OBSESS

OBSESS
OBSESS 36


__ADS_3

Para preman ini menyeringai geram, apalagi yang jidat botak nya cidera karena di timpuk Zico barusan, seraya merapikan kembali ikat pinggang masing-masing mereka lalu maju dengan songong nya ke arah Adelio dan Zico di bibir gang.


"rupa nya ada dua tikus yang sok jago di sini" kata salah satu preman yang hidung nya besar dan berambut gondrong.


Adelio menaikkan alis menatap para preman dengan benci, apalagi saat ia melihat keadaan Leanna yang tampak terkapar tak berdaya di sana..di belakang para preman..


"ya..kalau kami tikus kalian apa? Sampah busuk yang tak bisa di daur ulang" balas Adelio sadis


Zico menahan tawa nya..


Para preman langsung panas..


"kurang ajar..sikat" perintah kepala preman..


Mereka langsung maju hendak menghajar Adelio dan Zico, tapi jelas saja dua orang ini bukan lawan yang enteng untuk mereka. Satu Zico yang kiyut ini saja mereka belum tentu menang melawan nya.


Mereka mulai adu jotos dan kelihatan nya para preman lah yang kewalahan..


tak lama Devid dan beberapa teman nya di susul James dan Nofa muncul di sana ikut berbaur dalam pertarungan adu jotos itu.


"Adelio, kau urus Leanna saja" kata Devid seraya meninju salah satu preman yang sedang bertarung dengan Adelio


Adelio setuju, ia keluar dari pertarungan dan menghampiri Leanna yang terbaring lemah hampir tak sadarkan diri..


tapi saat ia sudah di dekat Leanna, Adelio begitu marah..wajah Leanna lebam-lebam dan bibir nya juga terluka dan berdarah di tambah lagi dengan rambut yang tampak acak-acakan dan pakaian yang robek di beberapa bagian.


Bukan nya membawa Leanna, Adelio malah berbaur kembali ke pertarungan dan dengan penuh amarah memelintir salah satu tangan preman..

__ADS_1


Preman itu meringis kesakitan


"katakan pada ku siapa yang memukul Leanna? Siapa yang membuat nya jadi seperti itu..!!!???" bentak Adelio geram


Preman ini tak bisa berkata karena semua dari mereka delapan orang ini masing-masing sudah memukul Leanna dan menampar nya berkali-kali..


Adelio memberi bogeman pada preman itu sekuat tenaga hingga terjengkang..lalu Adelio menginjak dada dan menginjak sekuat tenaga tangan dan jari preman itu..., preman berteriak kesakitan.


Adelio mendekati satu preman lain nya dan memuntir tangan nya juga, dengan kejam ia mematah kan salah satu jemari nya...dan lagi..preman itu pun berteriak kesakitan..


"ketua.." james menahan Adelio yang terlihat menggila dan hilang kendali, James memberi isarat agar lebih baik Adelio membawa Leanna saja..


Adelio pun akhir nya mendekati Leanna, dada nya sesak..wanita kesayangan nya memprihatinkan sekali, andai saja Leanna lebih penurut dan mau tetap di kawal Nofa semua nya tak akan menjadi seperti ini, tentu saja ia masih aman hingga sekarang...


"Leanna...kenapa kau sangat keras kepala.." rin-tih Adelio di dalam hati nya.


Seraya menggendong tubuh mungil Leanna di pelukan nya, Adelio yang melewati pertarungan orang-orang juga masih sempat-sempat nya menendang kuat dua tiga preman yang ia lewati hingga preman-preman itu jatuh terjengkang.


Adelio tergesa-gesa membawa Leanna menuju mobil yang di parkir lumayan jauh di ikuti Zico yang berlari di sisi nya dan kemudian yang membantu membukakan pintu mobil untuk nya. Adelio panik karena Leanna benar-benar lunglai dan terlihat lemah dan tak sadar diri..


Sementara itu Para preman sudah berhasil di ringkus oleh Devid ce es, james dan juga Nofa.., tak lama para petugas datang dan memborgol para preman-preman yang sudah dalam keadaan babak belur itu.


Setelah semua beres Nofa menyusul Adelio dan Zico, sedangkan Devid Ce es dan juga James mengurus sisa nya.


Adelio membawa Leanna ke klinik pribadi keluarga Sanders..sekarang Leanna sudah benar-benar tak sadar kan diri lagi.


Dokter pribadi keluarga Sanders mulai memberikan perawatan cepat pada Leanna bersama dua perawat lain nya..

__ADS_1


Beberapa saat Adelio menunggu di luar, setelah Leanna selesai di berikan pengobatan cepat dan terbaik dokter pun keluar..


"syukur nya tidak ada luka dalam.." kata Dokter pribadi yang bernama Dokter Nike itu pada Adelio


"berikan yang terbaik untuk nya" kata Adelio


"ya..sudah kami lakukan ketua, sekarang hanya menunggu ia sadar dan pulih, kami juga sudah menyiap kan obat luka lebam dan memar juga obat nyeri agar pasien bisa sembuh lebih cepat" dokter Nike menjelas kan dengan tenang..


Adelio mengangguk...


setelah dokter Nike dan dua perawat lain nya pergi, Adelio masuk ke ruangan rawat Leanna..ia melihat Leanna tak sadarkan diri dengan penuh luka benar-benar hancur hati nya.


tadi ia sudah meminta Zico dan Nofa untuk datang kerumah Leanna guna mengatakan pada ibu Leanna kalau Leanna jatuh tersandung dan kaki nya sedikit terluka saja agar ibu nya itu tidak kuatir karena Leanna tidak juga pulang hingga malam selarut ini.., Leanna masih di rawat di klinik, awal nya Ibu Leanna masih panik tapi saat Zico langsung tanggap agar ibu Leanna langsung bicara pada Adelio via telepon baru lah ibu Leanna bisa tenang, ya..ibu Leanna sangat percaya Adelio sejak awal..apa pun itu.


Adelio duduk di samping ranjang Leanna, ia menatap wajah Leanna yang pipi mulus nya memerah dan tampak lebam..sakit hati nya, jika saja hukum tak berlaku sudah ia cincang habis preman kepa-rat itu.


Adelio membelai anak rambut Leanna yang memenuhi atas kening mulus nya.., Adelio membelai dengan sangat sayang..


entah mengapa Adelio tiba-tiba ingin marah, ia marah pada diri nya sendiri..


Bagaimana tidak..? Bukan kah Adelio juga sadar sepenuh nya kalau ia juga telah memperko5a Leanna waktu itu, jadi apa beda nya ia dengan para preman itu? Jika saja ia menurutkan gila nya ingin rasa nya Adelio membunuh diri nya sendiri saat ini..


Semalaman Adelio menjaga Leanna di sisi tempat tidur, sedangkan Zico dan Nofa berjaga di luar di depan pintu ruang rawat Leanna..kadang kala mereka bergantian membuat kan minuman hangat di dekat pos security klinik seraya memainkan game di ponsel masing-masing..


pagi hari nya sekitar pukul tujuh pagi sebelum Leanna siuman, Adelio sudah meninggalkan klinik bersama Zico, dan Nofa tetap di sana...berjaga di luar ruangan rawat Leanna.


sebetul nya Adelio juga berat hati meninggalkan Leanna tapi ada beberapa pertemuan yang tidak bisa di handle oleh James..para Klien sudah jauh hari melakukan perjanjian tanda tangan beberapa kontrak proyek besar dengan Adelio jadi mau tidak mau Adelio harus pergi..

__ADS_1


__ADS_2