Novel Pindah

Novel Pindah
Terbongkar Sudah


__ADS_3

Di Kediaman Damien


Setelah mendapat kabar dari Ansel tentang kecurigaannya pada seseorang, akhirnya Damien memutuskan untuk bertemu dengan Lano, pria dengan kecerdikan di atas normal itu pasti mampu memecahkan masalah ini.


"Brengsek, karena terlalu bahagia akan restu Papa aku jadi bodoh begini." umpat Damien.


"Hubby mau kemana?" suara Stella tiba-tiba mengejutkan Damien.


"Aku keluar sebentar ingin menemui Lano, kamu baik-baik di rumah ya." Damien mengacak rambut Stella dengan gemas.


"Hari semakin sore loh, masak mau keluar lagi." ucap Stella sembari cemberut.


Dari pagi Damien pergi entah kemana, ia baru sampai mansion pukul 13.00 siang dan sekarang pria itu mau berangkat lagi, hal itu membuat mood Stella hancur seketika, padahal malam ini ia ingin mengajak Damien makan malam di luar.


"Ada hal penting yang harus aku selesaikan sayang." bujuk Damien.


"Pergi sana, lebih baik aku keluar dengan teman baruku." Stella akan beranjak dari tempat duduknya, dengan cepat Ansel menarik tangan kekasihnya.


"Ikut aku saja." tanpa banyak bicara Damien mengandeng tangan kekasihnya menuju mobil, disana sudah ada Robby yang menunggu.


Wajah Stella berbinar, ternyata triknya berhasil juga, mobil pun melaju membelah jalanan kota paris, tidak menunggu waktu lama mobil pun akhirnya sampai di markas, sebelumnya Damien sudah mengabari Lano jika ia ingin bertemu, Lano pun mengiyakan kebetulan sore itu dirinya juga berada disana, sembari menunggu Damien datang Lano duduk di depan komputer canggihnya.


"Ayo sayang kita masuk."


Untuk pertama kalinya Damien mengajak Stella ke markas, untung saja sore ini situasi di markas nampak sepi.

__ADS_1


"Beruntung tidak ada orang." batin Damien tersenyum.


Damien dan Stella langsung melangkah menuju ruangan Lano, dia tahu jika Lano menunggunya disana, sementara Robby memilih berjaga di luar.


"Tok Tok Tok.." setelah mengetuk pintu Damien langsung masuk.


"Lano.."


"Hai Om, apa kabar." Lano menjabat tangan Damien.


"Hai Stella.." sapanya pada Stella.


"Hai Lan."


"haha Santai lah Om." Lano tertawa renyah menanggapi sikap bucin Damien.


Ya hanya Lano yang tahu jika Damien dan Stella memiliki hubungan khusus. "Apa yang membuat Om tiba-tiba ingin menemui ku."


"Lan, tolong cari tahu apa ada orang lain di balik Gent." jawab Damien ambigu.


"Maksud Om, Om mencurigai ada seseorang yang menyuruh gent untuk membalas dendamnya pada keluarga Om Dam begitu?"


"Yes, tepat." Damien menepuk pelan bahu Lano.


Sementara Stella lebih memilih bermain game, dia tidak tertarik sama sekali mendengar pembahasan mereka.

__ADS_1


"Kasih waktu Lano dua hari Om atau secepatnya Lano akan mengabari Om Dam." ucap Lano tanpa ragu.


"Oke, maafkan Om sudah merepotkanmu." ucap Damien merasa sungkan.


"Tidak ada yang di repoti kok Om."


"Baiklah kalau begitu Om dan Stella pamit pulang, sepertinya wanitaku tidak nyaman berada disini " Damien melirik Stella sekilas.


Lano terkekeh mendengar ucapan Damien, ia tidak habis fikir kenapa dirinya dan ketiga kawannya bisa kalah saing dengan Damien, yang notabenya jauh lebih pantas menjadi kekasih Stella.


"Hati-hati."


Damien mengangguk, sementara Stella menjawabnya dengan senyuman, Keduanya pun mulai meninggalkan markas, Lano yang merasa tertantang dengan tugasnya lebih memilih tetap tinggal, ia fokus mengerjakan tugas barunya dari Damien.


**


Dua hari berlalu, Lano mengirim email ke akun Damien, pria muda itu tidak menyangka jika di balik pembunuhan Tuan Daniel ialah Calista seseorang di masa lalu Damien.


Saat ini Damien sedang berada di kantor, pria itu sibuk mengecek berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya, tiba-tiba saja ia mendapat notif email dari Lano, seketika Damien meninggalkan pekerjaannya begitu saja dan fokus pada komputernya.


Bagai tersambar petir saat Damien membaca email dari Lano, disana berisi semua informasi tentang Gent.


"Brengsek keparat, ternyata dalang di balik semua ini wanita siluman itu." umpat Damien saat tahu siapa istri dari Gent.


Akhirnya terbongkar sudah, tapi ini belum apa-apa, Damien belum tahu saja jika masih ada dalang lain yang ikut serta di dalamnya.

__ADS_1


__ADS_2