Novel Pindah

Novel Pindah
Ular Kobra


__ADS_3

Bunga sampai di kediaman Samson tepat pukul 18.00 malam, gadis itu berjalan dengan santai memasuki rumah, menginggat kedua majikannya hari ini tidak pulang membuat dirinya lebih leluasa tanpa ada rasa sungkan. Bunga melupakan satu orang, majikan yang selalu membuat dirinya kesal. dan benar saja saat ia ingin naik ke atas suara bariton seseorang tiba-tiba mengejutkannya.


"Dari mana saja Kamu jam segini baru pulang?" tanya Samson mendelik tajam.


Langkah Bunga terhenti, ia pun memutar badan berjalan ke arah ruang keluarga dimana Samson berada sekarang.


"Maaf Tuan saya seharian berada di rumah sahabat Saya, apa Tuan butuh sesuatu?" tanya Bunga tanpa takut.


Samson menelisik tampilan Bunga dari atas hingga bawah, pria itu berdecih sembari mengeleng. entah memakai pelet apa gadis itu hingga sang Mama ngeyel menjodohkan dirinya dengan gadis yang berdiri di depannya, tiba-tiba ide gila pun muncul begitu saja di kepalanya untuk mengerjai gadis itu.


"Mumpung Mama Papa ngak ada." batin Samson tertawa dalam hati.


Mama Rika dan Papa Adi hari ini tidak pulang karena menghadiri acara pernikahan dari salah satu keluarga besarnya, Samson yang tidak percaya diri dengan keadaannya sekarang memilih tidak ikut, sementara Evan pria itu di paksa Mama Rika untuk mengikuti mereka.


"Ya Aku butuh bantuanmu, ikuti Aku." Samson berjalan dengan tongkatnya menuju lift di ikuti Bunga di belakangnya.


Saat keduanya sudah berada di depan lift Samson tidak berniat memasukinya, pria itu malah melirik Bunga dengan sinis.


"Mau kemana Kamu?"


"Mengikuti Anda." ucap Bunga tanpa ragu.


"Siapa yang menyuruhmu naik lift, pakai tangga sana." usir Samson mengibaskan tangannya, ia sangat engan berada satu lift dengan gadis itu.


"Sialan belum pernah di banting nih orang." batin Bunga meradang.


"Aku tidak ingin satu lift dengan mu, Kau lewat tangga saja." usir Samson lagi saat melihat gadis itu masih berdiri di sampingnya.


Bunga menghirup nafas banyak-banyak lalu membuangnya dengan kasar, sementara Samson tidak peduli pria itu langsung memasuki lift memencet tombol angka 3 hingga lift tertutup sempurna meninggalkan Bunga yang masih berdiri dengan wajah penuh kekesalan.


"Ingin rasanya mematahkan kakinya yang sakit itu." Bunga *******-***** tangannya dengan geram, ia pun memutar badan dan berjalan ke arah tangga sesuai perintah Tuannya.


Tak lama ia pun sampai di lantai 3, Bunga dengan cepat berlari menuju kamar Samson karena pria itu sudah menunggunya di depan pintu.

__ADS_1


"Lelet sekali Kamu." pekik Samson tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.


Selama dua minggu ini tidak ada perubahan dari sikap Samson pada Bunga, malah pria itu terlihat semakin dingin dan berusaha menjaga jarak setelah mendengar Mama Rika menjodohkannya.


"Maaf Tuan." Bunga tidak terlihat kelelahan hanya saja keningnya cukup berkeringat.


"Nafasnya stabil, bahkan dia tidak terlihat lelah memang wanita aneh." batin Samson memandang Bunga dengan lekat.


Sementara Bunga yang di pandang lekat oleh Tuannya merasa tidak nyaman.


Samson selalu mengerjai Bunga agar gadis itu segera mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai perawat, tujuannya juga ingin membuat Bunga benci padanya agar perjodohan yang di rencanakan sang Mama tidak berhasil. toh keadaan kakinya saat ini juga semakin membaik. tapi nyatanya tidak semudah yang ia bayangkan untuk membuat gadis itu menyerah.


"Cepat masuk." ucap Samson kemudian, Bunga yang tidak ingin berdebat hanya menurut saja.


"Tutup pintunya."


Alis Bunga mengernyit saat Samson menyuruhnya untuk menutup pintu kamar, meskipun begitu dia tetap menurut.


"Kalau dia macam-macam tinggal tendang saja tongkat saktinya." batin Bunga dengan segera menutup pintu.


"Tuan mau apa Hah, jangan pernah macam-macam padaku." ucap Bunga masih menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Apa yang Kamu fikirkan? buka matamu.. ! pijat punggung Ku sekarang, jangan besar kepala, Aku juga tidak bernafsu melihatmu." ucap Samson lantang.


"Hah.. tidak bernafsu katanya." gumam Bunga pelan tapi masih bisa di dengar oleh Samson.


"Cepat kemari." teriak Samson membuat Bunga berjengkit kaget.


Bunga menurunkan kedua tangannya, ia memutar tubuhnya dan memilih berjalan mundur ke arah Tuannya, melihat sikap aneh Bunga membuat Samson semakin bersemangat mengerjai gadis itu. Bunga terus saja melangkah mundur tanpa sengaja ia menginjak celana Samson yang berserakan di lantai hingga tragedi memalukan itu pun terjadi.


*


*

__ADS_1


*


Dua hari berlalu, sejak kejadian memalukan itu Samson dan Bunga merasa canggung saat keduanya bertemu, Samson yang setiap harinya suka mengerjai Bunga kini memilih menghindari gadis itu.


"Huft mungkin tinggal menunggu 5 hari lagi Aku bisa berjalan tanpa tongkat." Samson kini sedang berlatih sendiri di kamar.


Sejak Mamanya memutuskan untuk menjodohkan dirinya dengan Bunga, Samson tidak mau lagi berlatih di temani gadis itu, ia lebih memilih berlatih sendiri di kamar, sementara tugas Bunga hanya melayaninya masalah makan dan kebutuhannya untuk mandi.


Usai berlatih Samson memilih tiduran di kasur king sizenya, pria itu menghembuskan nafas kasar saat menginggat hubungannya dengan sang kekasih semakin renggang, mereka jarang bertemu. Viola juga jarang membalas pesan darinya. Viola selalu memakai alasan terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


"Aku merindukanmu sayang." gumam Samson, ia hanya bisa menunggu karena keadaannya tidak memungkinkan untuk menemui Viola.


Di saat ia memikirkan sang kekasih entah mengapa kejadian dua hari lalu bersama Bunga tiba-tiba terlintas di kepalanya.


Flash Back On


"Tuan mau apa Hah, jangan pernah macam-macam padaku." ucap Bunga masih menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Apa yang Kamu fikirkan? buka matamu.. ! pijat punggung Ku sekarang, jangan besar kepala, Aku juga tidak bernafsu melihatmu." ucap Samson lantang.


"Hah.. tidak bernafsu katanya." gumam Bunga pelan tapi masih bisa di dengar oleh Samson.


"Cepat kemari." teriak Samson membuat Bunga berjengkit kaget.


Bunga menurunkan kedua tangannya, ia memutar badan dan memilih berjalan mundur ke arah Tuannya, melihat sikap aneh Bunga membuat Samson semakin bersemangat mengerjai gadis itu. Bunga terus saja melangkah mundur, tanpa sengaja ia menginjak celana Samson yang berserakan di lantai hingga membuat kaki jenjangnya tersandung dan tanpa di duga tubuh itu terhuyung ke belakang jatuh tepat di kaki Samson, mata Samson membelalak saat sebuah tangan tiba-tiba jatuh di atas tongkat saktinya bahkan tangan itu meremas miliknya yang kini mengembang menjadi ular kobra.


Bunga yang terjatuh merasa terkejut dengan spontan meremas apa yang saat itu dia pegang, merasa ada sesuatu yang bergerak sangat lincah di tangannya membuatnya menoleh ke samping dan.


"Aaaaaaaaaa..." Bunga menarik tangannya lalu lekas beranjak dari ranjang dengan langkah seribu gadis itu menghilang di balik pintu.


Samson menatap cengo ke arah pintu, lelaki itu kemudian tersadar dan langsung beranjak duduk.


"Astaga ular kobra ku sudah tidak perawan lagi." gumam Samson sembari menatap miliknya yang masih berdiri tegak.

__ADS_1


Flash Back Off


Bersambung ...


__ADS_2