Novel Pindah

Novel Pindah
Tinggalkan Wanita Itu


__ADS_3

Biasakan like sebelum membaca😘


Happy Reading😍


"Lo tadi ngapain ikut Gue nguping, jangan bilang Lo suka lagi sama Bunga." tuding Evan saat keduanya sudah berada di dalam mobil.


EH!


"Jangan bercanda, dia bukan tipe Gue." ucap Samson sedikit kelabakan, entah mengapa akhir-akhir ini dirinya merasa aneh.


"Good, karena dari awal bertemu Gue udah suka sama Bunga."


'Chiiiiiiiit' tiba-tiba Samson mengerem mobil secara mendadak setelah mendengar ungkapan perasaan Evan. ya kali ini Samson yang mengemudi mobilnya.


"Shiit.. Lo kenapa sih." kesal Evan yang hampir saja kepentok dasboard.


"Sorry." hanya itu yang di ucapkan Samson, ia kembali menjalankan mobilnya, keduanya pun sama-sama diam hingga akhirnya mobil sampai di perusahaan WT Grup.


Selama bekerja Samson tidak bisa berkonsentrasi, ucapan Evan yang mengakui rasa sukanya pada Bunga membuatnya terus gelisah.


"Sial.. kenapa jadi gelisah gini sih." Samson meremas rambut dengan kedua tangannya.


Waktu pun berjalan dengan cepat, Samson dan Evan hari ini pulang pukul 18.00, kini keduanya sudah berada di mobil dan bersiap untuk pulang. lagi-lagi Samson lah yang menyetir entah mengapa ia ingin cepat sampai ke rumah.


"Santai aja napa bawah mobilnya." gerutu Evan karena Samson melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


"Capek Gue, biar cepat sampai."


Evan pun pasrah sebab dirinya juga sama lelahnya dengan Samson, selama berada di perjalanan ia memilih untuk menutup mata.


Di Kediaman Samson


Sesuai janjinya dengan Reno, kini Bunga bersiap untuk makan malam, ia sengaja memakai dress motif Bunga yang sangat pas dengan tubuhnya, ia hanya memakai riasan tipis meskipun begitu tetap membuatnya tampak sangat cantik dan imut. tak lupa plaster yang terpasang di pipinya ia lepas.


"Perfect." ucap Bunga saat melihat penampilannya di pantulan kaca.


"Bunga akan melakukan apapun demi Papa dan Mama." gumamnya lagi dengan seringai di bibirnya.


Entahlah saat ini tujuan Bunga hanya satu, ingin membalaskan dendamnya pada Bram, bahkan ia melupakan sesuatu. seorang Bram bisa saja membunuhnya dengan mudah, pria tua itu memiliki banyak anak buah yang dengan setianya mematuhi semua perintah dari seorang Bram.


Kini Bunga turun ke bawah mengunakan tangga, saat ia melangkah di tangga terakhir, Mama Rika yang baru saja keluar dari dapur dengan membawah minuman dingin tiba-tiba menghentikannya.


"Sayang tumben cantik banget menantu Mama ini, mau kemana Kamu?" Mama Rika penasaran tumben sekali Bunga pergi dengan penampilan feminim seperti sekarang.


"Em Bunga ada keperluan sebentar dengan teman Bunga Ma." jawab Bunga dengan sungkan.

__ADS_1


"Tak apa, biar di antar supir saja ya." pinta Mama Rika.


Bunga terlihat berfikir kemudian mengiyakan permintaan calon mertuanya.


"Baik Ma." ucap Bunga seraya tersenyum.


"Ya udah hati-hati ya sayang." Mama Rika mengelus pundak Bunga lalu meninggalkan gadis itu dengan membawah segelas air dingin ke kamarnya.


Usai berpamitan dengan calon mertua dan mendapatkan izin, Bunga dengan semangat berjalan keluar, kebetulan dari arah ruang tamu ia melihat dua pria yang terlihat kelelahan itu berjalan masuk dengan wajah lesu.


"Kak Evan, Tuan Sam." Bunga berhenti menyapa keduanya.


Kedua pria muda yang terlihat lesu itu langsung mengernyitkan dahi menatap Bunga dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Bunga cantik sekali, mau kemana Kamu?" tanya Evan, badannya kembali tegap dan memasang senyum terbaiknya. sementara Samson berdiri seperti patung menatap Bunga yang terlihat berbeda, meskipun sebelumnya ia sudah pernah melihat Bunga berpenampilan seperti ini. tapi entah malam ini Bunga terlihat begitu cantik di matanya.


"Mau makan malam Kak sama teman." jawab Bunga sembari tersenyum.


"Aku berangkat dulu ya Kak, Tuan permisi." Bunga berjalan melewati keduanya dengan menunduk sopan.


"Gila mau makan malam sama siapa dia, ngak bisa di biarin ini." gumam Evan membalikkan tubuhnya kembali keluar meninggalkan Samson yang masih mematung.


Terlihat mobil yang membawah Bunga baru saja keluar dari halaman rumah Samson, Evan yang berniat mengistirahatkan tubuhnya mengagalkan niatnya, ia memilih mengikuti gadis itu dari pada mati karena penasaran.


"Loh ngapain Lo masuk lagi?" tanya Evan menautkan kedua alisnya melihat Samson ikut kembali ke mobil.


"Lo mau kemana?" tanya Samson balik.


"Ngikutin Bunga." jawab Evan dengan wajah bodoh.


"Ya udah cepetan, keburu ilang mobilnya."


"Eh iya." lagi-lagi Evan menurut, pria itu melajukan mobilnya cukup cepat agar bisa menyusul mobil yang membawah Bunga tadi.


*


*


Di resto nampak pria memakai kemeja biru tengah menunggu seseorang, sebenarnya ia ingin memesan ruangan VIP agar pendekatannya dengan sang gebetan berjalan dengan lancar namun wanita itu menolaknya.


"Maaf menunggu lama." ucap seorang wanita yang baru saja datang.


"Bunga, tak apa Aku tidak keberatan meskipun harus menunggu beberapa jam lagi, silahkan duduk." gombal Reno.


Bunga mencoba tersenyum meskipun di lubuk hatinya ia ingin sekali memberikan bogem mentahnya ke wajah pria itu.

__ADS_1


"Ada perlu apa Kak Reno mengajakku kesini?" tanya Bunga to the poin.


"Jangan buru-buru, kita pesan sesuatu dulu." Reno memanggil weaters dan memesan makanan untuknya dan Bunga.


"Mau minum apa?" tanya Reno pada Bunga yang terlihat cantik malam ini.


"Terserah Kak Reno." jawab Bunga dengan senyum yang di paksakan.


Sebenarnya Bunga tidak nyaman berada dekat dengan pria di depannya karena sejak tadi Reno memandangannya dengan intens, hal itu membuatnya risih.


Waiters pun pergi membawah buku pesanannya.


"Begini Bunga, Aku ingin jujur padamu." Reno menghentikan ucapannya sejenak.


"Sebenarnya Aku menyukaimu sejak Kita pertama kali bertemu, maaf mungkin ini terlalu cepat dan membuatmu tidak nyaman, tapi inilah yang Aku rasakan. Aku tidak ingin keduluan yang lain, emm mau tidak Kamu menjadi kekasihku." Reno menatap Bunga penuh harap.


Bunga sudah menduga ini akan terjadi, di dalam hati ia bersorak senang karena apa yang Reno katakan mempermudah rencananya.


"Benarkah? bagaimana dengan Viola, bukankah dia kekasihmu Kak." ucap Bunga membuat Reno gelagapan.


"K-kau tau itu?" tanya Reno dengan gugup.


"Heeemm, tenang saja mulutku ini tidak ember rahasia kalian tidak akan di ketahui oleh Tuan Samson." Bunga menghentikan ucapannya saat waiters datang membawah pesanan mereka.


"Maafkan Aku tapi Aku benar-benar serius menyukaimu Bunga." ucap Reno dengan wajah serius.


"Kalau begitu tinggalkan wanita itu." Bunga mengambil gelas yang berisi jus lalu meminumnya.


Reno sejenak terdiam, cukup berat meninggalkan Viola begitu saja karena jujur ia masih mencintai wanita itu.


Melihat Reno yang hanya diam, Bunga langsung beranjak dari kursinya.


"Sepertinya Kak Reno sangat mencintainya."


"Bunga jangan pergi, Aku janji akan meninggalkannya." Reno mencekal tangan Bunga yang ingin beranjak pergi.


"Benarkah?" Bunga tersenyum.


"Iya demi Kamu." jawab Reno dengan mantap.


Bunga akan kembali duduk namun ia di kejutkan dengan suara orang yang sangat di kenalinya.


"LEPASKAN TANGANMU DARI CALON ISTRIKU."


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2