Novel Pindah

Novel Pindah
Menaruh Curiga


__ADS_3

Mobil yang membawa Stella tiba-tiba di hadang oleh seseorang, pria itu memakai sepeda sport berwarna merah, dengan gayanya yang manly, ia turun dari sepeda, berjalan menghampiri mobil yang sudah berhenti.


"Shiit..siapa yang menghadang kita?" tanya salah satu pria yang berada di dalam mobil.


"Entahlah, jaga wanita ini kami saja yang turun." ucap uang lain.


Saat ini posisi Stella sudah terikat dari tangan hingga kakinya, gadis itu mengira jika yang menolongnya saat ini ialah Damien.


"Brengsek, siapa kau berani-beraninya menghadang kami?"


Pria itu tersenyum smirk menatap satu persatu mereka dengan tatapan membunuh, tanpa menjawab dengan gesit ia berlari menendang salah satu dari mereka hingga pria itu jatuh terlentang.


"Sialan, ternyata kau punya nyali juga." ucap salah satu penculik.


"Jangan banyak omong, hadapi aku sekarang."


Ketiganya langsung melawannya secara bersamaan, tapi pria itu berhasil merobohkan ketiganya dengan cepat, tinggal satu orang lagi yang berada di dalam mobil, ia melangkah mendekati mobil untuk melihat orang yang terikat tadi.


"Kamu."


"Pak Albert."


Ternyata penculik yang berada di mobil bersama Stella sudah lari entah kemana, dengan cepat Albert membuka ikatan kaki dan tangan gadis itu.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?" Albert membawah Stella keluar dari mobil.


"Saya baik-baik saja, Bapak kenapa ada disini?"


"Jangan bicara terlalu formal jika di luar kampus, lihatlah aku masih sangat muda tidak pantas jika kamu memanggil ku Bapak, panggil saja Kak Albert."


"Oh ya, aku setiap hari melewati jalan ini saat pulang, dan tadi kebetulan aku melihatmu di dalam mobil dengan beberapa orang yang mencurigakan." tambahnya lagi.


Stella sempat menaruh curiga pada Dosennya itu, tapi saat melihat cara bicara dan gestur tubuhnya, pria itu tidak sama sekali menampakkan kegugupan, akhirnya Stella hanya mengangguk percaya.


"Terima kasih Kak sudah menolong saya."


"Sama-sama." ucap Albert tersenyum.


"Sayang bagaimana keadaanmu." Damien terlihat sangat kawatir dia menatap Stella dari kaki hingga kepala untuk memastikan jika kekasihnya tidak terluka.


"Aku tidak apa-apa Om." Stella pun menghambur memeluk Damien.


"Ekhem.." Albert berdehem untuk menyadarkan keduanya.


Damien yang baru sadar ada orang lain disana pun segera melepas pelukannya.


"Siapa kamu?"

__ADS_1


"Emm dia yang menolongku Om namanya Kak Albert." jawab Stella.


"Sepertinya kita pernah bertemu tapi dimana, ah aku ingat bukankah kau Kakak dari Arrabel." ucap Damien, sementara Stella tersentak kaget, benarkah yang di ucapkan kekasihnya, oh dunia ini terasa sempit sekali pikirnya.


"Ya anda benar Tuan Damien." Albert tersenyum ramah.


"Jangan memanggil Tuan panggil saja Om Dam, terima kasih sudah menolong kek ah keponakan ku maksudnya." Damien hampir saja keceplosan.


"Sama-sama Om, kalau begitu saya pamit dulu mari Stell." Albert pergi dari sana.


"Sekali lagi terima kasih." Stella tersenyum sangat manis, hal itu membuat Damien cemburu.


"Cukup jangan tersenyum padanya lagi." ucap Damien datar, Stella hanya terkekeh melihat sikap Omnya.


"Om bisa membawah mere-" ucapan Stella terhenti saat menatap sekitar, kemana tiga orang yang tadi tergelatak di aspal, bahkan mobilnya pun menghilang.


"Kenapa sayang?" Damien menautkan kedua alisnya, menatap kekasihnya heran.


"Ah tidak, ayo kita pulang." ajak Stella bergelanyut manja di lengan Damien.


Akhirnya semua yang berada disana pergi meninggalkan tempat itu.


Bantu share dan like Kak pembaca masih segini😔

__ADS_1



__ADS_2