Novel Pindah

Novel Pindah
Salah Tangap


__ADS_3

Damien berjalan menuju kamar Stella, sudah terlalu lama ia mengacuhkan gadisnya hanya karena menemani juniornya yang menyebalkan itu, Damien membuka pintu dengan sangat pelan, nampak gadis cantik sedang menangis tersedu disana, posisi Stella membelakanginya, ia berjalan pelan dan mendudukkan dirinya di sisi ranjang.


"Sayang maafkan Aku, Aku tidak bermaksud kasar padamu, Aku hanya tidak ingin kamu dekat-dekat dengan pria lain, apalagi si Albert itu." Damien mengepalkan tangan saat menyebut namanya.


"Hiks..pria sialan."


Umpatan Stella membuat Damien terkejut, sebegitu marahkah kekasihnya hingga membuat gadisnya berbicara kasar, ia pun merasa sangat bersalah.


"Ya hubby memang pria sialan, kau boleh menghukum ku tapi jangan menangis seperti ini." ucapnya sendu, Damien juga merasakan sakit saat melihat wanitanya menangis.


"Kenapa kamu berselingkuh dengan sekertaris mu itu." gerutu Stella kembali.


Damien menautkan kedua alisnya, berselingkuh dengan sekertaris? apa kekasihnya lupa jika tangan kanannya Robby juga merangkap sebagai sekertarisnya di kantor. mungkinkah Stella mengira jika dirinya belok? membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik.


"Sayang aku masih normal, walaupun aku pernah mendapat gelar jomblo akut tapi aku masih menyukai wanita." Damien mengoyang bahu Stella agar gadis itu menghadapnya.


"Apa'an sih by." Stella berbalik dan mendudukkan dirinya dengan kesal, nampak tangan kanan gadis itu tengah memegang sebuah buku.


"Hubby tidak berselingkuh sayang, masak iya aku berpacaran dengan Robby." ucapnya sembari bergidik.


Stella menautkan kedua alisnya mendengar ucapan Damien, ia terdiam sejenak lalu sedetik kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha.."

__ADS_1


"Mungkin benar kata Dimitri, aku terlalu mengekangnya hingga membuatnya setres." batin Damien menatap wanitanya sendu, sembari mengelus kepala wanitanya dengan lembut.


Melihat ekspresi kekasihnya yang menyebalkan, dengan reflek Stella menipis tangan kekar itu dari kepalanya.


"Apa sih, Hubby aneh deh."


"Kamu tidak apa-apa kan?" Damien terlihat kawatir.


"Memang aku kenapa, sudah sana pergi ganggu orang baca novel saja." usir Stella sembari mengelap sisa airmata dan ingusnya.


Damien terbenggong seperti orang bodoh, ternyata dirinya salah tangap, pria itu berdehem untuk menutupi rasa malunya lalu keluar dari kamar Stella sambil menghela nafas. "Sungguh memalukan." gumamnya.


Sore pun tiba Damien mengumpulkan para anggota Rick Devil di halaman mansion, untuk pertama kalinya meraka datang ke mansion milik pemimpin Rick Devil, banyak persiapan dan strategi yang harus mereka susun untuk berjaga-jaga, agar kubu lawan tidak bisa menembus perbentengan mereka.


"Aaaaaa mereka tampan-tampan sekali." Stella berjingkrak senang.


"Apa Om Dam mengadakan sayembara untuk ku? ah bodoh itu tidak mungkin, aku kan kekasihnya." ia mengerutu sembari menepuk jidatnya.


Sementara di bawah sana banyak anggota Rick Devil yang sadar akan kehadiran bidadari surga. (Terlalu lebay tapi terserah Author)


"Coba kalian lihat, disana ada gadis cantik." ucap pria berwajah bule.


"Mana?"

__ADS_1


"So beautiful, siapa ya dia."


"Cantik sekali." ucap mereka bersahut-sahutan.


Para rekan Rick Devil yang tadinya fokus mendengar Damien kini malah lebih fokus melihat pemandangan indah yang mubazir jika di lewatkan, tentu hal itu tertangkap oleh mata Damien.


"Lihat apa sih mereka?" batin Damien mengikuti arah pandang juniornya.


"Shiiit.." umpat Damien, ia di buat geram dengan tingkah kekasihnya.


Dengan cepat Damien mengambil ponsel di saku celana bahannya dan mengetik sesuatu. sementara di balkon, Stella yang mendengar bunyi notifikasi pesan di ponselnya kembali masuk ke dalam.


"Siapa sih ganggu saja." Stella mengambil ponsel yang berada di atas ranjang dan membukannya.


Hubby


Masuklah jangan tebar pesona pada pria lain, kau milik ku.


Isi pesan dari Damien membuat Stella mendengus. " Tuh kan aku bilang apa, ngak mungkin Om ngadain sayembara untuk ku, sepertinya ada hal penting yang belum aku ketahui." wajah Stella berubah serius.


Gadis cantik ini memang tidak tahu jika sang kekasih tengah menyandra seorang wanita di ruang bawah tanah.


Lanjuuuut ya sampai eps 100 Amiiinnn🤭 kalau bisa lebih😁 up nya aku banyakin biar cepat kelar ceritanya😂

__ADS_1


__ADS_2