OBSESS

OBSESS
OBSESS 21


__ADS_3

Siyahant keluar dari kediaman Adelio dengan nafas lega, ia bisa senang karena kelihatan sekali kalau Adelio sudah masuk ke dalam perangkap permainan nya...


dengan begini apa yang Nona Bagaskara itu janjikan pada nya akan ia petik dengan sangat baik pula. Iming-iming tambahan uang dengan nominal yang tidak sedikit. dengan begitu para rentenir itu tidak mengejar dan menganiaya nya lagi, lalu ia akan bisa bebas pergi ke luar pulau dan hidup bebas di sana dengan sisa uang yang di dapat nya dari Cherry Mozza Bagaskara, yang tentu nya uang itu sangat lah menggiurkan jumlah nya...


Adelio memang benar sangat kesal, ia di sini bukan marah karena mendapati kenyataan ternyata Leanna sudah terjamah dan tak suci lagi, tidak..tidak sama sekali.


Adelio terlalu cinta jadi seburuk dan sekelam apa pun kehidupan Leanna maka ia yang akan meneri ma nya..mengangkat Leanna dari keburukan dan kekelaman itu.tapi ia begitu kecewa Leanna berulang kali menolak nya malah Leanna lebih memilih tetap hidup dalam kenistaan nya.


Adelio tak pernah mempersoalkan siapa Leanna, tapi sakit hati yang Adelio rasa saat ini adalah lebih kepada rasa cemburu karena membayangkan tangan-tangan kotor pria yang selalu menjamah Leanna, ia marah sekali...ia cemburu mengapa Leanna membiarkan nya padahal wanita itu tau di sini ada pria yang sangat tulus pada nya..


Dalam hal ini, apakah ibu nya Leanna tau? Sudah pasti tidak tau kan dengan kelakuan Leanna di luar? artinya Leanna membiaya sang ibu dengan uang kotor? yang di mana sang ibu benar- benar tak tau apa-apa dan begitu mempercayai anak nya itu..., ini benar-benar membuat Adelio marah ! Padahal Leanna tau kalau Adelio rela membiayai sang ibu, membiaya Leanna selama nya.


Apa yang kurang? Leanna bisa menyandang status terhormat sebagai Nyonya Adelio, tanpa harus menjadi wanita binal dan kotor seperti sekarang ini.

__ADS_1


Adelio sampai berfikir..Sebegitu tak suka nya kah Leanna pada diri nya hingga lebih memilih tetap menjadi wanita lingkaran hitam dari pada menerima cinta tulus nya? Atau justru memang Leanna yang memang senang hidup sebagai pemuas naf5u para Lelaki hidung belang semata !? Begitukah !!???


❤️❤️❤️❤️


Malam ini dari semenjak Siyahant keluar dari villa Adelio, Adelio terus terdiam sendiri seperti patung batu dewa kematian..ia tak bergeming. Zico dan Nofa juga lebih memilih mundur ketimbang terus berada di sana..


Saat jam dinding menunjukkan pukul 10 30 malam, Adelio keluar dari villa dengan mobil sport milik nya, melesat cepat menuju club tempat Leanna bekerja. malam ini memang kebetulan Leanna memilik jadwal di sana.


Gaya Adelio yang sesungguh nya satu gelas mini saja ia tak akan sekaligus menghabiskan nya, ia tipikal pria yang tak terlalu suka merusak tubuh nya..gaya hidup nya lebih sehat ketimbang teman-teman nya..


Sewaktu kecil dia pernah sakit parah dan itu membuat kedua orang tua nya benar-benar berhati-hati merawat makanan yang masuk ie tubuh nya, segala sesuatu nya harus lah benar-benar makanan sehat dan berkualitas. tapi malam ini Adelio malah minum banyak..dan di hari-hari sebelum nya ia juga pernah minum sampai merasa sedikit mabuk dan pusing.. Semua adalah berawal dari cinta nya pada Leanna yang tak pernah berbalas..


Jika saja saat ini ia minum segila ini dan ada Devid bersama nya, pastilah sahabat nya itu akan mencegah nya. James asisten nya,lalu Zico dan Nofa kedua pengawal nya itu juga tak akan membiarkan nya minum menggila seperti ini, tapi mereka tau sendiri jika Adelio mengatakan ia ingin sendiri maka ia harus lah sendiri dan tak ada yang boleh melawan nya..

__ADS_1


Leanna yang baru saja selesai performance buru-buru turun dari podium dan bergegas ke arah toilet,hari ini ia sedikit pusing dan kurang sehat jadi ia harus meminum obat pusing kepala, malam ini sebetul nya Leanna memaksakan diri nya pergi ke club demi pekerjaan dengan gaji yang tentu nya selama ini bisa menebus obat sang ibu. Leanna tidak menyadari Adelio yang sengaja menghampiri tempat performance dancer berada, pria itu menatap tajam Leanna, campur aduk perasaan Adelio, sakit hati,cemburu dan terlalu cinta serta ambisi keinginan memiliki yang terlalu besar dan kuat.. hingga Adelio merasa kepala nya semakin pusing tak karuan dan ia tak bisa mengendalikan rasa marah dan kesal dalam hati nya saat ini..


Adelio melangkahkan kaki panjang nya menyusul Leanna ke arah toilet, penglihatan nya yang di pengaruhi rasa mabuk dan lampu koridor yang temaram setelah sebelum nya dengan lampu yang kelap kelip jadi penglihatan nya sedikit terasa terganggu..


Tepat di koridor ia melihat sosok Leanna, sebetul nya itu bukan Leanna hanya warna dan model pakaian dancer nya sedikit sama dan rambut yang panjang, itu adalah teman Leanna sesama Dancer, hanya saja gadis ini lebih berbeda..ia senang menerima perlakuan manis dari para pengunjung pria hidung belang asalkan ada bayaran nya, yah walau pun tak sampai jual diri tapi teman Leanna ini terkesan lebih genit.


Adelio mengira itu Leanna, dan nahas nya saat ia melihat gadis yang ia kira Leanna itu posisi nya sedang bermesraan dengan dua pria..bahkan berc!-uman mesra dan main raba-rabaan dengan panas nya..


Jarak Adelio harus nya hanya lima sampai enam meter melihat adegan itu tapi karena pengaruh mabuk ia mengira itu adalah Leanna, apalagi setelah apa yang di katakan Siyahant efek nya saat ini nama Leanna itu dalam fikiran nya adalah gadis yang seperti ini, gadis yang suka bersenang-senang menerima naf5u pria hanya demi uang. Leanna adalah gadis yang lebih suka bergaul dengan kebebasan tanpa ikatan suci dan kehormatan seperti yang Adelio tawarkan.


Leanna ini gadis seperti apa? Adelio makin frustasi, mengapa ia malah lebih memilih tetap dalam lingkaran hitam dan kesusahan daripada memilih kesenangan dan kemewahan dalam lingkup yang terhormat..!? Padahal semua itu sudah jelas bisa Leanna dapatkan jika ia bisa menerima Adelio dalam hidup nya.


Adelio merasa kan kepala nya semakin pusing melihat gadis yang ia kira Leanna itu makin in-tim dengan dua pria tak di kenal di depan nya, tapi belum sempat ia mendekat, sosok-sosok itu sudah menjauh seraya tertawa-tawa kecil dan menghilang di tikungan koridor..Adelio melangkah menyusul tapi ia kehilangan orang-orang itu..

__ADS_1


__ADS_2