Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\29{Cek kondisi bayi}


__ADS_3

Beberapa menit kemudian.


Xander dan Rafael datang sambil bawa kue pesanan dan macaron juga sekalian beli, mereka pun makan kue bersama sama.


Selesai makan kue.


Dira duduk berbicara dengan Kiran dan Kedua anak anaknya mengelus perut Dira.


"Dede ayi..." ucap Raden ia merasakan beberapa tendangan dari adeknya, Vier juga mengelus perut Dira lalu menatap Dira.


"Nyanye Dila, au enyong..." ucap Vier merentangkan tangannya ia ingin digendong Dira.


"Sayang tante Diranya kan lagi hamil besar, nanti kacepan kasiha Tante Dira sama dedenya loh." ucap Kiran memangku putranya ini, Vier mengangguk.


"Buna cucu.." ucap Vier, Kiran pun menyusui Vier hingga Vier tertidur pulas maupun Raden juga perlahan tidur.


Menjelang sore, Kiran, Xander dan Vier pulang kerumah.


"Aaaa...Buna toyong.." ucap Raden lari memeluk dan bersembunyi dibalik kaki Bundanya,


"Eeeh ada apa sayang?" tanya Dira, Raden menunjuk seseorang keluar dari kamar yang ternyata Rafael yang lagi Cosplay jadi Dinosaurus.


"Saulus Buna au gigit Laden." ucap Raden.


Dira mengambil sudip dan menatap oerang yang jadi Dino, Rafael melepas dan cengar cengir.

__ADS_1


"Dino nya atut ama Buna.." ucap Raden, kedua orang tuanya terkekeh mendengar ucapan Raden.


Setelah itu mereka makan malam,


"Besok kan cek apa sekalian di USG juga?" tanya Rafael, Dira berfikir lalu. "Gak deh mas, biar lahirnya kejutan aja.." ucap Dira.


Rafael mengangguk, setelah makan malam mereka pergi tidur.


Keesokan paginya.


Sarapan pagi.


Kini mereka tengah sarapan pagi bersama sama, Raden antusias ikut cek adek bayi nya. Raden makan sambil di suapi Bundanya sambil mrngoceh tentang Adek bayi yang akan lahir.


Selesai sarapan mereka berangkat ke Rumah sakit terdekat.


Ruang tunggu.


"Buna Dede ayi itu anyannya tan ecil tayak laden?" tanya Raden dan Dira menjawab Iya, Dira menatap Raden begitu senang ia melihat Raden anaknya aktif hingga...


"Apa kabar Rafael?" Seorang wanita yang menggendong Balita perempuan berumur dua tahun menyapa mereka, Dira menatap Wanita itu Wanita yang pernah datang saat awal pernikahan ia dengan Rafael dulu.


"Baik, kau kesini ada apa?" tanya Rafael tersenyum tipis,


"Imunisasi sikecil, tunggu apa pria kecil iniputra kalian?" tanyanya menatap Raden.

__ADS_1


"Putra angkat kami, Raden Mahendra baru umur setahun." ucap Rafael, Raden menatap wanita itu polos lalu beralih pada sosok perempuan kecil yang menatapnya juga.


"Hayo.." sapa Raden memberikan senyuman lebarnya, anak itu juga menjawab sapaan Raden dengan malu.


"Apa kamu tengah hamil Dira?" tanya Wanita itu


"Iya baru 7 bulan." ucap Dira, setelah berbincang mereka berpisah Dira menuju ruang dokter kandungan untuk cek.


Selesai dicek.


"Bayi nya sehat, tapi kurangi makan manisnya berat lumayan bertambah banyak." ucap Dokter, Dira mrngangguk mereka diberi resep Vitamin lalu keluar.


"Raden juga imunisasikan?" tanya Dira baru ingat, Rafael mengiyakan seketika Raden kabur dahulu.


"Hap...ternyata keponakan om kabur yah.." ucap seseorang menangkap Raden yang tak lain adalah Xander, Xander datang untuk imunisasi Xavier.


"Laden tatut dicuntik.." ucap Raden menatap kebelakang melihat ayahnya berkacak pinggang melihat ia ketahuan ia kabur,


"Jangan takut Raden, Adek Vier juga imunisasi ayo." ajak Xander membujuk setelah beberapa menit ia membujuk.


Raden akhirnya mau mereka pun pergi ke Poli anak untuk imunisasi kedua anak ini, Sampai di Poli Anak.


"Loh lihat dedek Vier aja gak di suntik cuma cek berat badan tinggi sama gizi Raden aja." ucap Dira, Raden mengangguk hingga tibalah waktunya ia di cek.


"Nah Gizi Raden seimbang semuanya dan juga tubuh Raden sehat dan kuat dan karena udah berani bibi dokter kasih Raden Permen coklat strawberry." ucap Bu Dokter memberikan permen, Raden berucap terima kasih dan senang.

__ADS_1


Setelah periksa, Raden dan Dira diantar pulang dahulu oleh Rafael lalu Rafael berangkat ke sekolah.


Bersambung.


__ADS_2