Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\21{Bayi siapa ini?}


__ADS_3

Di Uks


Masih dengan Part Xyli, Sekarang Xyli dan Adi di Uks. Xyli mengobati luka Adi.


"Makasih Di udah nolongin." ucap Xyli tulus


"Sama sama, lo gk di apa apain kn?" tanya Adi nadanya sedikit khawatir, Xyli menggelengkan kepala bahwa ia baik baik saja.


Adi tersenyum tipis, Adi menatap Xyli yang mengobati sudut bibirnya dan itu membuat Xyli gugup dan deg degan.


"Kenapa lo?" tanya Adi, Xyli menggelengkan kepalanya dam pengobatan pun telah selesai.


"Gw balik ke kelas dan sekali lagi makasih Adi." ucap Xyli lalu pergi keluar, Adi hanya tersenyum menatap kepergian Xyli. Lama kelamaan Adi mulai menyukai Xyli seorang gadis cantik berambut panjang lurus dan selalu memberi jepit hitam untuk membenahi poni miringnya.


"Tambah suka gw sama lo Xyl, yah andai lo gk suka sama Damian, udah dari dulu gw nembak lo." gumam Adi dan sedikit tersenyum miris namun mengingat ucapan Xyli digudang tadi bahwa Xyli mengatakan bahwa ia mulai membenci Damian berarti ada kesempatan untuk mendekati Xyli kembali.


Skip, Pulang sekolah.


Kiran dan Dira berjalan menuju keluar area sekolah dan juga ada Xyli ikut nunggu sambil bercanda mereka.


Sampai di halte.


"Ayo pulang.." Ucap Rafael baru datang bersama Xander,


"Emh tapi beli bubur ayam dulu pengen.." ujar Dira. Rafael mengiyakan Dira pamit namun sebelum itu,

__ADS_1


"Oh ya Xyl kamu bareng siapa?" tanya Dira.


"Naik Taksi." Ucap Xyli


"Yakin Xyl?apa kita ikut nunggu?" tawar Kiran tapi Xyli menolak halus takut merepotkan hingga sebuah motor berhenti di dekat mereka,


"Xyli bareng gw Dir,lo pulang aja.." ujar Adi.


Dira mengangguk, Dira, Kiran dan kedua suami mereka pun pulang kini tersisa Adi dan Xyli, Hendaknya menolak tapi Adi tidak menerima penolakan maka Xyli pun menurut.


Adi pun mengantarkan Xyli pulang terlebih dahulu.


Di Sisi Rafael dan Dira.


Warung bubur Ayam.


"Ok, tapi terakhir terus kita pulang. nanti perut mu sakit kasihan calon bayinya." ujar Rafael berusaha memberi pengertian, Dira pun mengiyakan dan menurut.


Setelah makan Bubur ayam mangkok terakhir mereka pun pulang kerumah.


Sampai di Rumah.


Baru saja sampai mereka mendapati suatu kardus di depan pintu depan Rumah mereka,


"Mas pesen paket?" tanya Dira

__ADS_1


"Gak." jawab Rafael penasaran, Rafael pun mendekat ke kotak kardus itu dan...


"Oe..." terdengar suara tangisan bayi entah dari mana dan itu mengangetkan mereka.


"Mas.." Dira sedikit takut, Rafael jongkok dan membuka kotak itu dan alangkah terkejutnya mereka menemukan seorang bayi laki laki mungil mungkin umur 5 bulan tengah menangis.


Rafael mengendong bayi itu beberapa tetangga mendekati mereka,


"Bayi siapa ini?kenapa di buang?" ujar salah satu tetangga bingung.


Mereka pun masuk kedalam rumah Rafael dan Dira,Dira segera menggendong bayi itu dan mencoba menganti baju bayi itu yang lusuh.


"Cup..cup.....yah sayang, laper yah.." ucap Dira menenangkan, dia menghubungi Kiran untuk memberi tahu takaran susu berapa sama suhunya. Kiran memberi tahu semuanya.


Dira segera membuat susu di botol lalu segera memberi minum bayi itu.


Rafael lagi diskusi sama tetangga lainnya bertanya tanya apa ada orang yang sempat kerumah mereka atau meletakkan kardus itu.


"Coba kita lapor polisi aja, biar cepat di usut. kalau gak ketemu yah kita terpaksa menaruhnya di panti asuhan. Tapi kalau pak Rafael sama Dira mau merawat tidak masalah." ucap Bapak bapak tetangga, Rafael berfikir lalu melirik Dira sedari tadi menimang bayi itu. Mirip seorang ibu.


"Dira..." Rafael memanggil dan menatap Dira minta persetujuan, Dira tersenyum dan mengangguk.


"Yah sementara kami akan merawat nya." ucap Rafael.


Semua lega, Pak Rt segera melapor pada polisi dan Rafael Dira yang akan sementara merawat Bayi itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2