Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\32{Dafi Mahendra}


__ADS_3

Selesai melakukan proses persalinan Dira di pindahkan diruang rawat, tepat pukul 7 pagi bayi laki laki Dira dan Rafael lahir.


Di ruang rawat.


Raden duduk di bundanya sambil menggendong sang adik, mungil dan lucu itulah yang disukai Raden.


" Dede dikacih nama apa Buna?" tanya Raden menatap Bundanya, Dira menatap Rafael.


"Dafi, artinya pencegah kemalangan." ucap Rafael mengelus lembut kepala Baby, Dira setuju dan menatap putra keduanya yang nyenyak dan anteng di dekapan sang kakak.


Tok...


Tok.....


Suara ketukan menyadarkan mereka, Rafael membuka ternyata keluarga yang datang menjenguk Dira.


"Selamat menantu Bunda udah jadi ibu.." ucap Bunda di susul Bu Desi juga. "Terus babynya ini dikasih nama apa?" tanya Bu Desi,


"Dafi Mahendra." ucap Dira, semua menggangguk. Bunda minta ijin Raden untuk menggendong Baby Dafi, Raden memberikan sang adik pada neneknya.


Semua berbincang dan sesekali menggoda Raden kalau adeknya bakal di bawa Nenek ke rumah keluarga bukan Rumah Raden, dan itu hampir membuat Raden menangis karena adeknya bakal dibawa sang Nenek.

__ADS_1


"Angan Nene angan awa Dede hiks..." Raden menangis di gendongan Rafael, semua terkekeh sangat sayang Raden dengan sang adek walau sebenarnya bukan saudara kandungnya.


"Gak Raden, Nenek bercanda kok udah cup yah sini Nenek gendong." ucap Bunda, Raden pun berpindah dan masih sesegukan karena tadi.


"Oe...oe.." Kini Baby Dafi yang menangis karena lapar,


"Lah gantian adeknya yang nangis." ucap Paman semua tertawa sekaligus bahagia mendapat anggota baru lagi.


Menjelangsiang, keluarga pulang kerumah hendaknya mengajak Raden tapi Raden masih mau sama Dede bayi, jadi nanti malam diantar kerumah keluarga.


"Istirahat gih, capekkan biar aku jaga anak anak." ucap Rafael mengelus rambut Dira dan mengecup kening Dira, Dira mengangguk. Perlahan Dira mulai memejamkan mata menuju alam mimpi, Raden dia tidur di sofa sama Baby. Baby deket pojok dan Raden didekat meja tapi di sofa.


Rafael berjalan ke arah anak anaknya, Rafael mengambil Baby lalu meletakkannya pada Box baby. Setelah itu membenarkan posisi Raden, sambil menjaga sambil main hp juga biar tidak bosan.


Raden terbangun dan mendapati sang ayah ketiduran karena lelah,


"Oe..." Baby Dafi juga bangun, Raden perlahan turun dari sofa dia menarik sebuah kursi menuju box bayi.


Saat sudah berhasil perlahan Raden naik ke atas, Raden tidak bisa menggendong jadi iya menepuk pelan sang adik untuk ditenangkan.


"Cup Dede angan anyis cup..." Ucap Raden sambil menepuk menenangkan.

__ADS_1


Namun...


Tiba tiba keseimbangan Raden bergoyah dan..


"Hap.." Hampir saja Raden terjatuh dan untung Rafael terbangun dan menangkap Raden.


"Awas jatuh Raden, ada apa dengan dedenya?" tanya Rafael,


"Dede anyis ayah jadi Laden mau nenangin." ucap Raden polos.


Rafael tersenyum perlahan ia menggendong Baby Dafi dan menenangkannya perlahan, mereka lalu duduk di sofa dan menenangkanya.


"Ayah Laden au enyong dede." ucap Raden, Rafael memberikan Dafi dan Raden memangku Dafi sambil mengajak Dafi berbiraca.


"Angan elak dede anti atuh dali tatak." ucap Raden berusaha memegang erat sang adek agar tidak terjatuh, hingga sebuah ketukan menyadarkan mereka. Rafael membukanya dan ternyata Xander, Kiran dan Vier.


Mereka pun masuk, dan bersamaan Dira terbangun karena mendengar ketukan juga.


"Viel cini lihat Dede." ucap Raden, Vier merangkak dan naik kesofa Ia menoel pipi Dafi dengan gemas.


"Lucu." ucap Vier mengecup kedua pipi Dafi yang gembul.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2