
...***...
Mengingat kembali ke kejadian sebelum Fellin kecelakaan, ya hari itu untuk pertama kalinya aku tau aku bukan anak kandung keluarga Maheswara. Dengan bekal nama nenek yang Mama Anya berikan aku berhasil menemukan nenek ku. Dia sudah tua, dan gampang pikun. Dulu mama Anya mengadopsi ku dari beliau.
Waktu itu aku sangat marah, tapi aku tidak tau aku marah kepada siapa? Mama Anya? Apa papa Wira? Mereka yang sudah mengadopsi ku dan mengurus ku sampai aku sedewasa ini. Bahkan mereka memperlakukan ku seperti seorang pangeran di rumah ini, hingga aku tidak pernah menyangka bahwa aku bukan darah daging mereka. Dengan kasih sayang yang melimpah dari mereka, aku benar-benar yakin bahwa aku anak kandungnya. Tapi...
Kenyataan itu memang sangat pahit, untuk menerima kenyataan ini, aku butuh waktu yang sangat lama. Aku memutuskan untuk mencari orang tua kandung ku, aku pergi saat itu. Berbekal nama nenek, aku bisa menemukan siapa orang tua ku.
Ya, itu adalah Riana Praswina dan Gerald Skylira. Riana? Dia bukan ibu kandung Fellin, tapi itu benar, kami memiliki ayah kandung yang sama. Yaitu dia, si tua bangka sialan, Gerald Skylira.
Sejak saat itu juga aku mulai tau, bahwa diam-diam Gerald mencari keberadaan ku, dan ingin melenyapkan aku. Tapi bagusnya, aku bisa memanipulasi segalanya.
Untuk menerima fakta bahwa aku bukan anak kandung keluarga Maheswara saja aku membutuhkan waktu berbulan-bulan, apalagi saat ini? Aku di paksa untuk meninggalkan cinta pertama ku gadis yang sangat ku cintai itu ternyata adalah adik, seayah kandung.
Bagaimana rasanya? Kalian tau? Tidak, kalian tidak akan pernah tau rasanya bagaimana jatuh cinta dengan semua rasa, namun di pisahkan oleh takdir dan semesta.
__ADS_1
Aku benar-benar membenci semesta. Dia tidak adil padaku! Dari sekian banyak orang, kenapa? Kenapa harus Fellin yang menjadi adik ku? Gadis yang ku cintai itu, selalu ku dambakan untuk menjadi istri di kemudian hari, menemani ku hingga hari tua. Khayalan itu pupus sudah.
Aku terluka, sangat terluka. Jiwa ku bahkan tidak bisa menerima fakta yang mengerikan itu. Aku tidak tau bagaimana si tua bangka dan ibu ku berhubungan! Yang jelas, aku lahir bukan dari sebuah ikatan suci pernikahan! Benar, aku anak haram. Apakah ini hukuman untuk ku? Itulah yang selalu ku pikirkan.
Rasanya itu sangat perih. Aku menatap foto Fellin di ponsel ku, aku masih tidak percaya gadis itu adalah adik ku, dan aku tidak boleh menikahinya. Rasanya amat sangat nyeri, aku yang merasa kuat saja tidak bisa menerima fakta ini, apalagi Fellin manja yang begitu lemah?
Itulah yang aku pikirkan, hingga akhirnya aku sampai pada keputusan untuk mengakhiri hubungan kami, karna itu terlarang. Aku tidak ingin Fellin tau yang sebenarnya, atau siapapun tau yang sebenarnya, kalau aku adalah putra haram Gerald Wijaya, kakak dari Fellin.
Bukan hanya itu, aku tau Fellin sangat mencintai Papanya, lebih dari hidupnya sendiri. Aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati gadis kecil itu, kalau tau pria yang begitu ia cintai adalah kakak kandungnya, dan Ayah yang selama ini dia percaya ternyata memiliki rahasia yang gelap dan kelam, Gerald mengkhianati kepercayaan ibunya selama ini. Bahkan hubungan itu sudah sangat jauh, hingga melahirkan jejak anak haram ini.
Aku tau aku egois, aku memutuskan Fellin sepihak, bersikap kasar dan tidak wajar. Aku hanya ingin dia melupakan perasaan nya pada ku, dan melanjutkan hidup tanpa mengetahui yang sebenarnya. Itu sangat bagus, dia tidak akan terluka.
Beberapa kali aku sempat goyah dan ingin menjelaskan segalanya, tapi tidak! Itu hanya akan merusak tatanan kehidupan Fellin yang sudah rapi.
Setelah beberapa pertimbangan, dan pengawasan, aku yakin Erlan bisa menjaga Fellin. Dan aku menyerahkan adik dan cinta pertama ku itu pada Erlan. Aku tau Erlan akan menjaganya dengan dangat baik.
__ADS_1
Tapi aku sangat beruntung, akhirnya Sania datang sebagai malaikat untuk ku, setidaknya dengan adanya dia di sisi ku perlahan-lahan aku bisa melupakan bahwa Fellin adalah cinta pertama ku. Pelan tapi pasti, aku berhasil menggeser posisi Fellin dengan Sania. Aku benar-benar bersyukur Sania datang, atau aku akan membocorkan segala alasannya.
Meski dalam hal cinta, aku sudah menyerahkannya pada Sania. Tapi tetap saja, wanita yang paling aku sayangi di dunia ini, adalah Fellin. She is my world. Aku tidak tau apa gunanya aku hidup kalau sampai dia tidak ada.
Waktu itu aku sangat takut Fellin akan terjun bunuh diri, tapi untungnya ada Erlan, ya dia memang bisa di andalkan. Dan yang lebih penting lagi, semua rencana ku sejak awal bekerja saat itu. Entah apa yang terjadi pada Fellin, karna kejadian malam itu dia mulai menjauhi ku. Aku tersakiti, itu sangat perih, namun aku tetap bahagia. Ya, sejak awal inilah rencananya. Meski waktu itu aku membenci diri ku sendiri, karna Fellin akan mati karna aku. Aku yang ingin melindungi dia dan kenahagiaannya? Malah aku yang menghancurkan kehidupannya? Aku benar-benar berterima kasih pada mu Erlan!
Akhirnya yang ku takutkan sudah tiba. Tepat sebelum aku memutuskan untuk pergi menjauh dan menetap di luar negri. Dan ini lebih buruk dari perkiraan. Fellin mengalami kecelakaan yang begitu parah, aku dan Erlan tau jelas, bahwa penyebabnya adalah karena Fellin ingin menyelamatkan Sania.
Padahal aku sudah berkorban, kenapa Fellin juga harus berkorban. Di depan mataku sendiri, aku melihat gadis ku ini, dia tertabrak dan berlumuran darah. Semesta, aku membenci mu. Apa tidak cukup hanya aku yang berkorban? Dan kenapa Fellin juga?
Tapi aku bahagia dalam satu hal, cinta Erlan! Ya, cinta yang Erlan miliki membuat ku semakin yakin bahwa Fellin akan baik-baik saja kedepannya, bahkan tanpa ada aku di sisinya.
Dan saat ini dokter bilang Fellin butuh pendonor jantung dan darah, sudah jelas Gerald akan mencari ku lebih giat. Tapi sudah cukup. Aku tidak akan membiarkan dia repot-repot.
Di depan semua orang aku mengatakan yang sebenarnya. Bahwa aku adalah bocah yang di carinya, dan juga kakak kandung dari Fellerin Skylira. Tidak, tenang saja, aku tak kan membuat pengorbanan ku selama ini sia-sia. Aku akan tetap meminta mereka untuk tutup mulut soal kasus ini saat Fellin sadar nanti. Sayangnya aku tidak akan bisa memastikannya sendiri, saat Fellin sudah membuka matanya, maka aku juga sudah pergi jauh. Hahahaha!! Semesta, bercanda mu lucu juga.
__ADS_1
...***...