
Dia pun berlalu meninggalkanku usai mengetuk permukaan meja dua kali.
Sambil mengikuti punggungnya yang bergerak menjauh, aku bersiap memakinya sekali lagi. Namun saat kepalanya menoleh tiba-tiba ke arahku, entah kenapa membuat aku mengatupkan bibirku dan langsung menatapnya penuh waspada.
"Oya, makasih buat traktirannya!" Dia sempat tersenyum sekilas sembelum mendatarkan wajahnya lagi dan kembali berbalik pergi.
Sekali lagi aku mengutuk. Mengutuk semua kelakukannya, termasuk yang barusan! Enak saja dia langsung melenggang pergi setelah meminta traktir secara sepihak begitu! Dasar, dasar, dasar menyebalkaaan!!
Jadi, sudah berapa kalinya aku mengutuknya selama kurang dari sejam ini sih?! Dosanya banyak yang dilimpahkan padaku nih, kupikir.
Buru-buru aku langsung minum Frappuchino Latte yang masih tersisa seperempat gelas itu hingga tandas. Hatiku yang mendidih ini memang harus didinginkan segera sebelum benar-benar meledak!
Entah kenapa, berhadapan dengan Bian selalu membuat emosiku meledak-ledak. Maka itulah, hal yang menjadi alasan terbesarku kenapa aku harus membatalkan pernikahan ini. Bagaimana pun aku butuh ketentraman hidup. Karena hidup bersama Fabian Samudra bukanlah surga, melainkan neraka!
Aku bergidik ngeri sendiri membayangkan betapa sulitnya kehidupanku setelah menikah dengannya. Tidak, tidak boleh!
Sudahlah, keputusanku ini benar-bebar sudah bulat. Aku tak peduli lagi jalan terjal apa yang akan menungguku nantinya setelah rencanaku yang mulus ditolak mentah-mentah oleh Bian.
__ADS_1
Tak masalah bila Bian tak mau berkerjasama denganku, aku pun masih bisa kerja seorang diri. Tanpa perlu bantuannya! Aku mengangguk-angguk, membenarkan apa yang hatiku katakan.
Bagaimana pun caranya, pernikahan ini harus batal! TITIK!!
Aku berdiri dengan tekad bulat dalam dada. Beranjak dari tempat duduk menuju meja kasir di depan sana, aku pun membayar sejumlah uang yang tertera. Yang ditotal bersama pajaknya menjadi sejumlah 50.500 rupiah. Aku mendengus begitu melihat ada embel-embel recehan di belakangnya. Nggak bisakah dibulatkan saja gitu?!
Merogoh-rogoh saku rok, baik itu sisi kanan atau pun kiri. Nihil, aku tak menemukannya! Tidak kehabisan akal, aku pun mulai mencari ke semua resleting saku tas yang ada. Baik di luar atau pun di dalamnya. Namun ketika aku mengecek di bagian belakang tas yang terdapat resleting kecil di sana, aku terkejut melihat lipatan empat lembar uang seratus ribuan. Semuanya berwarna merah, tak ada yang biru apalagi yang hijau maupun kuning. Dahiku seketika mengernyit dalam. Bertanya-tanya dalam hati perihal asal mula uang itu. Padahal aku tak pernah merasa uang bernominal 400 ribu itu adalah milikku.
Jadi, punya siapa?
Aku meringis, "Oh, maaf Mbak tunggu sebentar ya!" Lalu, aku pun kembali merogoh-rogoh saku tas yang lain sampai akhirnya aku menemukan satu koin lima ratus rupiah itu dari saku kecil yang ada di dalam tas dan langsung kuberikan pada penjaga kasir di balik meja di hadapanku. "Ini Mbak,"
"Terima kasih," ucap penjaga kasir itu sembari tersenyum padaku.
Aku pun mengangguk dan turut membalaskan senyumnya. Lalu berbalik pergi, meninggalkan Coffee Shop ini dengan segera.
Dalam perjalanan pulang ini, pikiranku masih tertuju oleh empat lembar uang seratus ribuan tadi. Sungguh, aku penasaran, dari mana asalnya uang-uang bernominal besar itu hingga bisa terselip di sana. Yang bahkan seingatku, kecuali di dompet aku tak pernah meletakkan uang di tempat sembarangan seperti itu.
__ADS_1
Aku garuk-garuk kepala. Saking penasarannya, malah membuat kepalaku jadi gatal. Lalu, tetiba, kembali teringat oleh tujuan utama yang membuatku berada di sini. Menggeleng-gelengkan kepala, aku mengenyahkan pikiran lain yang mengganggu, termasuk asal mula uang itu yang masih membuatku penasaran.
Dari pada mengetahui asal mula uang itu berasal, ada yang lebih penting berkali-kali lipat. Yakni, hidup panjangku, masa depanku, dan cintaku!
Aku mengangguk-angguk, serius. Kini aku harus fokus. Meski harus mengatur siasat ulang. Aku harus berusaha maksimal.
Entah bagaimana pun caranya, pernikahan itu harus dibatalkan. HA-RUS!
___________________
P.S :
Tulisan "NTM : X.X" artinya SUDAH REVISI
sedangkan "BAB X.X" artinya BELUM REVISI
__ADS_1