
Adelio berdehem dengan jahil..
"Leanna..apa kau beranggapan dan berfikir hanya karena aku seorang pewaris keluarga kaya maka aku tak punya usaha sendiri? begini-begini aku pengusaha muda" Adelio pura-pura berkata dengan nada yang merajuk
"bu..bukan begitu" jawab Leanna buru-buru
Adelio berkata dengan begitu tepat sasaran, bagaimana Leanna tak jadi gelagapan di buat nya. Leanna tersenyum dalam diam, di dalam hati nya ia merasa bersalah juga sudah menge-cap Adelio separah dan seburuk itu. Adelio hanyalah putera kaya yang suka bermain-main..ya itu adalah penilaian nya Leanna pada Adelio sejak dulu dan begitu sangat Leanna tekan kan berkali-kali dalam otak dan fikiran nya
yang lebih parah nya lagi Leanna bahkan pernah membandingkan Adelio dengan Afgan saat pro kontra menyerang di hati nya. Karena jujur saja semenjak Leanna mengenal Adelio ia seperti seakan-seakan tak pernah lagi melihat ada sosok pria lain yang terlihat hebat di dalam mata nya selain Adelio..!! walau pun ia terus berusaha menampik dan menepis itu semua dari fikiran nya. Bahkan saat mengenal Afgan yang super baik pun ia selalu tak bisa melihat satu sisi dari seorang Afgan yang bisa mengalahkan sosok Adelio di mata nya. Jadi Leanna dengan kuat menjadikan apa yang dua orang ini lakukan sebagai perbandingan, Adelio kaya karena keluarga nya, ia adalah sang pewaris.. Sedangkan Afgan adalah kaya karena usaha nya sendiri yang sampai di titik sukses. Tapi apa ini? Adelio juga bahkan ternyata adalah seorang pengusaha muda yang sukses !!
Bukan kah wajar saat seseorang berada di level biasa ia berusaha untuk menjadi sukses di level teratas demi menaikkan status sosial nya,bukan? Tapi Adelio...dia tetap mau berusaha sendiri menjadi pengusaha muda di saat diri nya sudah menjadi pewaris keluarga nya yang sangat kaya.., betapa sibuk nya pria ini..!??? pantas saja ia memiliki Nofa dan Zico pengawal yang sangat cekatan dan seorang asisten hebat di sisi nya seperti James.
Saat ini Leanna mengerti mengapa pria bernama Adelio ini di kelilingi banyak orang bagaikan sesosok Kaisar.., ternyata itu bukan hanya karena ia yang berstatus pewaris utama keluarga Sanders tapi karena ternyata Adelio ini juga memiliki kehebatan yang sangat sulit untuk di jangkau orang-orang di dalam lingkaran nya..
"kau hati-hati lah di sana.." kata Leanna
"baik..nona.." jawab Adelio dengan senyuman menawan nya..
Adelio pergi meninggalkan Leanna..punggung lebar nya bergerak makin menjauh..dan entah sejak kapan ada rasa di hati Leanna yang seperti ingin sekali memeluk punggung pria bernama Adelio itu..
💚💚💚💚💚
Hari itu lah terakhir kali Leanna melihat Adelio, selanjut nya hari-hari pun berlalu seperti biasa nya..
Adelio berada di luar negara, dan selama itu pula Leanna terus berfikir tentang cincin yang Adelio berikan pada nya sebelum pergi di hari itu..
malam ini seperti biasa saat sepulang bekerja Leanna selalu melihat kotak berisi cincin dari Adelio yang ada di laci meja kamar nya..
Leanna tahu betul apa perasaan nya pada Adelio tapi masih ada keraguan merebak di relung hati nya yang terdalam.., ini kurang lebih sudah satu minggu semenjak kepergian Adelio ke luar negara sana.
Selama Adelio di luar negara ia memang tak pernah menghubungi Leanna sama sekali, apalagi Leanna..
Leanna tak suka mengganggu Adelio, dan Adelio lebih kepada ingin memberi ruang untuk Leanna agar bisa memberikan jawaban untuk nya saat kembali nanti..
__ADS_1
Walau begitu Adelio tetap menyuruh orang nya untuk melihat-lihat Leanna saat pulang pergi kerja di malam hari. tau sendiri lah Leanna tak akan mau di antar jemput seperti yang Adelio harapkan.
Keesokan hari nya sebelum pergi bekerja saat Leanna sedang asik melamun sambil menuangkan sayuran ke mangkuk, ia di kejutkan oleh suara ibu nya..
"Leanna..., nanti tumpah sayuran nya" senyum ibu nya, ia tahu betul puteri nya sedang galau pasti ada sangkut paut nya pada pria kaya bernama Adelio itu..
"maaf bu..." balas Leanna buru-buru menetralkan kecanggungan nya dengan tersenyum..
"duduk sini ngomong sama ibu" ajak ibu
Leanna menutup sayuran di meja dan duduk di samping ibu..
"kamu mikirin si ganteng?" goda ibu..
"si..si..siapa?" Leanna tergagap
"Adelio.." kata ibu lagi tetap dengan senyuman nya yang sama sekali tak luntur di wajah nya sejak tadi
baru saja Leanna akan mengelak tapi ibu malah sudah berkata
Leanna akhir nya mengangguk..
"ada apa dengan Adelio..?" tanya ibu penasaran
"dia.." ucapan Leanna terputus karena merasa malu melanjutkan nya tapi melihat ibu menunggu perkataan nya akhir nya Leanna bilang juga..
"Adelio..dia melamar Leanna bu.." lirih Leanna
Ibu nya tertawa...
"lalu kenapa kamu bingung?" tanya sang ibu
"ya..soal nya.." Leanna juga tak tau mesti jawab apa alasan nya
__ADS_1
"memang nya kamu gak sayang sama si ganteng?" goda ibu lagi..wajah Leanna lagi-lagi memerah..
"Leanna cuma takut bu.." lirih Leanna
"takut apa? Cukup ibu dan ayah mu saja yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama..kalian harus bersama apa pun rintangan nya.." kata ibu Leanna lirih
Leanna berfikir sejenak, apa iya benar harus seperti itu? Apakah perasaan nya untuk Adelio ini cinta? bukan perasaan sekedar terpesona pada kesempurnaan pria itu saja? Leanna lama-lama menjadi linglung tak mengerti dengan perasaan nya sendiri.
"ibu..Leanna boleh cerita.." kata Leanna kemudian..
"cerita saja" balas ibu nya
"tapi ibu janji jangan terkejut ya.." pinta Leanna..
Ibu nya mengangguk pelan meyakinkan Leannaa agar tak menahan diri untuk bercerita pada nya..
"bu sebenar nya..."
Leanna pun menceritakan kejadian malam tragis saat Cherry bersekongkol memfitnah nya hingga berakhir Adelio yang memperko5a nya.
Ibu mendengarkan dengan seksama..Leanna agak takut juga penilaian sang ibu pada Adelio berubah buruk setelah mendengar cerita ini tapi ternyata di akhir cerita sang ibu malah tersenyum...
"itu karena Adelio terlalu marah, ia sangat mencintai mu Leanna.. Ia tak mau kau di sentuh oranglain.." komentar ibu pelan
Leanna mengigit lembut bibir nya sendiri
Ibu kembali berkata
"setiap orang mengekspresikan cara nya mencintai dengan cara yang berbeda-beda pula.." ibu tersenyum seraya membelai rambut Leanna yang tumbuh dengan cantik jatuh terurai di sekitar telinga nya..
"ambil lah keputusan yang tak akan membuat mu menyesal di kemudian hari nya..Kau mengerti maksud ibu kan??" lirih ibu nya
Leanna mengangguk pelan..
__ADS_1