Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\19{Pertanyaan}


__ADS_3

Malam hari tiba.


Baskem Damian Dkk.


Damian Dkk sekarang berada di Baskem mereka karena mereka lelah habis balapan di sirkuit motor, sekarang ketiganya duduk di sofa ruang tamu.


"Gw ke kamar dulu tidur besok sekolah." ujar Damian berdiri, kedua temannya mengiyakan. Adi melirik Damian pergi lalu melihat hpnya ada notifikasi dari Xyli tadi, ternyata ia berhasil. Adi tersenyum tipis ia langsung ke kamar saja karena juga capek.


Ryan udah tidur dulu di sofa.


Di sisi Damian.


Ceklek...


Damian membuka pintu dan alangkah kagetnya dia melihat tempat tidur nya kosong tidak ada Dira, Damian mengacak rambutnya bagaimana Dira kabur gimana bisa?perasaan Dira lagi tidur setelah makan.


"Akh...Bagaimana Dira kabur.." Damian mengacak rambut frustasi, saat hendak duduk di tempat tidur Damian menginjak sesuatu Damian menunduk.


"Gelang merah muda gambarnya kelinci?" Gumam Damian, Damian tahu Dira tidak pernah memakai gelang gelangan seperti ini namun pikirannya terbang ke Kiran. Namun juga kalau pakai gelang Kiran biasanya warna hitam kalau gak hijau muda tapi polos tanpa gantungan.


"Xyli?" Damian pun ingat Xyli mempunyai gelang ini tapi tidak mungkin bagaimana Xyli tahu tindakannya, lagian Xyli sangat membenci Dira. Kalau Ryan sama Adi juga gak mungkin karena mereka aja gak tahu kalau di kamarnya ada Dira.


"Mending gw selidiki besok aja." gumam lagi Damian lalu tidur.


Di rumah Rafael&Dira.


Tengah malam.

__ADS_1


"Mas bangun mas.." Tengah malam Dira membangunkan Rafael, karena merasa terusik Rafael pun bangun dan menoleh kepada Dira.


"Ada apa?" tanya Rafael.


"Beliin Cireng..." ujar Dira, seketika Rafael matanya terbuka kaget bagaimana tidak tengah malam begini minta dibelikan Cireng.


"Dira ini masih malam, mana ada orang jualan Cireng jam segini." ujar Rafael, tapi Dira merengek terus meminta Cireng dan Rafael membujuk agar besok saja belinya.


"Yaudah besok, tapi belinya 10 ribu gak pakai bantahan titik." ujar Dira, Rafael mengiyakan lalu mereka tidur kembali.


Keesokan paginya.


Pukul 3 pagi, seperti biasa Dira mulai mengerjakan tugas rumah.


Selesai mengerjakan itu semua dan sudah memasak dia pergi mandi, setelah dia mandi dia membangunkan Rafael.


"Mas bangun udah pagi, mandi gih terus kita sarapan." ujar Dira, Rafael bangun mengumpulkan kesadaran sebelum Dira pergi ia menarik Dira dan mengecup kening Dira dan juga perut rata Dira.


"Pagi juga, ayo mandi pagi.." ucap Dira. Rafael megangguk ia pun pergi mandi, di saat Rafael mandi Dira menyiapkan kebutuhan Rafael.


Selesai semua orang siap mereka sarapan bersama lalu berangkat.


Di tengah perjalanan.


"Mas katanya beli cireng.." ujar Dira, Rafael mengangguk pertama mereka beli Cireng lalu lanjut ke sekolah.


Sampai di Halte.

__ADS_1


Dira turun tapi masih pegang Cirengnya, tak lama Kiran juga datang tentu sambil gendong Baby Vier.


"DIRA, KIRAN.." Seseorang berteriak ke arah Dira dan Kiran dan otomatis Dira, Kiran sekaligus suami mereka menoleh dan ternyata yang memanggil Xyli.


Xyli tersenyum dan berlari mendekati, "Ada Xyl?" tanya Dira.


"Damian awasi kalian dari jauh.." ujar Xyli perlahan melirik ke arah sebuah pohon cukup besar dan melihat seseorang di balik sana.


"Kyknya.." ujar Kiran perlahan melirik juga,


"Biarain yok masuk, ujian kita masihan." ujar Dira mengandeng kedua tempatnya.


"Eh mas gimana?" tanya Rafael, Dira menoleh lalu beralih ke arahnya dan mengecup pipinya lalu balik ke teman temannya.


"Lah gk sini?" ucap Rafael cemberut menunjuk Bibirnya, Dira menoleh dan wajahnya menjadi datar dan menggelengkan kepala lalu lanjut jalan.


Sekolah, Kelas.


Dira duduk di kelas sambil makan cireng sesekali menoel pipi Vier yang menggemaskan,


"Ngomong ngomong Dir, lo katanya dah tunangan tapi sama siapa?" tanya Xyli penasaran apa lagi tadi ia meihat bagaimana Dira berani memgecup Pipi Rafael.


"Oh Benernya dah Nikah, Sama Pak Rafael." ucap Dira santai, Xyli melebarkan mata karena kaget,


"Kapan?" tanya Lagi Xyli.


"Oh emh 4 bulan yang lalu gk salah pas si Kiran hamil 5 bulan deh.." ucap Dira lanjut Makan sesekali menatap kedua temannya, tak lama bel masuk mereka pun kembali ke tempat duduk masing masing dan ujian pun dimulai.

__ADS_1


Bersambung.


Maaf yah kalau ngebosenin.


__ADS_2