
Adelio memang datang bukan untuk mengganggu Leanna, ia hanya ingin melihat nya saja. meskipun itu tak cukup untuk mengobati rindu, namun melihat gadis ini terlihat baik itu saja sudah cukup.
Harus nya Leanna tak sesulit ini, harus nya Leanna mau bersama nya agar keamanan gadis ini kedepan nya bisa terjaga dengan lebih baik lagi.., tapi gadis bernama Leanna ini terlalu sulit dan keras hati.
Keesokan hari nya di sore hari lagi-lagi hal mengejutkan terjadi, Adelio datang ke rumah makan tempat Leanna bekerja, ia membawa banyak teman-teman nya..mereka membeli dan membungkus makanan dengan jumlah yang banyak. para pelayan juga sampai kewalahan di buat mereka.
Ibu pemilik rumah makan sedari tadi memperhatikan gelagat Adelio si paling tampan di antara orang-orang, ia melihat pria tampan nan menawan ini terus memperhatikan salah satu pegawai nya, Leanna..
Ibu pemilik rumah makan tau kalau Leanna memang cantik, bukan hanya sekali ini Leanna di perhatikan pelanggan, bahkan ada beberapa yang mencoba mendekati tapi Ibu pemilik warung melihat pria yang satu ini berbeda, tatapan nya pada Leanna bukan lah tatapan para lelaki kebanyakan yang sering Ibu pemilik rumah makan ini lihat. tatapan ini lebih kepada bentuk kepedulian,perhatian dan kasih sayang yang sangat dalam.
Memang ibu pemilik rumah makan ini tentu saja senang dagangan nya laku pesat hari ini tapi ia lebih merasa senang kalau ada sosok pria yang begitu peduli besar pada Leanna.
Ibu ini sudah mengenal Leanna sejak lama, ia sangat suka pada Leanna yang rajin, jujur dan baik, dia juga anak nya cantik dan memikat hati. Leanna ini anak yang pekerja keras, ia bekerja mati-matian demi sang ibu di rumah.
"Leanna.." panggil Ibu rumah makan yang bernama bu Saswo ini
"iya bu.." sahut Leanna menoleh saat ia sedang sibuk membungkus makanan
"pria ganteng yang membawa orang-orang itu siapa? Kau mengenal nya kan?" selidik bu Saswo
"hm.., tidak begitu kenal bu. Hanya tau saja" jawab Leanna seraya terus sibuk melakukan pekerjaan nya
"tapi inti nya kalian tau satu sama lain kan?" tanya bu Saswo lagi
Leanna hanya diam, bu Saswo menerka berarti itu jawaban nya adalah iya, hanya saja gadis ini mungkin punya alasan untuk tak menjawab pertanyaan nya barusan..
__ADS_1
"Leanna, pria itu suka kamu lho" ujar bu Saswo
Leanna hanya tersenyum samar, ya dia tahu itu tapi suka yang bagaimana nya Leanna juga tahu, bagi Leanna Adelio memang sekarang sedang suka pada nya...suka bermain-main...bukan lah suka dalam artian yang sesungguh nya.
"pria itu terlihat bersungguh-sungguh pada mu, Leanna" lanjut bu Saswo seakan menjawab apa yang Leanna fikirkan barusan
Deg..! jantung Leanna berdetak, mengapa bu Saswo bisa berfikiran seperti itu? Seketika darah Leanna berdesir hebat..., tapi Leanna menguasai diri nya yang mulai tak fokus dengan kotak makanan yang sedang di tangan nya. jemari Leanna sedikit bergetar ia pun tak tau kenapa.
Setelah Leanna berhasil menguasai diri nya ia pun berkata
"tidak bu,pria itu hanya sedang senang bermain-main. anak orang kaya memang suka seperti itu.., jika sudah bosan bermain nanti juga akan capek sendiri dan berhenti sendiri" kata Leanna seraya berusaha tersenyum sopan pada bu Saswo
Bu Saswo hanya diam menatap Leanna, ia tak ingin berbicara banyak lagi jika Leanna sudah bilang begitu.
Mungkin Leanna memang terganggu dan merasa Pria kaya sedang mempermainkan nya, tapi tidak begitu dengan yang bu Saswo lihat..
Bu Saswo sudah terbiasa dengan pengalaman kehidupan, ia sudah banyak makan asam dan garam..masa iya hal sebegini saja ia yang sudah tua ini tak mengerti..?
Bu Saswo melihat Leanna lalu melirik sosok tampan di depan sana, mereka cocok...batin Bu Saswo.., ada aura yang tidak biasa di antara kedua nya.
Padahal jika Leanna bisa bersama pria itu maka bu Saswo merasa anak sebaik Leanna ini sudah mendapatkan pria yang seharus nya menjaga nya. Dan pria kaya yang sedang berdiri di depan sana itu adalah sosok terbaik dari yang terbaik.
❤️❤️❤️
Hari hari selanjut nya berlalu, selain Adelio sering menyuruh pengawal nya mengantar makan siang untuk Leanna di toko, atau menyuruh orang membeli makanan yang banyak di rumah makan bu Saswo, dan kadangkala datang membawa teman-teman nya ke kafe tempat Leanna kerja. Adelio juga jadi lebih sering pergi ke club malam tempat Leanna bekerja. Adelio selalu pergi bersama teman-teman nya dan seringkali bersama Devid juga.
__ADS_1
Dari semua pekerjaan yang Leanna geluti, maka pekerjaan sebagai dancer di club malam lah yang membuat Adelio tak rela.
Tubuh itu harus nya mana boleh di pertontonkan untuk orang-orang apalagi dengan pakaian yang seminim itu...Adelio tidak megizinkan nya.
Kalau saja Leanna tak terlalu sulit di ajak bicara, kalau saja Leanna tak sekeras ini dan mau menerima nya, sudah dari kemarin-kemarin Adelio menikahi nya. Agar Leanna tak perlu lagi susah-susah bekerja apalagi sampai jadi dancer mempertontonkan kemolekan tubuh nya sambil menari dan meliuk-liuk, itu sebetul nya bikin Adelio panas hati.
Andai saja Leanna bisa tak sekeras hati ini...mungkin semua akan jadi lebih mudah dan tak sesulit ini.
Adelio melihat Leanna menari-nari dengan seksih di atas podium, hati nya panas tapi ia juga merasa tak karuan di waktu bersamaan..
Sumpah demi apa pun milik nya yang ada di bawah sana memanas tak menentu seperti menuntut butuh pelampiasan..
Dalam hal ini membuat Adelio makin marah saja, ia saja merasa ga!raah nya bangkit saat Leanna menari di sana, apalagi para pria-pria lain nya ini? Ada banyak dancer di sana tapi hanya Leanna yang mampu membuat milik Adelio tak karuan di bawan sana...
Adelio membuka satu kancing kemeja nya, ia merasa kesusahan bernafas dan Adelio juga tiba-tiba jadi susah menelan saliva nya sendiri. Adelio buru-buru menenggak minuman di depan nya...
Ingin rasa nya Adelio membawa Leanna pergi saat ini juga, ia tak akan membiarkan Leanna seperti itu di lihat orang-orang..ia akan membawa Leanna pergi, mengunci nya dan hanya boleh menari di depan nya saja.
Harus nya mudah saja jika ia mau, tapi sekali lagi ia takut bertindak terlalu jauh...
Leanna gadis yang di cintai nya itu punya harga diri yang terlalu tinggi, ia pasti akan merasa terganggu saat Adelio membayar nya untuk diri sendiri, seakan diri nya adalah barang.
Sedangkan dari yang kita tahu di club ini ada peraturan nya, jika dancer maka mereka hanya dancer dan bukan lah wanita penghibur yang bertugas menemani, jadi mereka punya payung pembelaan dari pihak club
Yah walau Adelio bisa dengan mudah jika ia mau meskipun peraturan club seperti itu, tapi Adelio lebih kepada menghargai pekerjaan gadis tercinta nya...
__ADS_1
Adelio hanya berharap Leanna segera membuka hati untuk nya..secepat ya..!