Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\31{Kelahiran Bayi}


__ADS_3

Makan malam.


Makan malam tiba, semua sudah selesai membersihkan diri dan sekarang mereka pun tengah makan malam.


"ayah au, Buna adi nda bica diem..." adu Raden dan terus mengadu tentang Bunda yang tidak mau diam.


Kedua orang tuanya terkekeh mendengar aduan dan ocehan Raden tentang Bunda Dira yang tidak mau diam, setelah makan malam mereka ke kamar hendak tidur.


Kamar.


"Ayah Kapan dede lahil?" tanya Raden tiduran ditengah orangtuanya,


"Sebentar lagi.." ucap Rafael mengelus rambut Raden lembut.


"Udah yuk tidur.." ucap Dira, mereka mulai memejamkan mata dan mulai terbang ke alam mimpi.


Tengah malam.


Tepat tengah malam semua telah terlelap dengan tidurnya namun Dira sejak pukul setengah dua belas malam, ia merasakan sesuatu pada perutnya yang terus bergejolak.


Dira bangun dan duduk dia memegang perutnya, Dira ingin buang air kecil Dira pun ke kamar mandi.


Selesak dari kamar mandi, Dira berjalan ke tempat tidur perutnya merasa sakit tapi kadang tidak kadang iya. Dan Dira merasakan sesuatu seperti terbuka.

__ADS_1


"Aduh kok sakit yah kenapa,.." Dira mengelus perutnya makin lama sekarang makin sakit karena tidak tahan Dira segera membangunkan Rafael,


"Mas...mas..bangun perut Dira sakit..." Dira terus menggoyangkan badan Rafael. Rafael terbangun dan mengumpulkan kesadaran dan setelah sadar ia sedikit kaget melihat Dira kesakitan.


"Kenapa? perutmu sakit?" tanya Rafael sakit, Dira mengangguk apalagi sesuatu mengalir di antara kaki Dira.


Rafael segera mengambil gendongan dan menggendong Raden lalu menuntun Dira keluar rumah, ia segera membawa Dira kerumah sakit.


Di rumah sakit, Ruang bersalin.


Dira di baringkan di ranjang, dan Dira menggengam tangan Rafael kuat rasa sakit di perutnya terasa tidak enak dan sakit.


Raden dia di titipkan di salah seorang perawat untuk sementara tapi saat tadi peralihan dia menangis sempat juga ia lihat Bundanya kesakitan.


"Baik baik aja kan bentar lagi dedenya lahir, seneng gak?" tanya suster, Raden mengangguk sambil tersenyum gembira.


Kembali lagi di Ruang Bersalin.


Pukul 5 pagi.


"Akh...mas sakit.." Dira kesakitan dia mengenggam tangan Rafael begitu kuat, Rafael tidak peduli sakit pada tangannya tapi ia begitu khawatir dengan Dira yang begitu kesakitan.


"Semangat sayang sebentar lagi ia lahir..." dukung Rafael, Dira menatap Rafael tersenyum dan mengangguk. Rafael mengelus perut Dira dan mengecupnya.

__ADS_1


"Cepat lahir, kasihan Bunda kesakitan loh.." ucap Rafael mengecup kembali perut Dira.


Dira merasakan rasa tendangan dan rasa sakitnya makin bertambah, Dokter datang dan mengecek keadaan Dira.


Pembukaan sudah sempurna, dan rasa sakit semakin bertambah sangat sakit bagi Dira.


Proses persalinan berlangsung dengan sedikit ada ketegangan, Dira berjuang melahirkan bayinya dan Rafael menatap penuh khawatir dalam hatinya juga berdoa agar istri dan anaknya baik baik saja.


2 jam kemudian.


"Oe.....Oe...Oe..."


Pecah suara tangis bayi memenuhi ruangan, Dira kelelahan dan ia menutup mata sebentar rasa lelah berganti rasa bahagia dan syukur bayinya lahir dengan selamat.


Rafael mengecup punggung tangan Dira sekaligus mengecup kening Dira dan mengucapkan terima kasih karena sudah penuh berjuang untuk melahirkan anak nya.


"Selamat Bayi laki laki..." Ucap dokter menaruh bayi di atas dada Dira, Dira menatap bayinya yang lahir perlahan tangannya terangkat dan mengelus sang anak dengan lembut.


"Bayiku lahir..." Dira menteskan airmata bahagia, begitu senang ia melihat anaknya lahir dengan selamat apalagi mendengar suara tangis bayi.


Rafael mengecup kening bayi dengan lembut dan juga mengelusnya.


"Selamat datang anak ayah..." ucapnya dan menatap Dira yang sangat bahagia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2