Novel Pindah

Novel Pindah
Peresmian Albert Sebagai Pemimpin


__ADS_3

Pagi ini dimana Derward akan memberikan kepemimpinannya pada Albert, sebenarnya Calista tidak setuju akan hal ini, dari awal menikah wanita ini memang tidak menyukai anak angkat dari suaminya itu, Calista berfikir Albert akan menjadi benalu dan penghalang untuk bisa menguasai harta suaminya, tapi apa mau di kata sang suami sudah teguh dengan pendiriannya, membuat dirinya tidak bisa berkutik lagi.


"Aku mengumpulkan kalian disini untuk mengumumkan hal penting (Saat itu Albert tepat bediri di samping Derward) you must know lah, siapa yang berdiri di samping ku saat ini, dia Albert putra kebangaan ku (Derward menarik nafas) dengarkan baik-baik, hari ini aku Derward ketua mafia Cartel Sinaloa memutuskan, mulai detik ini dan di jam ini Albert resmi aku tunjuk sebagai pengantiku, pemimpin Cartel yang baru."


Bagai dentuman bom atom yang meledak, semua anggota sangat terkejut mendengar keputusan sepihak dari Derward, banyak yang tidak setuju akan hal ini, bukannya mereka tidak suka dengan pilihan pemimpinnya, tapi mereka memang belum mengenal siapa Albert, mereka mengira Albert hanyalah seorang pemuda yang tidak memiliki kemampuan apapun.


Seruan penolakan terus di lancarkan oleh pihak anggota, sementara Albert tetap berdiri dengan tenang, ia tidak sama sekali terpancing dengan ucapan-ucapan anggota Cartel yang menganggapnya remeh.


"Kenapa harus dia."


"Dia belum berpengalaman."


"Masih banyak anggota kita yang lebih berhak menjadi kandidat."


Teriakan satu persatu terlontar dari mulut mereka, hingga suara Derward mengema memecah kegaduhan itu.


"Diaaaammm.." teriak Derward dengan lantang.


Ribuan orang yang berada disana diam serempak, setelahnya muncul tayangan Albert di layar monitor besar yang berada di depan, tempat itu memang di khususkan untuk perkumpulan besar seperti saat ini, nampak tayangan dimana Albert melatih semua anggotanya yang berada di Amerika, bukan hanya itu tayangan merakit bom pun nampak jelas terlihat di layar monitor, membuat semua orang yang berada di sana terkagum-kagum dengan kemampuan seorang Albert.

__ADS_1


"Bagaimana? kalian masih meragukan putra terbaik ku?" tanya Derward pada anggotanya.


"Tidak Gent." jawab mereka serempak.


Bibir Derward tersenyum senang saat semuanya dengan serempak menyebut nama Albert.


"Albert.. Albert.. Albert.." gemuruh suara anggota kini memenuhi seluruh ruangan.


"Selamat son, Daddy bangga padamu, buat mereka menjadi lebih tangguh lagi, Daddy ingin melihat perubahan mereka sebelum Rick Devil bertindak menyerang kita." wajah Derward penuh harap.


"Yes Dad, aku akan bimbing mereka sesuai permintaan Daddy."


Di tempat Lain


Saat ini Ansel dan rekannya sedang berkumpul di markas, mereka sedang mencari solusi mengenai perbedaan tempat tinggal yang terlampau begitu jauh.


"Ya kamu benar sel, kita tidak bisa menyerang jika posisi kita berpencar seperti sekarang." seru yang lainnya.


Selama 5 jam Ansel berada di markas, padahal hari ini waktunya ia menemani keluarganya di rumah, dimana semua keluarga tengah berkumpul di hari minggu seperti sekarang ini, sudah 5 jam bermusyawarah dan saling bertukar pendapat, tapi Ansel dan yang lainnya belum menemukan jalan keluarnya, karena sudah sangat lama berada di markas akhirnya Ansel pun memutuskan untuk pulang ke mansion, menemui istri dan si kembar.

__ADS_1


"Sayang.." Ansel mengecup bibir Bella dengan mesra, ia saat ini sudah berada di mansion.


"Kemana anak-anak?" tanyanya lagi.


"Mereka berada di kamar masing-masing mungkin tidur siang, kamu sudah makan?" Bella mengandeng tangan suaminya menuju kamar.


"Kebetulan belum sayang, aku lapar sekali."


"Mandi lah dulu, oh ya tadi Arka menelpon dia bilang lusa dia dan istrinya akan datang kemari." ucap Bella membantu membukakan jaket yang suaminya pakai.


"Oh ya, tumben sekali anak itu." ucap Damien.


Sejak menikah Arka memilih berpindah ke negara tetangga, karena sang istri memang asli orang sana, kebetulan disana Arka juga di tugaskan sang mertua untuk meneruskan kepemimpinan di perusahaan milik keluarga, karena pengaruh usia yang tidak memungkinkan lagi untuk menjalankan bisnis keluarga, istri dari Arka juga anak semata wayang yang mereka miliki, jadi semua tanggung jawab perusahaan di alihkan padanya, mau tidak mau Arka di sibukkan dengan tanggung jawab perusahaan hingga pria itu jarang sekali berkunjung ke mansion utama.


Selepas mandi Bella menemani suaminya makan siang, lepas itu keduanya bersantai di ruang keluarga.


"Pa kamu tidak menyuruh anak buahmu lagi untuk mengawasi putri kita?" tanya Bella, keduanya sudah berada di kamar.


"Papa percaya Damien sayang, semoga pria itu benar-benar menjaga putri kita, untuk sementara ini tidak ada kendala seperti sebelum-sebelumnya, sepertinya Cartel sudah puas berhasil membunuh Om Daniel, tapi Papa masih penasaran apa motif Gent membunuh Om Daniel, kalau motif balas dendam kenapa keluarga kita tidak mendapat penyerangan lagi, seakan-akan mereka melakukan pembunuhan ini atas dasar keinginan seseorang."

__ADS_1


"Ya kamu benar Pa, aku jadi curiga ada orang lain di balik Gent, menyuruh pria itu untuk menculik dan membunuh Om Daniel." Bella pun berfikiran sama.


Memang telat menyadari hal ini, tapi ini tetap harus di selidiki, secepatnya Ansel akan membicarakan kecurigaannya mengenai kematian Om Daniel pada Damien.


__ADS_2