
Biasakan like sebelum membaca😘
Di sebuah hotel bintang lima terlihat dua sejoli tengah tidur saling memeluk karena kelelahan mengingat aktifitas semalam yang berlanjut hingga pagi, tak lama terdengar dering ponsel milik si wanita membuat si pemilik ponsel itu mengerjapkan mata.
"Siapa sih..?" gumamnya dengan tangan merayap ke arah nakas.
"Hallo." sambungan telpon pun tersambung.
"Baby.." mendengar suara yang tidak asing baginya membuat mata yang tadinya mengantuk langsung terbuka lebar.
Ya seminggu ini Viola menginap di hotel bersama Reno atas permintaan kekasih keduanya itu.
Viola melepas tangan kekar yang melingkar di tangannya lalu turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dengan tubuh polosnya.
"Aku sedang mandi Baby, nanti Ku hubungi lagi." Viola menghidupkan shower untuk meyakinkan Samson di sebrang sana lalu mematikan sambungan itu dengan sepihak.
"Astaga menganggu orang tidur saja." gumam Viola, sudah kepalang tanggung ia pun memilih untuk mandi setelahnya berniat menjenguk Samson untuk memberikan surprice pada kekasih pertamanya.
Viola keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya membuat mata seseorang yang tadinya mengantuk kini melebar saat memandang pemandangan yang membuat miliknya kembali terbangun.
"Sayang Kau mau mengoda ku?" Reno memeluk Viola dari belakang lalu menyesap pundak itu dengan gemas.
"Stop Ren, Aku harus pergi kerumah Samson." Violah mencoba menahan hasratnya yang mulai terpancing dengan sentuhan Reno.
Mendengar nama pria yang di bencinya keluar dari mulut Viola membuat pria itu melepas pelukannya lalu kembali menidurkan dirinya di atas ranjang.
"Sayang jangan marah." Viola mencoba merayu Reno yang sedang merajuk.
"Tidak bisakah Kau disini saja." Reno menatap wanita yang kini tengah berganti di hadapannya.
"Aku tidak ingin membuat Sam curiga sayang, apa Kau lupa tentang rencanamu?" Viola menginggatkan rencana yang sudah di susun oleh Reno, pria itu ingin Reno merasakan sakit hati dan di permalukan tepat di hari pernikahan rivalnya nanti.
"Ya ya ya, jangan membuatku menunggu lama." Reno mendudukkan dirinya dan memeluk Viola dengan manja.
"Tentu." Viola sudah selesai memoles wajahnya.
"Aku berangkat dulu sayang."
CUP
Satu kecupan mendarat di pipi kanan milik Reno, pria itu tersenyum lalu kembali membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata saat Viola sudah tidak berada disana.
*
*
Siang hari pun tiba Evan hari ini sengaja pulang hanya untuk makan siang di rumah membuat Papa Adi menatap Evan penuh curiga.
"Tumben Kamu makan siang di rumah Van?" tanya Papa Adi yang kebetulan juga akan pulang menyusul istrinya.
"Iya Pa, Evan kangen banget sama masakan Mama." jawab Evan asal hingga mendapat pukulan keras di pundaknya dari Papa Adi.
__ADS_1
"Aduh sakit Pa."
"Bukankah siang ini Mama mu sedang pergi." Papa Adi tidak perduli dengan rintihan Evan.
"Hehe iya lupa, Evan jadi kangen masakan Bibi." sebelum mendapat pukulan lagi Evan berlari lebih dulu memasuki mobil.
"Anak kurang ajar." Papa Adi melangkah menuju mobil sembari mengelengkan kepala.
*Kediaman Samson*
'Tok..tok..tok Tuan .'
"Masuk saja." teriak Samson dari dalam kamar.
'Ceklak..'
"Tuan di bawah ada Nona Viola yang ingin menemui Anda." Bibi hanya berdiri di tengah pintu menatap majikannya yang terlihat senang.
"Benarkah? cepat suruh dia kesini." perintah Samson.
"Tapi Tuan Nyonya besar berpesan-"
"Siapa yang mengajimu? sudah jangan banyak omong." Samson mengibaskan tangan menyuruh asisten itu keluar.
Bibi hanya bisa menghela nafas lalu berbalik menutup pintu kamar.
"Aduh gawat bisa-bisa di ceramahi Nyonya ini." gerutu Bibi di sepanjang langkahnya.
"Aduh Bunga ngagetin Bibi saja." Bibi memegang dadanya yang naik turun.
"Hehe maaf Bi." ucap Bunga mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Begini Bunga, Bibi butuh bantuan Kamu." ucap Bibi dengan suara pelan.
Bunga mengernyitkan dahi. "Bantuan apa?"
"Di bawah ada kekasih Tuan Samson, Bibi mendapat pesan dari Nyonya besar tidak boleh membiarkan kekasih Tuan dan Tuan Sam berduaan di kamar."
""Lalu?" perasaan Bunga tidak enak kali ini.
"Kamu temani Tuan Samson di kamarnya ya." pinta Bibi dengan wajah memelas.
"Apa Bibi tidak salah, bisa di makan habis Aku sama Tuan sombong itu."
"Huuus nanti orangnya dengar, Bibi mohon ya." Bibi menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
"Huuft baiklah Bi." Bunga mengusap wajahnya kasar.
"Terima kasih nak." Bibi tersenyum lalu melangkah menuju lift.
**
__ADS_1
Di ruang tamu Viola sudah uring-uringan karena menunggu asisten itu terlalu lama.
"Maaf Nona membuat Anda menunggu." ucap Bibi membungkukkan badan.
"Kenapa lama sekali Kau mau calon suamiku memecatmu Hah." teriak Viola.
"Tidak Nona, Nona boleh masuk sekarang Tuan menunggu Anda di kamarnya." ucap Bibi berlalu pergi meninggalkan Viola yang masih mengerutu tidak jelas.
"Dasar pemantu tidak tau diri, awas saja Kau." gerutu Viola sembari berjalan menuju lift.
'Ting.' tak lama lift pun terbuka Viola dengan langkah cepat berjalan ke arah kamar Samson yang pintunya sedikit terbuka.
"Baby ka-" suara Viola tertahan saat melihat gadis berparas tomboy sedang berdiri di samping kekasihnya.
"Baby.." panggil Samson tersenyum.
"Siapa dia?" tanya Viola sembari melangkah menuju ranjang dan tanpa malu ikut merebahkan dirinya di samping Samson sembari memeluk lengan kekar itu.
"Ish dasar tidak punya sopan santun, benar saja Bibi menyuruhku berada disini, tapi kenapa Aku harus melihat adegan menjijikkan itu di hadapanku." batin Bunga berteriak.
"Kau masih ingin disini?" Samson menatap Bunga dengan tajam.
"Ya saya di tugaskan Nyonya untuk menjaga Anda 1x24 jam." Bunga berdiri tegap dengan wajah datar tanpa melihat dua sejoli yang tengah bermesraan itu.
mendengar jawaban Bunga Samson tersenyum smirk lalu dengan cepat menarik tengkuk Viola dan mencium bibir kekasihnya dengan rakus, Viola yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba tidak mau kalah, dia juga membalas ciuman Samson.
Mata Bunga membola menatap adegan yang tidak sepantasnya untuk di lihat, dengan cepat gadis itu membalikkan badan. kini hanya terdengar suara decapan bibir yang sedang baradu membuat perut Bunga bergejolak.
"Sial.." umpat Bunga lalu berlari keluar dari kamar.
Samson melepas pagutannya lalu tertawa terbahak-bahak membuat Viola mengernyit.
"Hahaha..."
"Apa ada yang lucu Baby?" tanya Viola.
"Tidak ada, Aku hanya ingin tertawa." ucap Samson tanpa memperdulikan kekasihnya yang tampak binggung.
Sementara itu di kamar mandi dapur Bunga tengah mengeluarkan semua makanan yang telah ia makan tadi pagi.
'Hoek..'
"Astaga Bunga Kamu kenapa?" tanya Bibi merasa kawatir.
"Bunga tidak apa-apa Bi hanya masuk angin." Bunga mencuci wajahnya di wastafel lalu berjalan menuju meja makan dan duduk disana.
"Wah makanannya banyak sekali Bi." ucap Bunga menelan ludah menatap makanan di meja makan yang begitu mengiyurkan.
"Tuan Adi dan Tuan Evan akan makan siang di rumah, kenapa Kamu berada disini nak cepat kembali lah ke atas." ucap Bibi lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Bunga menghembuskan nafasnya dengan kasar, meskipun begitu dia tetap menjalankan perintah dari wanita parubaya itu.
__ADS_1
Bersambung...