
"sejak kapan kamu di Negara P?" tanya Nyonya Sanders dengan ramah pada Cherry
"baru saja kemarin,tante.." jawab Cherry
"aku baru habis refreshing di Negara S.., jadi sekalian mampir ke sini,negara P" lanjut Cherry lagi, padahal jelas-jelas tujuan nya ke negara P bukan hanya mampir tapi karena ia tau Nyonya Sanders ada di sini juga.
"mama kamu sedang berada di sini juga?" tanya Nyonya Sanders, mengingat mama nya Cherry sering bolak balik negara P dan tanah air.
"tidak, mama sedang di tanah air sekarang" jawab Cherry jujur
"kebetulan sekali ya tante kita ketemu di sini.." lanjut Cherry lagi, ia tak akan mengatakan kalau tadi ia sudah datang ke kediaman Sanders di negara ini, Cherry ingin pertemuan nya dengan Nyonya Sanders mommy nya Adelio ini terkesan natural dan sangat kebetulan agar tujuan nya untuk menjelek-jelekkan Leanna semakin terdengar akurat dan dapat di percaya.
"iya kebetulan banget" jawab Nyonya Sanders
"kamu udah selesai? Tante kebetulan sudah mau pergi karena udah selesai..kalau kamu udah selesai juga kita makan siang bareng aja" tawar Nyonya Sanders
Sangat di sayang kan, Cherry baru saja akan memilah perhiasan..masa' iya anak orang kaya golongan member platinum seperti nya di toko ini sudah mau pergi sebelum membeli padahal sudah lihat-lihat..padahal di sisi lain nya ia sangat ingin makan siang bersama mommy nya Adelio ini. agar percakapan nya mereka makin panjang dan banyak waktu.
tidak mau membuang kesempatan nya Cherry pun berkata pada pelayan toko
"pelayan, aku sudah selesai..aku ambil keluaran yang paling terbaru.." kata Cherry
"baik Nona, tunggu lah kami akan mengemas nya untuk anda" jawab pelayan sopan
"tidak perlu,setelah di kemas kalian antar saja ke kediaman Bagaskara karena aku masih ada urusan" titah Cherry seraya memberikan kartu debit nya khusus negara ini guna membayar tagihan pembayaran perhiasan tersebut. Cherry meniru mama nya yang seringkali setelah belanja minta di antar langsung ke apartemen mereka setelah nya, mama Cherry orang nya memang tak suka merepotkan diri dengan kantong belanja. Kalau Cherry sekarang ia juga serta merta ingin menunjukkan betapa anggun diri nya di depan Mommy nya Adelio agar dari waktu ke waktu wanita paruh baya yang masih cantik ini semakin beranggapan kalau Cherry adalah sosok yang tepat untuk putera tunggal nya.
"ayo tante kita makan siang bersama, aku juga sudah selesai.." ajak Cherry
"baik lah" jawab Nyonya Sanders
__ADS_1
"tidak tau ya kapan terakhir kali aku makan berdua bersama tante, kita hanya bertemu beberapa kali di acara keluarga benar kan" Cherry mengingat-ingat
"benar sekali, ya bagaimana lagi Tante dan kamu sama-sama di sibukkan dengan urusan masing-masing" senyum Nyonya Sanders
Beberapa saat kemudian dua orang ini keluar dari toko perhiasan kelas atas tersebut.
Mereka masuk ke sebuah restoran dan memesan tempat khusus tamu Vip..
Sembari menunggu pesanan, Cherry mulai buka pembicaraan..
"Tante kapan rencana nya pulang ke tanah air?" tanya Cherry
"hmm mungkin lima atau enam hari ke depan, soal nya tante masih ada beberapa urusan di sini" jawab Nyonya Sanders
"kamu lama di sini?" Nyonya Sanders balik bertanya..
"belum tau Tante, mungkin aku juga akan kembali ke tanah air dalam dua atau tiga hari ke depan" jawab Cherry
Nyonya Sanders menaikkan alis cukup kaget, putera nya Adelio memang nya ada bahaya apa?
"bahaya?" Nyonya Sanders mempertanyakan meminta kejelasan kalimat Cherry barusan
"Adelio itu sedang di incar seorang gadis Tante, dan kelihatan nya gadis itu hanya memanfaatkan Adelio saja karena dari yang aku tau gadis itu hanya lah gadis miskin yang tidak punya ayah. Ibu nya saja tidak pernah menikah dengan ayah nya, ya bisa di bilang gadis itu sama saja dengan anak pela-cur kan Tante" papar Cherry, si Cherry ini perkataan nya selalu saja terkesan menghina dan merendahkan orang lain
Nyonya Sanders menenggak air mineral di depan nya yang memang sudah di sediakan di atas meja resto sejak awal.
cibiran Cherry pada Leanna makin menjadi
"jelas-jelas ia tidak pantas tapi masih tidak tau diri mendekati Adelio kita" Cherry terus memanas-manasi Nyonya Sanders
__ADS_1
"bukan nya sudah biasa kalau gadis-gadis menyukai dan mengejar Adelio kita?" sahut Nyonya Sanders tersenyum
"masalah nya bukan itu tante, ini gadis miskin yang jelas-jelas mau memanfaatkan Adelio saja" Cherry tetap keukeuh di mode awal nya
"lantas..Adelio bagaimana?" tanya Nyonya Sanders tetap santai dan tersenyum melihat Cherry yang nampak menggebu-gebu
"ya Adelio kelihatan sangat baik pada gadis miskin itu, ketahuan sekali gadis itu sudah mencuci otak Adelio hingga Adelio kasihan pada nya, gadis itu sangat pandai merayu para pria kaya..aku punya beberapa kenalan yang sering mengencani gadis itu juga tante, gadis itu juga seorang penari di club malam..hah kasihan Adelio selalu tertipu tanpa sadar" Cherry sok prihatin..
Nyonya Sanders diam sejenak lalu bertanya
"siapa nama gadis itu?" tanya Nyonya Sanders penasaran..
"..nama nya Leanna..Leanna Mei. itu saja nama nya tak ada marga karena ia bahkan tak punya nama Ayah karena dia itu anak ha-ram" kata Cherry kejam
Nyonya Sanders yang sudah banyak makan asam garam tau sekali kalau Cherry ini sedang iri dan cemburu, ia tentu tau Cherry sangat menyukai Adelio putera nya sejak lama
"nanti Tante akan cari tau ya Cherry" senyum Nyonya Sanders tenang, Nyonya Sanders memang sangat kaya tapi bukan berarti ia suka menghina orang lain juga
"bukan kah kemarin-kemarin Tante masih di tanah air masa iya tante tidak tau apa-apa?" tanya Cherry sok heran
"ya..karena walau tante berada di tanah air, Adelio juga sangat sibuk dengan pekerjaan nya. Kadang Tante pulang ke tanah air tapi Adelio malah je luar negara mengurus pekerjaan.." jawab Nyonya Sanders masuk akal
"..iya juga ya Tante.." kata Cherry
"tapi Tante harus selidiki gadis itu kalau bisa jauhkan dia dari Adelio, kasihan Adelio di manfaatkan oleh si miskin tak tau diri itu..kalau bisa tante jauhkan deh jauhkan pokok nya gadis itu dari Adelio, bikin sakit mata kalau ia dekat-dekat sama Adelio, bisa ketularan kotor nya" kata Cherry dengan senyuman sinis dan bernada ejekan, setiap ia mengingat Leanna pasti ia sakit hati dan sangat iri dengki hingga tanpa sadar rona wajah nya suram dan aura nya sendiri menjadi jelek secara otomatis.
Kemudian pesanan makan siang mereka datang..
"Cherry sayang, itu makanan sudah datang, kita ngobrol lanjut nanti ya" kata Nonya Sanders
__ADS_1
"eh..iya Tante..,aku juga udah laper ni jadi nya" balas Cherry, memang kalau iri dan kesal sama Leanna seperti nya menguras energi Cherry.
Ya memang sih.. rasa iri itu bisa bikin energi baik kita terkuras dengan cepat.. dan yang tersisa hanya lah energi buruk nya saja.