Novel Pindah

Novel Pindah
Perang Hampir Dimulai


__ADS_3

"Kenapa harus memukul sekuat itu Al?" tanya rekannya sembari meringis menahan luka yang di sebabkan oleh Albert.


Albert terkekeh mendengar para rekannya mengeluh."Kalian lemah sekali." Albert menuangkan wine ke dalam gelas dan meneguknya.


Ya dalang di balik penculikan Stella ialah Albert dan Arrabel, mereka berdua sepakat untuk bekerjasama mengambil hati Damien dan Stella, tujuan Albert melakukan ini untuk mencari simpati dari seorang Stella, gadis itu terlalu susah untuk di luluhkan membuat Albert memakai cara licik ini.


Flash Back on


"Ar Kakak butuh bantuanmu." kini Albert sedang barada di apartment Arrabel, pria itu membaringkan dirinya di sofa.


"Bantuan apa?" tanya Arrabel tanpa melirik Albert, gadis itu sibuk dengan kuku indahnya.


"Buat keponakan Om kesayanganmu itu keluar dari mansion malam ini."


Arrabel mengernyit. "Untuk apa Kak?"


"Aku ingin meluluhkan gadis bar-bar itu, gadis itu sangat susah untuk di dekati." Albert bangun kemudian duduk sembari menatap adiknya yang masih sibuk dengan kukunya.


"Apakah ini rencana Daddy mu itu?" mendengus pelan.


"Ya kamu benar adik ku, bukankah ini kabar baik untukmu agar gadis itu tidak menganggu Om kesayanganmu lagi jika Stella menjalin hubungan denganku."


Aktifitas Arrabel terhenti, ia mendongak menatap Albert yang berada di sampingnya, apa yang di ucapkan Kakaknya ada benarnya juga.

__ADS_1


"Ah Kakak benar, baiklah aku akan membantu mu." ucap Arrabel dengan semangat.


Albert tersenyum smirk, pria itu juga meminta bantuan pada rekan-rekannya agar rencana yang sudah ia susun berjalan sempurna.


Flash Back Off


Setelah kejadian semalam, paginya Damien langsung menuju markas, ia menyerahkan semua tugas kantor pada Robby, kebetulan Lano saat ini sedang berada di ruangannya, pria itu terlalu fokus hingga tidak sadar jika Damien sudah berada disana.


"Ekhem.." Damien berdehem dengan keras mengagetkan Lano.


"Akh shiitt.." umpat Lano memegang dadanya.


"Kamu mengumpatku Lan?" Damien menatap Lano dengan tajam, beraninya pria itu mengumpatinya.


Damien menghembuskan nafas dalam, kemudian pria itu mulai bercerita mengenai kejadian semalam.


"Menurutmu siapa yang ingin menculik wanita ku Lan?"Damien menegakkan tubuhnya, menatap Lano intenst, Lano pun juga menatap Damien keduannya mengangguk secara bersamaan.


"Ya mungkin dugaan kita sama." senyum smirk tersungging di bibir Lano dan Damien.


"Tapi sepertinya mereka mempunyai tujuan Om, tidak mungkin dengan mudah pria asing itu mengalahkan mereka." lanjutnya.


"Ya kamu benar Lano, dan tugasmu sekarang menyelidiki hal ini." ucap Damien kembali menyenderkan punggungnya.

__ADS_1


Lano mengangguk, pria itu berdiri ingin menelpon seseorang.


'Hallo.."


(.....)


"Hah benarkah?" tubuh Lano nampak menegang karena kaget.


(.....)


"Oke." telpon pun tertutup, Damien yang dari tadi penasaran siapakah yang di hubungi Lano dan kenapa mimik wajah pria itu berubah-ubah, kini mulai mengeluarkan suaranya.


"Ada apa Lan?"


Lano menghembuskan nafas kasar, sepertinya perang hampir akan di mulai.


"Cartel Sinaloa memiliki pemimpin baru, dia anak asuh dari Gent, dan yang melakukan penculikan itu ialah dirinya."


"****..kenapa mereka selalu mengibarkan bendera perang padaku." tangan Damien mengepal erat hingga urat nadinya tampak terlihat jelas.


Damien tidak ingin banyak rekannya tahu hubungannya dengan Stella, jika itu terjadi kemungkinan buruknya Ansel akan tahu kalau dirinya menjadikan anak gadis Ansel sebagai kekasih, maka dari itu jika Damien butuh bantuan, dia percayakan semuanya pada Lano.


Bagaimana sikap Damien jika dia tahu siapa anak asuh gent? siapa Kakak Arrabel dan siapa dosen yang keganjenan dengan kekasihnya? ikuti terus ya Kakak😁

__ADS_1


mau berapa bab untuk hari ini?🤭


__ADS_2