Novel Pindah

Novel Pindah
Ke Butik


__ADS_3

Pagi ini lagi-lagi Samson absen ke kantor, hari ini ia ingin membawah Bunga pergi ke butik langganan keluarganya. nampak pria itu sudah bersiap menunggu Bunga di ruang tamu. Samson duduk bersandar sembari fokus ke arah ponselnya.


Tak berapa lama dari dalam datang wanita dengan tampilan seadanya. pagi ini Bunga memakai celana jeans dengan atasan kaos dan kemeja tanpa di kancingkan, jangan lupa rambut panjang yang selalu di kuncir kuda. style Bunga yang ala kadarnya. melihat penampilan Bunga saat ini tidak membuat Samson mengurungkan niatnya untuk membawah gadis itu. ia memasukkan ponsel ke dalam saku celananya lalu beranjak dari sofa.


"Sudah siap?"


Bunga hanya menjawabnya dengan anggukkan, nampak kecangguan di antara keduanya. Samson membiarkan Bunga berjalan lebih dulu. sebelum gadis itu mendekati mobil, Samson dengan langkah cepat mendahului dan membukakan pintu mobil untuknya. hati Bunga menghangat mendapat perhatian kecil yang di berikan Samson padanya.


"Terima kasih." Bunga tersenyum lembut.


Samson mengangguk terlihat senyum tipis di sudut bibirnya.


Kini mobil milik Samson melaju membelah jalanan kota melintasi hiruk pikuknya kemacetan. keduanya sama-sama diam, Bunga yang sungkan memulai obrolan sementara Samson tidak memiliki keberanian untuk membuka suara. hanya ada keheningan menemani perjalanan mereka, akhirnya Bunga memilih mengirim pesan pada Meta jika nanti malam dirinya akan datang bersama majikannya ke pesta itu.


Ya Bunga sudah menceritakan semua yang terjadi pada sahabatnya, bagaimana dirinya bisa mengenal keluarga Winata sampai perjodohan dadakan itu pun terjadi. Meta merasa terkejut namun juga bahagia mendengar kabar itu. keduanya hanya bisa berharap semoga keluarga Winata bisa membangun dan memberikan kasih sayang tulusnya tanpa embel-embel lain.


"Ayo turun Kita sudah sampai." Saat Samson ingin turun dari mobil, Bunga dengan reflek menahan tangan Samson.


"Mau apa kemari?" Bunga mendonggak menatap butik itu dengan mata menyipit.


"Jangan banyak tanya, cepat turun."


Samson turun dari mobil di susul Bunga. dengan malas Bunga mengikuti Samson, sudah bisa di tebak apa yang akan Samson lakukan. Bunga hanya bisa pasrah sebab menolak pun tak bisa.


Kedua orang berbeda jenis itu menjadi pusat perhatian para pelangan butik yang lain. jika di lihat dari sisi manapun Samson terlihat begitu sempurna, sementara wanita yang berjalan di sampingnya sangat jauh dari kata sempurna.


"Selamat pagi Tuan Samson, ada yang bisa Kami bantu?" pemilik butik langsung melayani pelanggan setianya dengan sopan karena mereka segan.


"Carikan wanitaku gaun paling mahal disini."


Samson mendapat lirikan maut dari Bunga. meskipun wajahnya terlihat tidak suka saat Samson menyebutnya wanitaku ,namun di hati terdalamnya ia sedikit senang. ya hanya sedikit karena Bunga belum memiliki perasaan pada Samson.

__ADS_1


Sementara sang pemilik butik terdiam, ia cukup terkejut saat Samson mengklaim gadis tomboy yang berdiri di samping pria itu sebagai wanitanya. setau mereka kekasih dari seorang Samson ialah Viola model papan atas yang tengah naik daun.


Pemilik butik menatap Bunga dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan sinis. terbesit di fikirannya jika Bunga seorang wanita simpanan Samson.


"Hey, kalian dengar tidak?" Samson geram melihat pemilik butik


dan beberapa anak buahnya memandang Bunga dengan tatapan sinis.


"EH, iya Tuan. mari Nona ikut kami."


Tidak ingin membuat Samson marah dan gagal belanja di butiknya, dengan segera pemilik butik dan para bawahannya membawah Bunga ke ruangan di mana gaun-gaun indah itu berada.


Bunga hanya bisa pasrah mengikuti kemana orang-orang itu berjalan, sedangkan Samson mendapat pelayanan baik dari para pegawai butik.


"Ada 5 gaun rancangan terbaru Nona, silahkan Nona pilih." Pemilik butik memaksa senyumnya, sebagai penjual yang baik dia harus profesional dan mengesampingkan ketidak sukaannya pada pembeli satu ini.


Bunga melihat 5 gaun dengan desain berbeda, dari yang tertutup maupun terbuka. sungguh dari pada di suruh memilih salah satu gaun terbuka itu, lebih baik Bunga di suruh menghadapi para preman saja.


"Saya tidak mengerti fashion, tolong pilihkan saja mana yang bagus." akhirnya Bunga bersuara.


"Silahkan di coba Nona, maaf saya tinggal dulu. semoga Tuan Samson puas dengan layanan kami." ucapnya lalu pergi meninggalkan Bunga yang kini di giring oleh 2 pegawai ke ruang ganti untuk mencoba satu persatu gaunnya.


Bunga kini memakai gaun berwarna merah menyala, gaun tanpa lengan yang membuat area dadanya terekspos. ia merasa risih saat memakai gaun itu, saat ia memaksa para pegawai untuk melepas dan berganti gaun yang lain Samson tiba-tiba saja datang mengejutkan ketiganya.


"Apa yang kalian lakukan, kenapa lama sekali." Samson mengoceh saat membuka pintu, ia ingin memarahi Bunga karena sudah membuatnya menunggu lama. tapi bibir tebal itu terdiam saat melihat penampilan Bunga yang membuat netranya tidak berkedip.


"Tuan apa yang Anda lakukan?" Bunga berusaha menutupi kedua dadanya yang tampak menyembul.


Samson hanya mematung tanpa merespon pertanyaan Bunga.


"TUAN.." Bunga memanggilnya sedikit keras agar lamunan pria itu tersadar, dan benar saja mendengar suara Bunga yang memanggilnya membuat Samson salah tingkah.

__ADS_1


"Cepatlah kita harus ke kantor setelah ini." Samson berbalik ingin meninggalkan ruang ganti, namun langkahnya terhenti saat Bunga kembali bicara.


"Tapi Saya kesusahan memilih gaunnya Tuan."


"Pilih saja mana yang Kamu suka, tapi jangan terlalu terbuka seperti itu." Samson menatap kedua dada Bunga sembari menelan ludah lalu kembali melangkah keluar.


"Mbak pilihkan saja gaun yang tidak terlalu terbuka, saya percaya dengan pilihan kalian."


Kedua pegawai itu saling pandang lalu sama-sama menganggukkan kepalanya.


Bunga membawah papper bag yang berisi gaun, ia tidak mencoba maupun melihat gaun yang di pilih pegawai itu karena Samson sudah berteriak memanggilnya.


"Kenapa lama sekali?" tanpa menunggu jawaban Bunga Samson beralih ke kasir membayarnya mengunakan kartu ajaib yang ia punya.


Samson tadi sempat mendapat pesan dari Evan, pria itu menyuruhnya ke kantor karena ada kendala sedikit. sebab itulah Samson menyuruh Bunga memilih gaun dengan cepat.


Keduanya kini berada di mobil, Samson mulai tancap gas meninggalkan butik menuju perusahaan WT grup.


*


*


Disisi lain Damar serta istrinya tengah menyiapkan acara untuk nanti malam, acara ini untuk umum. selain merayakan hari lahir Damar juga akan mengumumkan pengalihan jabatan sebagai Ceo pada putra satu-satunya yang ia miliki yaitu Reno.


Damar juga berniat memancing keponakannya untuk keluar dari persembunyiannya dengan cara mempublis foto sang adik ke media.


"Bagaimana persiapannya Ma, apa sudah 100%." Damar berdiri menatap para pekerjanya yang sibuk mondar mandir menghias halaman dan ruang tamu.


"Hampir masih 80% Pa, apa rencana Papa akan berhasil?"


"Harus Ma, melihat foto yang kita sebarkan. gadis itu pasti akan hadir di acara nanti malam." Damar terlihat yakin apa yang di rencanakannya akan berhasil, sebentar lagi semua kekayaan yang ia miliki akan benar-benar menjadi miliknya.

__ADS_1


*Bersambung ...


Maap-maap ye readers baru bisa up😭*


__ADS_2