
Biasakan Like Sebelum Membaca😘
Terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi. setelah membantu Mama Rika memasak, Bunga pamit ke kamar untuk membersihkan badannya yang sudah sangat lengket karena hari hampir menginjak petang, gadis itu berdiri di bawah shower dengan mata terpejam, keputusan yang ia buat untuk menerima perjodohan itu membuatnya sedikit ragu, tapi tidak ada cara lain hanya dengan menjadi istri Samson orang terkaya no 1 di negara ini membuat ia semakin mudah menghancurkan mereka. apalagi keduanya rival yang sama-sama ambius untuk melumpuhkan satu sama lain.
Bunga menghabiskan waktu sekitar 1 jam di kamar mandi. merasa tubuhnya kembali rileks, ia pun menyudahi acara mandinya. tangan Bunga terulur mengambil handuk kecil untuk menutupi tubuhnya yang polos, sudah kebiasaan lama seorang Bunga, ia selalu keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan handuk. bibir sexy itu bersenandung sembari mengeringkan rambut indahnya yang masih basah, setelah mencepol rambutnya dengan handuk Bunga keluar dari kamar mandinya.
"Sial, apa yang dia lakukan." batin Samson bergejolak.
Ya Samson yang saat itu ingin membuat perhitungan pada Bunga karena gadis itu sudah berani menantangnya di buat gelagapan sendiri saat melihat pemandangan indah yang di suguhkan oleh pemilik kamar. jakun Samson naik turun saat matanya memandang paha mulus milik Bunga. bahkan celana yang tadinya longgar kini terasa sesak saat big cobra terbangun dari tidur lelapnya.
Samson menutup pintu kamar Bunga dengan pelan, tapi na'as sang pemilik kamar menyadari kehadirannya. keduanya kini saling tatap, cukup lama mereka terdiam hingga kesadaran Bunga mulai kembali.
"Aaaaaaaaa.." Bunga berlari mengambil selimut yang berada di atas ranjang dan melilitkan selimut itu pada tubuhnya.
"Apa yang Tuan lakukan disini?" Bunga berdiri di samping ranjangnya sembari menatap Samson tajam.
Samson tersenyum miring sembari melangkah mendekati gadis itu.
"Kau tau apa kesalahanmu hari ini?" Samson semakin mendekat, sementara Bunga berjalan mundur.
"Saya tidak melakukan apapun." jawab Bunga dengan polos.
__ADS_1
Samson berdecak, kemudian memegang kedua bahu Bunga dengan erat.
"Kenapa Kamu menerima perjodohan ini?" Samson menatap Bunga dengan tajam, kedua tangannya tanpa sengaja meremas bahu gadis itu cukup kuat.
Sebisa mungkin Bunga mengendalikan dirinya agar tidak menyakiti pria yang tengah menatapnya murka. Bunga hanya diam, ia lebih memilih memalingkan wajahnya dari pada memandang pria sejuta pesona di hadapannya.
"JAWAB AKU." teriak Samson melepas cengkraman itu dengan keras, membuat tubuh Bunga sedikit terhuyung ke belakang.
"Apa karena ini Kamu ingin menikah dengan ku, IYA." Samson mengambil uang di saku celanannya lalu melempar beberapa lembar ke wajah Bunga.
"Cepat katakan, berapa harga mu Aku akan membayarnya. tapi batalkan perjodohan kita dan segera pergi dari kehidupanku." pekik Samson lagi.
Bunga yang dari tadi menghindari tatapan Tuannya kini dengan berani menatap Samson dengan tajam, sungguh ucapan Samson membuat dirinya terhina. ia melangkah mendekati Tuannya dengan aura yang berbeda.
"Apa maksudmu?" tanya Samson dengan lantang, ia merasa tersinggung ketika Bunga menyebutnya pria lemah.
"Apa Anda mengenal Reno Putra Admaja atau Bram Admaja?" Bunga mengangkat satu alisnya kemudian tersenyum.
"Kita memiliki musuh yang sama, Saya ingin menghancurkan hidup mereka sehancur-hancurnya." hinaan yang Samson berikan padanya tidak membuatnya gegabah, ia harus bisa mengambil hati Tuannya agar rencananya berjalan dengan lancar.
"Saya ingin menawari Anda kerjasama, apa Anda percaya denganku?"
__ADS_1
Samson berfikir sejenak kemudian menatap Bunga dengan tatapan remeh.
"Cih.. jangan membuat alasan yang tidak masuk akal, ingat secepatnya Kamu harus membatalkan perjodohan Kita sebelum Mama meminta Kita bertunangan." Samson mengacuhkan tawaran Bunga, pria itu langsung pergi meninggalkan kamar gadis itu begitu saja.
"Arggh sial, kenapa susah sekali membujuk pria itu." Bunga membuang selimutnya asal, gadis itu pun dengan segera berganti baju karena sebentar lagi jam makan malam tiba.
*
*
Disisi lain, Viola tengah bersiteru dengan kekasih keduanya. siapa lagi jika bukan Reno. Viola marah pada Reno karena tiba-tiba kekasih keduanya itu menyuruhnya menekan Samson agar laki-laki itu dengan segera menikahinya, dengan entengnya Reno merubah rencana, pria itu memintanya untuk menjalani pernikahan selama setahun bersama Samson, padahal perjanjian awal tidak seperti itu. Viola cukup meninggalkan Samson di acara pernikannya, bukan malah benar-benar menikah dengan pria itu.
"Sayang Aku tidak mau menikah dengannya, Aku sangat mencintaimu." ucap Viola merasa keberatan.
"Hanya setahun Sayang, Aku janji setelah Kamu bercerai dengannya Aku akan langsung melamarmu."
Tanpa Viola tau niat Reno merubah rencananya karena ingin mendekati Bunga, entah mengapa gadis tomboy itu berhasil membuatnya gelisah setiap malam, bahkan Reno tidak pernah merasakan rasa itu saat jauh dari Viola.
"Baiklah Aku akan melakukannya untukmu, besok Aku akan menemui pria itu di kantornya." ucap Viola dengan pasrah.
"Terima kasih sayang." Reno memeluk Viola dengan erat, di balik pelukan itu Reno menipiskan bibirnya.
__ADS_1
Bersambung ...