Novel Pindah

Novel Pindah
Teman Baru


__ADS_3

Disisi lain untuk pertama kalinya Stella mendapatkan teman baru di kampus, bukan hanya wanita saja tapi para pria pun mengajak dirinya berkenalan, sementara Vero hanya diam saja selama tidak ada orang asing yang mencurigakan, wanita cantik itu tetap diam memperhatikan setiap gerak gerik teman dari bosnya, hal itu membuat Stella bernafas lega, karena Vero tidak setenggil bodyguard sebelumnya.


"Perkenalkan nama gue Lexa ini Rosi, dua pria tenggil ini Ernad dan Anjas."


"Hai.." ucap ketiganya serempak.


Keempat orang ini gang yang paling terpopuler di kampus, mereka populer karena kecantikan dan ketampanannya saja, sementara Stella wanita cantik dan cerdas yang baru saja loncat kelas di kelas barunya, bisa di bilang keempat orang ini para senior Stella, tapi itu dulu sekarang tidak lagi, berkat kecerdasannya Stella bisa sepadan dengan mereka.


"Hai juga gue Stella." Stella menyalami keempatnya satu persatu.


Nampak Stella langsung akrab dengan keempat teman barunya, waktu terus berputar semua mahasiswa dan mahasiswi masuk ke kelas masing-masing, hingga waktu menunjukkan pukul 14.00, mata pelajaran pun telah usai.


"Stell, kita hang out bareng yuk." ajak Lexa.


"Kemana?" tanya Stella.


"Kemana kek kita ke mall atau nongkrong di cafe gitu." jawab Rosi.


"Iya Stell sekali-sekali, buat ngrayain pertemanan kita." ucap Ernad.


Setelah lama berfikir, akhirnya Stella pun mengiyakan, lagi pula saat ini masih pukul 2 sore.


"Cus lah kita cabut." ajak Stella.


Keempat temannya bersorak senang tapi tidak lama semuanya diam serentak saat Vero menatap tajam mereka satu persatu.


"Cantik sih tapi nyeremin." bisik Anjas pada Ernad.


"Iya bener kata loe." Ernad dan Anjas berjalan terlebih dulu, sementara Stella dan kedua temannya menyusul di belakang begitu juga dengan Vero.


"Kalian bareng aku aja, biar Ernad sama Anjas nyusul di belakang." ucap Stella.


Rosi dan Lexa mengangguk serempak, mobil pun bergantian melaju menuju tempat yang sudah di sepakati oleh mereka.

__ADS_1


Keempat orang ini lebih memilih nongkrong di cafe, kebetulan sore ini ada hiburan musik disana, tak lama mobil keduanya sampai di tujuan, sebelum Vero ikut masuk ia memberi informasi kepada Damien jika kekasihnya sedang berada di cafe bersama teman-temannya, tidak hanya itu Vero juga mengirimkan foto kebetulan saat itu Stella duduk di hampit oleh Ernad dan Anjas, hal itu membuat Damien seperti cacing kepanasan, tanpa berfikir lagi ia segera menuju lokasi dimana kekasihnya berada.


"Rob urus semuanya, aku harus pergi!" suruh Damien.


"Tuan mau kemana?" tanya Robby dengan nada panik, melihat Tuannya yang terlihat buru-buru dengan wajah masam, Robby berfikir jika ada masalah serius yang menimpa Tuannya.


"Jangan kawatir ini hanya masalah hati." Damien langsung pergi begitu saja, sementara Robby mendengus sambil mengeleng, apa lagi yang di lakukan Nona Stella pikirnya.


Di cafe kelima orang ini saling berbincang sembari memakan makanan ringan yang sudah mereka pesan, sementara Vero lebih memilih duduk disisi lain sambil memperhatikan sekitar.


"Ternyata loe anaknya seru juga ya Stell." ucap Rosi.


"Tak kenal maka tak sayang." ucap Stella sembari tersenyum.


"Kalau gitu gue boleh dong sayang sama loe Stell?" tanya Ernad dengan senyum mengoda, Anjas juga tidak mau kalah, pria itu juga ikut mengoda Stella.


"Kalau gue ngak cuma sayang Stell."


Kebetulan sekali, saat kedua pria itu mengoda Stella Damien sudah berdiri di belakang Stella dengan wajah masam, berani sekali kedua pemuda itu mengoda wanitanya.


"Gue ngak kenal." jawab Rosi dengan berbisik pula.


"Loe berdua ngapain sih bisik-bisik gitu?" Stella menautkan kedua alisnya saat kedua temannya menatap ke sisi belakang sambil berbisik.


"Tau, pengen kita gombalin kan kalian." ucap Anjas mengoda Rosi dan Lexa.


Sementara Lexa dan Rosi membuang muka sembari menunjukkan ekspresi muntah, Stella pun berusaha menahan tawanya.


"Ekhem.." deheman Damien membuat Stella dan kedua pria itu menoleh.


Tubuh Stella seketika menengang, sementara Ernad dan Anjas hanya saling pandang.


"Om Dam." seru Stella.

__ADS_1


"Siapa Stell Om kamu?" tanya Ernad.


Stella pun mengangguk, setelahnya Ernad dan Anjas saling berebut mengenalkan dirinya masing-masing pada Damien.


"Om saya Ernad calon pacar Stella."


"Saya Anjas calon suami Stella." Ucap keduanya memperkenalkan diri.


Wajah Damien telihat tidak baik-baik saja saat kedua pemuda itu memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri, Stella tidak ingin terjadi kericuhan disana, akhirnya ia memilih berdiri dan pamit kepada teman-temannya.


"Gaes aku duluan ya.." pamit Stella, langsung menyeret tangan Damien, membawah pria itu pergi dari sana di susul Vero di belakangnya.


"Siapa mereka?" tanya Damien tanpa menatap kekasihnya.


"Mereka temanku, terima kasih ya hubby sudah menganti bodyguard kemarin dengan Vero, aku suka." ucap Stella bergelanyut di lengan Damien dengan manja, sementara Vero sudah pulang membawah mobil yang ia pakai tadi.


"Tapi tidak perlu seakrab itu kan."


"Kamu kenapa sih by?" tanya Stella dengan kesal.


Melihat wanitanya berwajah masam Damien langsung menepikan mobilnya, tanpa basi-basi pria itu langsung menghujam bibir tipis Stella dengan bibirnya.


'Ehhhhmmmm..'


"Aku cemburu sayang kamu terlalu dekat dengan mereka." ucap Damien setelah bibir mereka terlepas.


Wajah Stella seketika merah merona, mendengar pengakuan dari kekasihnya.


"Benarkah hubby cemburu, akh hubby tidak pantas untuk cemburu, lihatlah berapa usia hubby." ucap Stella mengejek sembari tertawa geli.


Sementara Damien yang sedikit kesal, langsung memakan habis bibir kekasihnya, sembari mengigitnya gemas.


"Ayo berani mengejek lagi."

__ADS_1


"Iiich sakit.." keluh Stella sembari memegang bibir bawahnya.


Kini giliran Damien yang menertawai Stella, ia pun kembali menjalankan mobilnya menuju mansion.


__ADS_2