
Biasakan like sebelum membaca 😘
Acara wisudah pun selesai kini Bunga berada di ruangan kepala sekolah sementara Meta sudah pulang dengan kedua orang tuanya.
"Sebenarnya ada kepentingan apa Bapak memanggil saya kesini?" tanya Bunga dengan sopan.
"Begini nak Bunga, sebenarnya ada yang ingin bertemu denganmu." jawab Kepala Sekolah.
Alis Bunga mengernyit, siapakah gerangan yang ingin menemuinya.
"Siapa Pak?" tanya Bunga yang sangat penasaran.
"Tuan Adi dan Nyonya Rika, mari Bapak antar Kamu ke ruangan pribadi Bapak." Kepala Sekolah beranjak lebih dulu di ikuti oleh Bunga di belakangnya.
Tanpa banyak tanya Bunga mengikuti langkah Kepala Sekolah, dari jauh nampak dua orang penting itu tengah memandangnya.
"Silahkan Bunga Bapak tinggal dulu, mari Tuan Nyonya." Kepala Sekolah sedikit membungkukkan badan lalu pergi dari ruangan pribadinya.
Kriiik
Kriik
3 menit mereka saling diam, Bunga yang sangat penasaran kenapa mereka memanggilnya, akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Maaf kenapa Tuan dan Nyonya memanggil saya kemari, apa saya memiliki kesalahan?" tanya Bunga.
Mama Rika mengulas senyum. "Begini Bunga sebenarnya kami membutuhkan bantuanmu." ucap Mama Rika memasang wajah sedihnya, sementara Papa Adi melirik sang istri dengan malas karena akting istrinya sangat meragukan.
"Kalau boleh Saya tau bantuan apa itu Nyonya?"
"Eem sebenarnya Kami butuh jasa mu untuk mengurus anak kami, anak kami baru saja mengalami kecelakaan dan Tante sebagai Ibu ingin yang terbaik untuk anak Tante, jadi.. maukah Kamu menjaga dan merawat Putra Tante sampai dia sembuh, karena musuhnya banyak sekali, Tante takut terjadi hal buruk dengan putra Tante." ucap Mama Rika memelas.
Bunga berfikir sejenak ."Apa di terima saja ya, aku kan butuh uang." batin Bunga.
"Eem baiklah akan saya coba." ucap Bunga kemudian membuat wanita paru baya yang berada di depannya merasa bahagia.
"Bagus, Kami tunggu kehadiranmu besok pagi. ini kartu nama saya." Papa Adi memberikan kartu namanya lalu beranjak dari duduknya.
"Ayo Ma Kita pulang." ajak Papa Adi.
Mama Rika mengangguk sembari tersenyum, begitu juga Bunga langsung beranjak dari sana mengikuti langkah keduanya dari belakang.
"Pak Kami izin pulang dulu karena urusan Kami sudah selesai." izin Mama Rika pada Kepala Sekolah.
__ADS_1
"Baik Tuan dan Nyonya, terima kasih sudah hadir di acara sederhana Kami." ucap Kepala Sekolah sembari membungkuk hormat.
Papa Adi hanya mengangguk lalu membawah istrinya pergi dari sana.
"Bunga apa Kau punya masalah dengan keluarga Winata?" tanya Kepala Sekolah saat kedua orang penting itu sudah menghilang.
"Tidak Pak mereka hanya menawariku sebuah pekerjaan." jawab Bunga apa adanya, sementara Pak Kepala Sekolah hanya mengangguk.
"Kalau begitu Saya juga izin pulang Pak." pamit Bunga.
"Ya silahkan."
Bunga pun pulang menaiki angkutan umum langganannya, karena penampilannya yang mencolok membuat siapa saja kagum saat melihatnya.
***
"Sam Mama sudah menemukan perawat yang tepat untuk merawat dan menjagamu, jadi persiapkan dirimu besok karena perawat itu sudah mulai bekerja besok." ucap Mama Rika yang sedang duduk di sisi kamar tidur putranya.
"Ya Ma." ucap Samson dengan malas.
Mama Rika tersenyum lalu berlalu pergi dari kamar putranya, sementara Samson mengambil ponselnya dan terlihat mendeal nomor Evan.
"Hallo Van." panggilan telpon terhubung.
"HeheKapok Lo." Samson terkekeh.
Samson merasa puas karena berhasil menutup panggilannya terlebih dulu.
"Pasti Evan sedang mengumpatku sekarang." Samson terus saja terkekeh hingga seseorang datang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
"Masuk aja ngak di kunci.." teriak Evan.
'Ceklak..' pintu terbuka, terlihat asisten rumah tangga memasuki kamarnya dengan membawah sebuah nampan.
"Di taruh dimana makanannya Tuan?" tanya Bibi.
"Taruh di nakas saja Bi." Bibi langsung menaruhnya di atas nakas tepat di samping ranjang Samson lalu keluar usai memastikan tidak ada lagi yang di inginkan oleh anak majikannya.
"Huuuft untung hanya cedera, semoga dua minggu lagi kaki ku sembuh." monolog Samson menatap kaki kanannya yang sedang di gip, pria itu dengan malas memakan makanannya, merasa perutnya sudah kenyang ia pun berbaring memejamkan mata.
Keesokan Harinya
Seperti biasa setiap pagi Bunga selalu bangun sebelum matahari terbit, hari ini hari pertama dirinya bekerja di kediaman keluarga Winata, Bunga dengan gaya tomboynya tengah berdiri di depan cermin, menatap penampilannya di pantulan kaca dari ujung rambut hingga kaki.
__ADS_1
"Cukup sopan." ucap Bunga menilai penampilannya sendiri, pagi ini dia memakai celana jeans dan atasan kemeja.
"Huh semoga putra Nyonya Rika tidak menyusahkan ku." Bunga sudah bersiap, kini dirinya berjalan kaki menuju jalan Raya, seperti biasa Bunga mengandalkan angkutan umum untuk menempuh perjalanan ke rumah kediaman Winata dengan bekal kartu nama yang dia pegang.
"Pak Ke alamat ini." Bunga menunjukkan kartu nama itu pada sopir.
"Oh ini kawasan perumahan elit Neng, Neng hanya bisa turun di jalan Antasari lalu selebihnya harus berjalan kaki karena angkutan umum tidak boleh masuk." jelas sopir panjang lebar.
"Iya Pak tidak apa-apa." ucap Bunga sembari fokus melihat kartu nama milik Tuan Adi.
"Pasti mereka sangat kaya." gumam Bunga lirih.
Tak terasa angkutan umum pun berhenti tepat di jalan Antasari, Bunga lekas turun usai membayar ongkos angkotnya.
"Huuft untung tadi sarapan." gerutu Bunga mulai berjalan dengan langkah cepat karena takut kesiangan.
Disini Bunga berdiri, rumah besar dan mewah yang menginggatkannya pada masa lalunya yang kelam. ia menghampiri penjaga yang kebetulan sedang berjaga di luar pagar.
"Pak bisakah saya bertemu dengan Tuan Adi?" tanya Bunga seraya tersenyum menatap pria parubaya berseragam hitam.
"Nona Bunga ya?" bukannya menjawab pria parubaya itu malah bertanya balik, Bunga yang di tanya hanya mengangguk.
"Silahkan masuk Nyonya besar sudah menunggu anda di dalam."
"Baik Pak." Bunga menatap bangunan tinggi di depannya lalu masuk ke dalamnya karena pintu utama sudah terbuka lebar.
Tanpa Bunga ketahui di ruang tamu Mama Rika sudah menunggunya.
"Bunga silahkan masuk jangan sungkan-sungkan." kehadiran Mama Rika disana sedikit mengejutkan Bunga.
"Maaf Nyonya, apa saya terlambat?" tanya Bungga tidak enak hati.
"Jangan memanggil saya Nyonya, panggil Tante saja. Kamu tidak terlambat karena Kami baru akan sarapan, ayo sini." Mama Rika mengandeng tangan Bunga dan membawah gadis itu ke dalam, sementara Bunga mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena mendapat sambutan yang begitu berlebihan dari calon majikannya.
Semua orang tengah berkumpul di meja makan menunggu Mama Rika kembali, dari jauh Papa Adi melihat kedatangan istri dan calon mantunya, itupun kalau jadi. sedangkan Evan dan Samson yang saat itu duduk membelakangi Mama Rika tidak menyadari kehadiran dua wanita di belakang mereka.
""Ayo duduk disini kita makan bersama." mendengar suara Mama Rika, Evan dan Samson dengan serempak membalikkan badan dan.
*Bersambung....
Wkwkwkwk suka sekali mengoda kalian🤣🤣
Sedekah votenya dan terima kasih😁*
__ADS_1