Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\23{Hari kelulusan}


__ADS_3

Aku skip yah maaf..


Satu bulan kemudian, Hari kelulusan.


Hari ini adalah dimana Dira, Kiran maupun teman temannya yang lain lulus dari sekolah SMA mereka.


Dan juga baby Raden mulai belajar merangkat dan belajar pengucapan kata bunda dan ayah.


Ruang Aula.


Semua berkumpul disana menyambut kelulusan anak kelas 12.


"Selamat untuk kalian semua.." ucap kepala sekolah, kini pembagian ijazah kelas 12.


Selesai pembagian dan acara selesai, kini Dira,Kiran, dan juga ada Xyli sekaligus Ririn berada di lapangan.


"Selamat kalian semua yah.." ucap Mereka satu sama lain dan tertawa bersama.


"BUNA..." Suara kecil menyerang penderangan mereka dan melihat ke samping ternyata Raden yang digendong Ayah Rafael.


"Ulululu...Ponakan tante, gendong yuk sama Tante." ucap Xyli, Raden menerima ajakan Tante Xyli.


"Dede dede." Raden mengayunkan tangannya ingin menyentuh Vier yang di dekap Bunda Kiran.


"Raden Raden kalau udah besar nikah yuk ama Tante Xyli.." ucap Xyli Raden tertawa gemoy hingga,


"Gak gak boleh Tante punya paman Didi.." ucap Adi memeluk Xyli dari belakang dan seketika Raden menangis akibat godaan Adi.


Dira segera mengambil Raden dan memberi Raden susu dotnya,

__ADS_1


"Kapan Rin kamu nyusul?" tanya Kiran. Ririn malu malu sambil melirik seseorang yang berada di bawah pohon sambil main hp yaitu...


"Oalah lagi pdkt ama Saffar.." ucap ketiga temannya membuat Ririn merona pipinya.


Mereka tertawa, begitu hari bahagia hari ini hari kelulusan mereka.


Setelah itu mereka pulang karena mereka juga capek termasuk Dira yang lagi hamil juga capek.


Di rumah.


Raden dalam perjalanan tertidur karena kelelahan habis bercandaan dengan paman dan tante nya tadi di sekolah, dan kini tidur nyrnyak di tempat tidur.


Dira lagi ganti baju habis ganti baju ia pergi ke kamar mandi mencuci seperti biasa.


"MAS JAGA RADEN, AWAS KALAU SAMPE JATUH KAYAK MINGGU LALU.." Suara nyaring Dira tepat di telinga Rafael, Rafael menelan ludahnya kasar bagaimana tidak karena ia lalai jaga Raden.


Dan Rafael tidur di sofa ruang tamu sebagai hukuman selama 2 hari.


Rafael segera menameng pinggir Raden dengan dua guling agar tidak terjatuh untuk jaga jaga, Dan Rafael duduk di samping Raden sambil bermain hp.


2 jam kemudian.


Selesai melakukan kegiatan rumah tangga, Dira kekamar untuk melihat Raden.


Kamar.


Rafael tertidur namun..


"Yaya..Yaya..." Raden bangun sejam yang lalu dan merangkak ke atas dada sang ayah, Raden menepuk wajah ayahnya dan sesekali menoel pipi ayahnya.

__ADS_1


"Yaya..yaya.." Ucap Raden lagi menepuk nepuk wajah Rafael, dan bersamaan Dira masuk ke kamar dan geleng kepala.


"Kebalik ceritanya ini, bapak yang tidur anak yang jaga.." ucap Dira geleng kepala.


"Raden ayo mandi.." ucap Dira namun Raden tidak mau maunya mandi sama Ayah Rafael,


"Yaudah gih bangunin ayahnya." ucap Dira..


Puk..Puk..


Dua tepukan cukup kencang di dapata Rafael tepat di wajahnya,


"YayaYAYA..."Raden sedikit menyaringkan suaranya agar ayahnya bangun. Rafael membuka mata dan mengumpulkan kesadaraan saat menoleh kesamping...


"RADEN..." Rafael terkejut karena Raden Menghilang, saat mau bangun Rafael merasakan sesuatu berat di atas dadanya saat menatap Dadanya. Rafael bernafas lega kala melihat Raden tertawa di atas dadanya dengan gemoy.


"Huft untung kalau gak udah diamuk ayah sama bunda mu." ucap Rafael duduk dan memangku Raden, Dira sudah bersedekap di hadapannya.


"Hehee.." Rafael hanya cengar cengir dan menatap istrinya bermuka masam.


"Mandiin Raden gih, Raden minta dimandiin ayahnya aku siapin baju Mas sama Raden." ucap Dira berjalan ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Raden.


"Siap..." ucap Rafael perlahan melepas pakaian Raden satu persatu lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar Mandi.


Dira keluuar dan mempersiapkan Pakaian Rafael dan Raden.


Selesai mandi, Dira memakaikan baju pada Raden. Raden menurut sambil bermain boneka Tayo nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2