
Biasakan like sebelum membacaš
"Kenapa kalian disini?" Samson menatap tajam Evan dan Bunga secara bergantian, sementara Bunga yang mendapat tatapan tajam dari Samson tidak berani duduk meskipun Evan sudah menyuruhnya.
"Kita hanya ingin bergabung, iya kan Bunga." Evan menatap Bunga dengan mengedipkan satu matanya.
"Eh i-iya Tuan."Bunga tidak berani menatap Samson, sudah di pastikan jika pria yang berada di sebrang sana sudah mengeluarkan tanduknya.
"Seharusnya Kamu lekas kembali ke kantor Van, sudah jam berapa ini."
"Iya sebentar lagi." Evan melirik wanita yang berada di samping Samson dengan malas, gadis itu terus menempel pada sahabatnya seperti seekor cicak.
"Apa kalian berdua ingin di pecat." ucap Samson penuh penekanan membuat Viola yang berada di pelukan Samson tersenyum mengejek.
"Cck dasar pria bodoh." gerutu Evan tanpa suara, ia pun memilih pergi karena waktu jam makan siang juga hampir habis.
"Ayo Bunga kita pergi dari sini." lagi-lagi Evan menarik Bunga dan membawah gadis itu pergi dari sana, tapi untuk kali ini Bunga mencoba melepas tangan Evan yang tengah mengandengnya karena Evan tanpa sadar membawah Bunga menuju mobil.
"Maaf Tuan, Saya mau di bawah kemana?"
"Eh sorry..sorry terlalu nyaman gandeng Kamu jadi kebablasan." Evan melepaskan tangan Bunga sembari nyengir kuda.
"Kalau begitu Saya permisi Tuan." Bunga berjalan memasuki rumah tanpa menimpali gombalan Evan.
"Ish dingin banget jadi cewek." gerutu Evan, tanpa banyak drama lagi langsung memasuki mobil dan melajukannya menuju kantor.
Tak terasa sore hari pun tiba, kini Samson sudah berada di dalam kamarnya sedangkan Viola sudah pergi dari tadi karena ada jadwal pemotretan katanya.
"Masak ia wanita jadi-jadian itu yang memandikan ku, arrghh bagaimana ini." gerutu Samson badannya sudah terasa sangat lengket dan ingin secepatnya mandi, sementara di luar kamar, Bunga berjalan mondar mandir dengan perasaan gelisah, ia masih menginggat perintah Nyonya Rika tadi pagi.
"Kamu bisa langsung bekerja Bunga, tugasmu hanya melayani Samson dari makan, minum obat maupun mandi. misal ada kepentingan kantor yang mengharuskan Sam keluar, Kamu harus ikut dengannya."
Lalu Bunga kembali menginggat ucapan Samson tadi siang, sebelum pria itu menyuruhnya keluar dari kamar.
"Aku biasa mandi pukul 4 sore, jadi Kau harus berada disini sebelum jam 4 sore."
"Apa Aku harus memandikan pria menyebalkan itu, aaa tidak mungkin." Bunga mengelengkan kepala dengan cepat saat mencoba membayangkannya, ia melirik jam yang berada di sebrang. jam sudah menunjukkan pukul 15.40 membuatnya semakin frustasi.
"Tuhan lindungi mata suci ku ini." Bunga berdiri di depan pintu seraya memejamkan mata dan berdoa, setelah itu ia mencoba mengentuk pintu kamar milik Tuannya.
__ADS_1
'Tok Tok Tok.'
"Masuk." teriak orang dari dalam membuat Bunga mau tidak mau membuka pintunya dan masuk. pemandangan yang ia lihat pertama kali saat memasuki kamar Tuannya ialah pria menyebalkan itu tengah bertelanjang dada, membuatnya dengan segera membalikkan badan.
"Kenapa Kamu berbalik?" Samson mengernyitkan dahi menatap wanita di depan pintu kamarnya yang terlihat aneh.
Karena tidak mendapat jawaban dari Bunga membuat Samson semakin geram.
"Hei wanita jadi-jadian cepat kemari." perintah Samson dengan lantang membuat Bunga berbalik badan dengan terpaksa dan berjalan menghampiri Samson dengan menunduk.
"Kenapa Kamu mendunduk seperti itu, apa Kau takut tergoda dengan tubuhku yang seksi ini." ucap Samson dengan PD membuat Bunga langsung menatap pria di depannya dengan malas.
"Tidak Saya tidak akan tergoda dengan Anda, Saya akan siapkan airnya dulu untuk Anda mandi." Bunga berbicara dengan datar, karena tidak ingin menatap pria itu terlalu lama Bunga langsung berjalan ke arah kamar mandi dan menyiapkan apa yang di perlukan.
"Gila baru kali ini Aku melakukan pekerjaan segila ini." gerutu Bunga di sela kerjaannya, saat semuanya sudah siap ia pun keluar dari kamar mandi.
"Lama sekali, apa Kau tidak tau waktu ku sangat berharga?" Samson berkata dengan angkuhnya membuat Bunga menjadi semakin kesal.
"Ciih.. waktu berharga katanya, dari pagi kerjaan dia hanya santai-santai." batin Bunga kesal.
"Iya Tuan Saya minta maaf." Bunga menunduk hormat sesekali mengumpati pria di hadapannya.
Glek
Bunga kembali menatap perut sexy yang tercetak itu membuatnya ragu membantu Tuannya untuk turun dari ranjang.
"Apa Kau tuli?" bentak Samson karena Bunga masih berdiri terpaku di tempatnya.
"Ah iya Tuan." Bunga membantu memindahkan Samson ke kursi roda dengan tangan gemetar membuat Samson memincingkan bibirnya.
Setelah berhasil memindahkan tubuh Tuannya yang hanya bertelanjang dada, Bunga segera mendorong kursi rodanya menuju kamar mandi.
"Kau tidak perlu ikut masuk, ambilkan Aku tongkat di bawah ranjang." ucapnya dengan datar.
Tanpa banyak bertanya Bunga langsung mengambil barang yang di minta oleh Tuannya.
"Ini Tuan."
Samson menerimanya, dengan hati-hati ia berdiri dan berjalan memasuki kamar mandi mengunakan tongkat, Samson sempat melirik Bunga yang sepertinya terlihat syok membuat bibirnya sedikit terangkat.
__ADS_1
"Kau kira Aku pria cacat..hahaha rasakan Kau emang enak di kerjai." batin Samson tertawa jahat.
Setelah pintu kamar mandi tertutup Bunga menendang angin dengan asal seraya mengerutu mengumpati Samson yang sudah mengerjainya.
"Brengsek ku pikir dia lumpuh, ternyata dia bisa bangun dari kursi roda sendiri, kenapa Aku harus capek-capek mengangkat badannya yang besar itu." umpat Bunga kesal.
Meskipun Bunga sangat kesal tetapi ia tidak berfikir untuk melepas pekerjaan ini, gadis itu bahkan merasa tertantang karena Samson berani mempermainkannya.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka, Samson mengernyitkan dahi menatap gadis tukang parkir itu masih berdiri di tempatnya tadi. sedangkan Bunga lagi-lagi di buat melongo saat melihat pemandangan yang merusak mata sucinya, saat itu Samson keluar hanya melilitkan handuk di tubuh atletisnya.
"Kenapa Kamu masih berdiri disini, apa ingin membantu ku untuk berganti baju?" tanya Samson tersenyum miring.
"Tidak Tuan, kalau begitu saya permisi." saat Bunga berbalik dan ingin melangkah pergi Samson tiba-tiba menghentikannya.
"Apa Kamu lupa dengan tugasmu, kenapa tidak menyiapkan bajuku untuk ku pakai."
Bunga dengan cepat membalikkan badan, karena keasyikan mengumpati Samson ia sampai melupakan tugasnya melayani pria itu.
"Ah iya maaf Tuan saya lupa." tanpa menunggu lama Bunga segera berlari ke walk in closet mengambil satu buah celana pendek dan kaos kerah berwarna hitam.
"Ini Tuan, Saya permisi dulu." Bunga meletakkan satu set pakaian santai tepat di atas ranjang.
"Heem.." Samson hanya berdehem lalu dengan segera ia berganti pakaian ketika Bunga sudah keluar dari kamarnya.
Malam pun tiba Mama Rika, Papa Adi, Samson dan juga Evan sudah berkumpul di meja makan, sementara Bunga sudah pulang sore tadi.
"Apa Bunga bekerja dengan benar hari ini Sam?" tanya Mama Rika sembari melayani ketiga pria yang berada disana.
"Bunga sangat rajin Ma, seharusnya dia menginap disini saja agar tidak bolak balik pulang." bukan Samson yang menjawab pertanyaan Mama Rika melainkan Evan.
"Apa-apaan Kamu, yang di tanya Aku bukan Kamu." Samson menatap Evan dengan tajam.
"Sama saja, toh ucapanku benar bukan." Evan menjawabnya dengan santai tanpa dosa.
"Ah itu ide yang bagus Van, Mama akan coba tanya pada Bunga besok."
Mendengar ucapan Mama Rika membuat Samson semakin kesal sementara Evan tersenyum cerah secerah mentari menyinari bumi.
Bersambung ...
__ADS_1
Samson jail banget ya orangnyaš¤£