
Samson memaksakan senyumnya mendengar ucapan pria parubaya itu, sedangkan Bunga jantung gadis itu berdetak begitu cepat semakin melangkah mendekat maka dirinya semakin yakin jika orang itu orang yang pernah dirinya lihat, sekilas bayangan 7 tahun silam kembali berputar di kepalanya.
Mama dan Papamu sudah meninggal, kau harus pergi dari rumah ini."
tanpa sadar mata indah itu mengeluarkan setetes airmata, sebelum semua orang menyadari tingkahnya yang aneh, dengan cepat Bunga menghapus airmatanya lalu kembali melangkah memasuki ruangan itu.
"Duduklah disana." begitulah maksud dari mata Samson saat memberikan kode pada Bunga.
Bunga yang mengerti langsung mendudukkan dirinya di sofa, sofa yang Bunga duduki berada di ujung cukup jauh dari tempat Samson saat ini, kehadirannya tidak di sadari oleh Reno karena pria itu sibuk menata berkas dengan sekertarisnya.
"Saya tidak ingin berbasa-basi lagi Tuan Sam, Saya berharap Anda mau bekerjasama dengan perusahaan milik keluarga Admaja."
'Deg deg deg..'
Jantung Bunga berdetak sangat cepat, tangannya mengepal kuat saat mendengar marga Admaja keluar dari bibir pria parubaya itu.
Samson tersenyum miring mendengar ucapan rivalnya yang sedikit memaksa.
"Jangan terlalu terburu-buru Tuan Damar." Samson melirik Evan yang tengah menatap sekertaris Reno, wanita itu mengunakan baju kurang bahan meskipun ia memakai blazer tapi potongan dada bajunya terlalu renda hingga memperlihatkan bukit kenyal yang begitu mengoda iman para lelaki yang melihatnya.
"Sshhh..." Evan hanya bisa mengumpati Samson dalam hati sambil menahan rasa sakitnya saat kakinya di pukul dengan keras oleh Samson mengunakan tongkan yang dia pegang.
"Baiklah sepertinya Kita perlu mengobrol santai terlebih dulu agar saling mengenal." ucap Damar mencoba mencairkan suasana yang sempat hening.
"Kenalkan ini putra Saya Reno, dia yang akan mengurus semuanya jika Anda bersedia menerima kerjasama ini." lanjutnya lagi.
Sebisa mungkin Samson dan Evan menahan amarahnya saat melihat Reno yang saat ini tengah tersenyum seperti orang tanpa dosa.
"Salam kenal Tuan Sam dan Tuan Evan, ternyata benar kata orang jika kalian berdua pria yang sangat tampan dan gagah, tentunya juga harus tanguh dan kuat bukan." ucap Reno sengaja menyulut emosi Samson.
Tangan Samson mengepal kuat, mata elangnya menatap Reno dengan tajam. sepertinya pria di hadapannya saat ini dengan sengaja mengejeknya.
"Kita mulai saja sekarang." melihat situasi sudah tidak kondusif membuat Evan segera memulai tujuan mereka.
__ADS_1
Satu jam sudah berlalu akhirnya keduanya sepakat menjalani kerjasama, tidak tanggung-tanggung Samson menanamkan modalnya 30% di perusahaan Admaja Corp.
Saat Samson, Evan dan Bunga ingin keluar dari ruangan itu suara Reno tiba-tiba menghentikan ketiganya.
"Maaf Tuan Sam, apa dari tadi gadis cantik di sebelah Anda berada disini?" Reno menatap Bunga dengan kagum, entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat saat menatap wajah cantik Bunga.
"Mohon maaf Kami buru-buru." ucap Evan langsung menarik tangan Bunga untuk segera keluar dari ruangan itu.
Reno hanya bisa menatap kepergian ketiganya yang mulai menghilang di balik pintu.
"Lain kali jangan memakai pakaian ini, apa Kamu tidak sadar jika dirimu terlihat lebih cantik dan sexy saat memakainya." protes Evan ketika ketiganya sudah berada di halaman parkir.
Mendengar ucapan Evan membuat Samson menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"Aku yang menyuruhnya memakai baju itu, apa Kau keberatan?" Samson sangat geram dengan sifat Evan yang mesum itu.
"Ya Aku keberatan." Evan kembali berjalan dan saat melewati Samson ' Bugh..' ia dengan sengaja menabrakkan tubuhnya cukup keras membuat Samson hampir saja terjatuh.
"Brengsek, awas Kau akan Ku potong ular kadutmu itu." teriak Samson dengan kesal.
Bunga menepuk jidatnya melihat tingkah kedua pria itu, ia melirik kiri dan kanan untuk memastikan jika tidak ada orang lain yang berada disana, dengan langkah cepat ia berjalan ke arah Samson berinisiatif membantunya.
"Mau Ku bantu Tuan?"
Baru saja tangan Bunga ingin menyentuh bahu Samson, gadis itu sudah mendapat peringatan.
"Jauhkan tanganmu dari tubuhku." tegas Samson.
Bunga dengan reflek memundurkan tubuhnya, bibirnya terlihat mengerucut, karena kesal ia pun meninggalkan Samson yang masih mematung menatapnya.
"Sialan beraninya gadis itu meninggalkan Ku." gerutu Samson sembari melangkah menuju mobil dengan susah payah.
Kini mobil fortuner hitam milik Samson melaju membelah jalanan yang cukup ramai. karena sebentar lagi jam makan siang kantor tiba, ketiganya pun memilih pulang untuk makan siang di rumah sebab Mama Rika yang memintanya, menginggat tadi saat di resto mereka tidak makan. padahal banyak sajian yang di siapkan rivalnya namun Samson dan Evan menolak memakannya, keduanya beralasan jika ada meeting mendadak.
__ADS_1
Di kediaman Samson saat ini, Mama Rika sudah menyiapkan hidangan spesial untuk kedua putrannya dan juga Bunga, ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan ketiganya.
"Pa kenapa mereka lama sekali ya?" Mama Rika mondar-mandir di depan pintu utama.
"Kepala Papa pusing liat Mama mondar-mandir terus." Papa Adi menghembuskan nafas kasar saat melihat tingkah istrinya.
Tak lama terdengar deru mobil semakin mendekat, membuat wajah Mama Rika yang tadinya resah kini mulai menampakkan senyum cerianya.
"Sayang-sayang Ku kenapa kalian lama sekali, Mama sudah masak banyak untuk kalian."
"Tumben Mama menunggu Kita di ruang tamu?" Samson menatap Mamanya penuh curiga.
"Mama juga terlihat bahagia sekali." sambung Evan.
Mama Rika tidak menjawab, ia hanya mengiring Samson, Evan, Bunga dan suaminya untuk melangkah ke meja makan.
"Wah bakal ada pesta nih." ucap Evan mulai menduduki kursinya.
Saat Bunga berjalan melewati mereka, Mama Rika dengan segera menahan tangan gadis itu, lalu mendudukkannya tepat di samping Samson membuat lelaki itu menatap Mamanya tidak suka, begitu juga dengan Evan merasa aneh dengan tingkah Mama Rika.
"Ehem ..sebenarnya Mama mengumpulkan kalian disini untuk membicarakan sesuatu." Mama Rika menatap satu persatu putranya lalu menatap Bunga dan yang terakhir menatap sang suami yang tengah memijat pelipisnya.
"Mau bicara apa Ma katakan saja." ucap Samson, karena tidak bisa menahan lapar ia pun menyendok sup iga yang berada tepat di depannya, sementara Evan meminum jus alpukat favoritnya.
"Mama ingin menjodohkanmu dengan Bunga." ucap Mama Rika dengan wajah tanpa dosa.
'Bruuuusshh.'
Jus Alpukat yang berada di mulut Evan kini sudah berpindah ke wajah Samson.
"Shiit..apa yang Kau lakukan?" umpat Samson reflek mengambil tisu lalu mengelap wajahnya, sementara Evan berdiri dengan mata membola.
Bersambung ...
__ADS_1