Nikah Tapi Musuh

Nikah Tapi Musuh
NTM : 6.3


__ADS_3

Aku pikir sandiwara kami pagi ini cukup berhasil untuk mengelabui semuanya. Semua orang tampak percaya dengan apa yang kami tampilkan di hadapan mereka tadi. Tidak ada yang curiga bahwa sebenarnya kami adalah musuh bebuyutan.


Buktinya? Lihat saja, semua orang tampak bahagia dan tak terlihat satu orang pun yang meratapi kami.


Jadi... Bukankah itu artinya misi kami berhasil? Hehe.


"Hei, ikut ngumpul di sana yuk?!"


Aku tergugu saat Bian tiba-tiba menepuk pundakku yang kontan membuatku mendongak ke arahnya. Sandiwaranya masih berjalan. Kini, dia sedang tersenyum lembut kepadaku.


"Semua yang anak-anak muda ada di sana, kamu bakal ikutan jadi orang tua nanti kalo duduk di sini terus." Candanya sambil menyimpul senyum.


Seketika itu aku menoleh ke kanan dan kiri, mengedarkan pandanganku pada sekitar. Dan benar saja, ternyata yang tertinggal di meja ini hanyalah orang-orang tua. Bahkan Kania yang tadi ada di depanku sudah pergi entah ke mana. Oh, jangan bilang dia sudah ada di tempat yang Bian bilang tadi ya?!


"Tunggu apa lagi?? Ayo!" Seru Bian yang langsung menggamit tanganku tak sabar. Yang tentu saja otomatis membuatku mengekorinya. Mau tak mau.


Aku mendengus kala melihat Kania yang ternyata sedang ber-haha-hihi dengan para sepupu Bian yang dominan lelaki itu.


Ya ampun, Kania... Jangan bilang dia di sini lagi usaha dapat gebetan? Persis seperti yang pernah dia katakan waktu lalu, kalau dia ingin cari jodoh, katanya.

__ADS_1


Aku berdecak dalam hati. Kadang aku merasa bahwa sepupuku satu ini memang cewek yang antimainstream. Lihat saja gayanya yang luwes itu, main tepak-tepuk lengan cowok sana-sini. Ck, ck, dasar anak itu! Nanti dia harus aku beri ceramah panjang kali lebar!!


"Duduk," Ujar Bian yang ternyata telah menarik kursi untukku.


Aku meringis, lalu mengangguk kaku. Rasanya sungguh aneh terlibat momen romantis dengan musuh sendiri begini...


"Eh, eh, guys! Mau main seru-seruan nggak?" Kania mulai bicara dengan wajah dan nada suara yang teramat ekspresif.


Salah satu sepupu Bian yang bertahi lalat di bawah mata dan berambut rapih yang entah siapa namanya itu nampak tertarik. Dia tersenyum, "Main apaan nih yang seru?!"


"Truth or Dare pakai botol putar gimana?" Alis mata Kania naik-turun lengkap dengan senyum yang tampak begitu mencurigakan terkhususnya di mataku.


Sepupu Bian yang lain tiba-tiba memetik jari. Suaranya begitu keras, aku bahkan kaget dibuatnya.


"Good idea!" Seru sepupu Bian yang berambut gondrong itu. "Mumpung ada bintang tamu luar biasa nih!" Matanya pun melirik-lirik ke arahku dan Bian bergantian, entah apa yang dia maksudkan.


Tetapi karena hal ini aku semakin yakin bahwa firasat burukku tadi sepertinya tak akan salah.


Memahami situasi yang tak akan bersahabat untuk kami, aku langsung menyenggol Bian. Kontan saja, pria itu menoleh kepadaku. Menarik alis matanya ke atas seolah bertanya, "Ada apa?" Padaku.

__ADS_1


Buru-buru kudekatkan kepalaku padanya. Berbisik, "Kayaknya mereka lagi merencanakan suatu yang gak baik buat kita. Lebih baik kita kabur sekarang atau..."


"Heh, pengantin baru! Tolong jangan bisik-bisik berdua aja dong, di sini kan, masih banyak jomblo yang gak bisa bisik-bisik mesra kayak gitu!" Seloroh sepupu Bian berambut gondrong itu lagi, lalu mereka tertawa bersama.


Dalam hati aku mengumpat mereka. Benar, mereka semua itu memang kompor!


Bian menyeringai. "Siapa juga yang lagi mesra-mesraan?! Gara-gara suara kalian yang rame gue jadi nggak bisa dengar suara istri gue yang supeeerr lembut ini, tau nggak?!"


"Halah, alasan..." Si gondrong itu mencebik.


"Ih, Kak Bian... Nggak boleh bohong!" Tiba-tiba Kania berucap. Yang membuat Bian berekspresi kebingungan. "Sejak kapan suaranya Mbak Rere supeeerr lembut? Yang ada kebalikannya kali."


"Super lembut kalau sama aku. Kalau sama kamu pasti beda. Kan, aku suaminya!" Balas Bian enteng dan bernada seolah ia bangga dengan itu.


Oh, ya ampun... Aku makin tak bisa berkata apa pun. Sepertinya kemampuan akting Bian jauh sekali di atasku, dan rasanya aku tak mampu mengejarnya. Huh!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...- BAB INI SUDAH DIREVISI -...

__ADS_1



__ADS_2