Nikah Dadakan Dengan Guru

Nikah Dadakan Dengan Guru
NDDG\\06{Dia Datang}


__ADS_3

Sampai di rumah.


Rafael menggendong Dira masuk kedalam dan membawanya ke kamar langsung.


"Kalau mau apa apa panggil saya." ucap Rafael tapi sebelum pergi tiba tiba...


Cup...


Rafael memgecup kening Dira lalu pergi keruang Tamu ngerjain yang belum selesai, sedangkan Dira terdiam wajah sudah agak memerah malu.


"A...apa tadi..." Nafas Dira memburu wajah masih memerah dengan segera Dira menutup Wajahnya dengan bantal agar tidak terlihat.


Sedangkan di sisi Rafael.


Rafael memgerjakan tugas yang belum rangkum tadi tapi otaknya malah berkeliaran akibat ulahnya tadi terhadap Dira,


"Haish astaga fokus Rafael." gumam Rafael menggelengkan kepala lalu lanjut mengerjakan hingga suara ketukan pintu membuat ia kembali terhenti.


Sebelum membuka ia memgintip sedikit, ternyata bundanya dan Bu Desi. segera ia bereskan pekerjaannya lalu membukakan pintu.


"Bunda Ibu..." sambut Rafael lalu mempersilahkan mereka masuk,


"Rafael Ibu dengar Dira dibully? apa sekarang baik baik saja atau !bagaimana?" tanya Bu Desi beruntun khawatir hingga seseorang muncul dengan jalan agak pincang.


"Ibu..." Dira keluar kamar karena mendengar suara ibunya, melohat Dira dalam keadaan kepala di perban dan kaki memerah Ibu segera memeluk dan bertanya beruntun kembali....


"Bagaimana kamu bisa di bully lagi hem, sampai begini..." ucap Bu Desi, Dira menggelengkan kepala sambil tersenyum.


"Dira gpp bu, cuma kepe..." belum selesai berbicara bu Desi memotong, " Jangan beri alasan kamu kepeleset di Toilet, Ibu sudah bosan." ucap Bu Desi.

__ADS_1


Dira hanya tersenyum dan,


"Rafael gimana bisa mantu Bunda begini, kamu jaganya gimana di sekolah hah." kini giliran Bunda Mayang memarahi Rafael, Rafael hanya mengangguk dan minta maaf, Bu Desi sedikit terkekeh maupun Dira.


"Sudah Bunda, kasihan Mas Rafael lagian juga ini masalahnya Dira sama...." Dira tidak melanjutkan ucapannya...


"Xyli dan Ririn kan." ucap ketiganya bersamaan membuat Dira diam dan hanya mengulas senyum tipis,


"Dira buatkan minum dulu yah Bu Bunda." hendak pergi tapi Rafael langsung mencekal tangan Dira.


"Biar Mas saja, kamu disini." ucap Rafael, Dira mengangguk. Rafael pergi kedapur membuat Minuman. Dira ia menemani Bunda dan Ibu mengobrol bersama.


"Sebentar lagi kamu ujian yah buat kelulusan." tanya Bunda


"Iya bunda jadi Dira mau fokus bentar." ucap Dira.


"Oalah begitu, Dira Bunda boleh tanya." tanya Bunda,


"Kalian udah itu..." tanya Bunda, Dira tak mengerti tapi Rafael yang baru saja membuat minum mengerti.


"Kami belum siap Bunda." ucap Rafael, Dira masih tidak mengerti.


"Maksudnya gimana sih Bun ?" ucap Dira tak paham, Rafael membisikkan yang dimaksud Bunda. Dan seketika Dira terdiam setelah mendapatkan bisikkan itu, Dira sedikit menunduk.


"Gpp nak, Bunda cuma tanya kok." ucap Bunda tahu, Dira mengangguk mengerti hingga sebuah ketukan membuat mereka berhenti.


Rafael membuka pintu dan...


"Bagaimana Rafael?" tanya seseorang, merasa mengenal suara itu Bunda segera melihat dan terdiam.

__ADS_1


"Mau apa kamu kesini?" ucap Bunda datar, ia hanya tersenyum saja.


"Maaf atas kelakuanku waktu itu, tapi aku datang kesini bukan bermaksud apa apa tapi hanya menawarkan sesuatu kepada Rafael."ucapnya lalu mengeser Rafael sedikit dan melihat Dira yang hanya diam tidak mengerti.


"Sudah ku duga kau sudah menikah." ucapnya,


"Mas jadi gak..." lanjutnya hingga seorang laki laki bertubuh tegap mendekati mereka.


Bunda seperti merasa emosi namun ia tahan sedemikian rupa,


"Dengan Anindira Maheswari?" ucapnya Dira berdiri dan mengatakan bahwa itu dia.


"Aku minta maaf atas kelakuan Xyli di sekolah." ucapnya dan nenbuat Dira bingung.


"Memang Tuan siapanya Xyli?" tanya Dira


"Kakak tirinya." ucapnya tersenyum, Dira mengangguk paham dan tidak mempersalahkan tentang perbuatan Xyli.


"Sudah kami hanya ingin menyampaikan akan hal itu, dan kami pamit." ucap laki laki sebelum pergi dia membisikkan sesuatu kepada Rafael lalu pamit pergi.


Seketika hanya keheningan terjadi.


"Rafael apa yang ia tawarkan padamu?" tanya Bunda melirik tajam,


"Progam kehamilan -_" ucap Rafael menginggat pembicaraan ia dan wanita tadi.


"Hubungannya apa ?" lanjut Bunda.


"Dia tahu aku sudah menikah dengan Dira, jadi dia menawarkan progam kehamilan pada Dira." ucap Rafael panjang lebar dan semua paham.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2