Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\20{Berantem}


__ADS_3

Skip.


Jam istirahat.


Dira, Xyli, dan Kiran sekarang di kantin bercanda bersama sambil ngemil, Xyli memcoba menggendong Baby Vier perlahan.


"Ih lucu pipinya mirip lu Kir.." ucap Xyli menatap Baby Vier yang tidur lelap.


Hingga...


BRAK..


"Oe.." Akibat gebrakan meja Vier terbangun dan menangis, dengan segera Xyli memberikannya kepada Kiran lalu mereka menatap orang yang mengebrak ternyata Damian.


Damian tidak peduli karena perilakunya dengan cepat dia menarik Xyli kasar menuju suatu tempat, Dira dan Kiran memgikuti Damian namun ditengah jalan mereka kehilangan jejak.


Bersamaan juga Adi dan Ryan lewat depan mereka,


"Eh eh stop, tolongin Xyli tadi dia ditarik Damian kasar cepet kgk ush bnyk tanya cepetan.." desak Dira, mendengar itu Adi sudah tahu akan hal itu dia bertanya kemana Xyli dibawa..


"Ke arah sana..." ucap Kiran menunjuk arah gudang sekolah.


Adi langsung berlari menuju kesana mencari Xyli dimana?


Di sisi Xyli.

__ADS_1


BRUK..


Xyli di hempaskan dengan kasar di lantai, Xyli ketakutan melihat wajah Damian yang menyeramkan. Damian dia langsung menarik kasar Dagu Xyli dan mencengkramnya kuat sampai membuat Xyli menangis.


"Ini gelang lo kan?" tanya Damian dingin, Xyli menatap ia pikir gelangnya jatuh di jalan atau di taksi ternyata bersama Damian. Semakin takut Xyli,


"LO KAN YANG BAWA DIRA PERGI.." Bentak Damian membuat Xyli ketakutan hebat.


"JAWAB..."


"IYA LAGIAN DIRA UDAH NIKAH DAM.." Balas teriak Xyli sambil menutup mata membiarkan air matanya mengalir deras.


Damian menghempaskan Xyli kembali lalu dia mengambil sesuatu, sebuah balok kayu. Xyli ketakutan dan perlahan mundur sambil menangis dan sesekali di hatinya berdoa agar ada orang yang menolongnya.


Saat Damian menggakat balok itu, Xyli menutup mata dan...


Sebuah pukulan dihantamkan namun Xyli tidak merasakan setelah itu Xyli membuka mata perlahan dan terkejut melihat seseorang yang memeluknya.


"A..adi.." Xyli ketakutan, Adi menatap Xyli lalu menoleh ke Damian.


Bugh..


Pukulan menghantam wajah Damian, hingga Damian sedikit terhuyung kebelakang.


"LO GILA DAM.." Adi menari kerah kemeja seragam Damian dan sekali lagi dia luncurkan pukulan nya kepada Damian.

__ADS_1


Damian terjatuh dan menceka darah yang sedikit mengalir di sudut bibirnya, Damian berdiri dan hanya tersenyum tipis.


"Maksud lo apa belain dia?" Damian bertanya dengan Dingin.


"Karena di sini lo yang salah, lo udah tahu Dira udah punya pasangan tapi lo masih mau ngejar dia. dan saat Xyli nolong Dira karena lo sekap lo juga mau ngehajar Xyli Xyli itu perempuan kekuatan dia beda ama laki DAMIAN..." Ujar panjang lebar Adi.


Damian yang masih tidak menerima kenyataan hanya tertawa pahit dan sinis,


"Bukannya Xyli ngejar gw?kenapa lo tolong?" tanya lagi Damian.


"Gwbenci lo Dam.." gumam Xyli perlahan menunduk, ia menangis mengingat tadi. Adi melihat itu dan tiba tiba Damian menghantam pukulan ke perut Adi sehingga terjadi perkelahian antara mereka berdua.


Ryan yang baru sampai kaget melihat kedua sahabatnya saling beradu pukulan. Xyli melihat itu semua berusaha memisahkan namun mereka sulit di pisahkan.


Bugh..Bugh..


"UDAH LO BERDUA BERHENTI..." Ryan bersuara dan tadi juga dia memukul kedua sahabatnya berhenti.


"Kenapa lo ikit campur Ryan.." ujar datar Adi.


"Kita ini sahabat kenapa lo berdua bertengkar, lo juga Dam kalau lu udah tahu berhenti jangan makin obsesi,lo juga Di lo kan bisa ngomong baik baik kgk ush adu jotos segala." ucap Ryan memberi pencerahan.


"Gw gk peduli.." ucap Damian melirik tajam Adi, Adi hendak melayangkan tinjuannya namun dengan segera dari belakang Xyli memeluk dan menahan.


"Udh Di gw gpp ayo pergi, nanti kita ketahuan guru BK." ucap Xyli, Adi langsung pergi menarik Xyli dan sesekali dia melempar lirikan tajam kepada Damian. maupin Damian juga.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2