OBSESS

OBSESS
OBSESS 61


__ADS_3

Esok hari saat Leanna datang, ia melihat Adelio sedang tidur..,Adelio telah menyelesaikan beberapa pengobatan terbaik dengan biaya yang tentu nya tidak main-main dan sekarang tinggal melakukan perawatan tambahan saja. Adelio juga sudah di pindah kan ke ruangan yang lebih leluasa dan tidak perlu memakai terlalu banyak bantuan alat medis seperti kemarin-kemarin.


sepuluh menit kemudian setelah Leanna masuk, ia melihat Adelio bergerak dan perlahan membuka mata nya.


"kau butuh sesuatu..?" tanya Leanna lembut di depan mata nya


Adelio hampir menyangka ia masih bermimpi karena wajah cantik ini ada di depan mata nya


Leanna membantu Adelio duduk..


"kau sudah makan?" tanya Adelio


Leanna mengerutkan alis cantik nya, harus nya ia yang bertanya pada Adelio..mengapa malah ia yang di perhatikan.


"kau yang sedang sakit, bukan kah harus nya aku yang menanyakan itu" protes Leanna


Adelio tersenyum, ia malah bertanya lain lagi


"apa semalam tidur mu baik?" tanya Adelio


Leanna menghela nafas..


"Adelio, aku baik..jangan khawatirkan aku" kata Leanna


"kau sedang sakit.." lanjut Leanna

__ADS_1


"ya..ini hanya sedang sakit.." balas Adelio


"bahkan misalkan aku mati pun.. sudah mati dan menjadi hantu aku akan tetap mengkhawatir kan mu Lea" kata Adelio pelan


"kau menakuti ku" Leanna memelototi Adelio


Adelio tersenyum, dan seorang perawat masuk hingga argumen mereka harus terhenti.


hari-hari selanjut nya Leanna merawat Adelio dengan baik, Mommy Adelio juga datang beberapa kali dan ia tenang ada Leanna di sisi Adelio saat di situasi seperti ini. Sedang kan Daddy Adelio pernah datang satu kali kemudian harus pergi lagi karena jadwal kesibukan yang terlampau banyak. Adelio putera satu-satu nya jika Adelio tak ada ia dan para tangan kanan nya tentu saja kelimpungan dan tak punya waktu yang banyak.


Leanna merawat Adelio hingga empat hari berlalu, dalam situasi ini Leanna belum membahas apa-apa perihal cincin lamaran yang di berikan Adelio pada nya waktu itu, ia juga tidak membahas mengenai jawaban apa yang akan ia berikan kepada Adelio.


Adelio juga sama ia tidak mempertanyakan perihal cincin atau pun jawaban Leanna yang sebetul nya masih sangat membuat nya penasaran hingga kini, jika Leanna tidak membahas maka ia pun tidak, Adelio tak mau menyinggung Leanna. jadi ia tak banyak bicara ke arah sana dalam situasi ini. Bagi Adelio Leanna sudah begitu baik merawat nya di sini rela meninggalkan tanah air dan datang ke luar negara seperti ini maka itu sudah sangat melegakan bagi Adelio. Leanna merawat nya sepenuh hati seperti ini saja itu sudah sangat menyenangkan bagi Adelio, ia tak tau bagian mana yang membuat sakit nya ini membawa kebahagiaan saat Leanna terus bersama nya seperti sekarang ini.


Pada hari kelima Leanna setelah membantu Adelio makan dan minum obat, ia tiba-tiba perlahan menyerahkan kotak cincin ke tangan Adelio..


Adelio menatap cincin di pangkuan nya..


"kenapa pulang..?" ia beralih menatap Leanna


"bukan kah pekerjaan mu sudah ada yang meng-handle semua..begitu juga ibu ada yang merawat nya.." tanya Adelio penasaran, ia tentu sudah tau sejak awal dari orang-orang nya kalau semua kepentingan dan urusan Leanna di sana sudah ada yang mengurus nya dengan baik


"ya..meskipun begitu, tetap saja pekerjaan dan juga Ibu adalah tanggung jawab ku" jawab Leanna masuk akal


"lalu aku..?" tanya Adelio dengan tampang memelas..ia mirip seperti anak manja.

__ADS_1


Leanna memelototi nya


"kalau aku di sini kau akan makin manja dan makin lama sembuh nya..jadi aku harus pulang, dan kau harus sembuh lalu susul aku pulang ke tanah air.." kata Leanna lembut tapi dengan nada judes


Adelio cemberut, ia diam sesaat..dalam hati nya ia masih sangat penasaran dengan jawaban lamaran nya pada Leanna di terima atau tidak, jadi ia akhir nya inisiatif bertanya..karena jika Leanna pulang ia akan sendiri lagi dengan rasa penasaran di hati..


"Leanna..tentang lamaran itu.." Adelio baru saja mengucapkan beberapa penggal kata ini dan belum sempat melanjutkan kalimat nya kedua belah tangan halus Leanna sudah menangkup dua sisi rahang maskulin milik Adelio, lalu detik berikut nya bibir mungil Leanna sudah menempel lembut di bibir sen-sual milik Adelio..


tentu saja Adelio terlonjak kaget, kebetulan di dalam ruangan ada James yang sedari tadi duduk di sofa jadi nya melihat Adegan spontan ini James hanya berdehem dan terbatuk pada tenggorokan nya yang awal nya sama sekali tidak gatal tapi sekarang mendadak jadi terasa gatal. Zico yang sedari tadi berdiri di dekat jendela langsung pura-pura melihat ke arah lain..sedang kan Nofa yang baru saja akan masuk dengan membawa nampan serbet di tangan nya, kaget hingga nampan di tangan nya terlepas...


Praang...!! menimbulkan suara gaduh di lantai, Nofa pun buru-buru memungut nya kembali dan tetap masuk melanjutkan niat awal nya yang ingin membersihkan meja dengan serbet basah yang ia bawa. Ia juga sama..pura-pura tak melihat..


Leanna mengangkat bibir nya dari bibir Adelio..dan berkata pelan


"ternyata kau bandel juga, aku kan sudah bilang tunggu kau sembuh total baru kita bicarakan lagi..tapi kau mau nya sekarang" kata Leanna dengan raut jahil nya


Ya bagaimana tidak jahil? Ia mencii-um Adelio di depan Asisten dan para pengawal nya, Adelio gemas sekali..ternyata Leanna bisa jahil seperti ini padahal selama ini gadis ini begitu kaku dan begitu sedingin es


"pakaikan sendiri cincin itu pada ku nanti setelah kau kembali ke tanah air.." titah Leanna jutek


"baik.lah.." jawab Adelio patuh.. hampir tak bersuara


Merasa Leanna masih berada dekat di jangkauan nya, Adelio balas tersenyum jahil, ia menarik tangan Leanna hingga tubuh mungil dan padat milik Leanna jatuh ke tengah dada nya yang lebar. Leanna jatuh ke dalam pelukan Adelio.


Leanna kaget juga, Adelio ternyata masih punya kekuatan sebesar ini walau pun sedang sakit. belum sempat Leanna protes, Adelio sudah membenamkan bibir nya ke bibir Leanna dengan ritme yang lembut..dan sangat menghanyut kan.

__ADS_1


Dua orang tak peduli dengan sekitar..mereka saling berpa,gutan dengan lembut seakan sedang menyatakan perasaan masing-masing lewat ci!-uman manis yang sedang mereka lakukan saat ini.


Mereka tak peduli pada James, Nofa dan Zico yang ada di satu ruangan bersama mereka saat ini.., Nofa bahkan buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya membersihkan meja tapi rasa nya tak selesai-selesai juga, Zico merasa kaki nya dingin rasa nya tak nyaman karena ini kali pertama melihat bos nya sevul-gar ini. James bahkan terus menunduk pura-pura membaca dan berkali-kali memegang tengkuk nya sendiri karena merasa merinding seperti sedang melihat sosok hantu.


__ADS_2