil minyak sedang kan Rafael turun bentar ambil sandal.
Minyak sudah dapat, Rafael memberikannya pada kaki Dira yang merah lalu...
__ADS_1
"Pakai sandal jangan sepatu dulu." ucap Rafael
"Tapi Pak masak pengantin pakai sandal." ucap Dira menatap Rafael.
"Dari pada kaki mu merah milihmana?" ucap Rafael bersedekap, Dira pun menurut lalu melirik Kiran yang sedikit cekikikan.
Dira yang melihat hanya menatap datar sahabatnya ini, selesai acara Rafael dan Dira berpamitan karena mereka akan pulang ke rumah milik pribadi Rafael.
"Jadi istri yang baik, nurut sama suami. Nak Rafael saya titip Dira yah." ucap Bu Desi, Rafael hanya tersenyum dan mengangguk setelah berpamitan dengan keluarga mereka pun pulang.
Sampai Rumah.
Dira membawa kopernya sendiri dan mereka ke kamar,
Skip Selesai mandi.
"Astaga Pakaian ku mana?apa tidak terbawa?" Gumam Dira lalu ia mengintip benar saja Bajunya di atas tempat tidursebelah Rafael yang sedang lihat Buku pelajaran buat besok ia mengajar.
"Aduh, dasar ceroboh banget sih kamu Dira. ingat dah nikah bukan rumah sendiri tapi rumah suami." oceh Dira merutuki kebodohannya bingung gimana mau ngambil.
"Deket lemarikan nih kamar mandi, mending ambil lagi aja." ucap lagi Dira, dengan terpaksa ia keluar hanya lilitan handuk di tubuhnya dan berjalan perlahan agar tidak membuat Rafael menyadari ada dirinya.
__ADS_1
Dugh...
"Aduh, pake kejedot segela." ucap Dira mengelus kepala yang terbentur dan itu membuat Rafael menoleh ke arahnya, saat berbalik badan Dira kaget Rafael menatapnya.
Jantung keduanya maraton bukan main, Rafael yang menatap Dira hanya menggunakan handuk saja dengan rambut basah tergerai kaki jenjang putih maupun lengan dan leher Dira.
Dira yang sadar segera kembali ke kamar mandi dan segera menggenakan pakaiannya.
Selesai memakai.
Dira keluar dan kini giliran Rafael mandi ia pun keluar, Dira segera mempersiapkan buku untuk sekolah besok. tak lama Rafael keluar lalu ia menatap Dira yang sibuk menulis sesuatu, karena kepo Rafael mengintip dan....
*Pr Indo? emang kemarin aku kasih Pr? Batin Rafael dia guru b.indo di SMA Dira.
"Kerjain apa Dira?" tanya Rafael, hampir pulpen ditangan Dira terlempar.
"Aaaa....itu pak belajar dikit ajahehehe.." ucap Dira lalu lanjut sebentar setelah itu ia letakkan.
"Kita berbagi tempat tidur." ucap Rafael setelah itu mereka pun tidur untuk menyambut hari esok yang akan datang.
Tapi Dira belum tidur dulu,
__ADS_1
*Hari pertama jadi istri besok, mana masih canggung gimana yah aulah gpp. Dira pasti bisa kayak Ibu selalu siapin apapun kebutuhan ayah . Batin Dira lalu tidur.
Bersambung