OBSESS

OBSESS
OBSESS 56


__ADS_3

Keluarga Besar Chuang memang bukan lah orang yang berasal dari kota ini tapi dari kota tetangga..sama seperti hal nya keluarga Tuan Bagaskara. mereka bukan lah orang asli di kota ini.. Bahkan setelah kakek tertua Chuang dan mbah buyut nya tiada para generasi mereka tetap menetap di luar kota..sedangkan Tuan dan Nyonya Chuang memilih tinggal di luar negara dan tak pernah kembali selama belasan tahun terakhir.., hingga tak ada yang tau kabar mereka termasuk Tuan Bagaskara sendiri.


"jika kau ingin pergi ziarah ke makam nya, kami akan mengantar mu" tawar Nyonya Bagaskara pada Ibu Leanna, makam ayah Leanna ada di luar kota tepat nya harus menempuh perjalanan melewati lebih dari dua kota dari tempat ini.


Ibu Leanna hanya mengangguk pelan, meski pun pria itu telah tiada ia pun masih bingung kedatangan nya ke sana..untuk apa? Ada banyak kerinduan di hati pada kekasih nya tapi ada banyak rasa luka dan kecewa juga membalut nya..walau pun selama ini ia selalu tak membenci dan terus mencintai lelaki itu tanpa henti.


Leanna dapat melihat guratan kesedihan di mata sang ibu.., dan ia juga berusaha sekuat tenaga menahan ketabahan hati nya.


Ayah kandung nya itu telah tiada? Kecewa memang..karena ada banyak sekali yang ingin Leanna tanyakan, ia masih sangat ingin memarahi orangtua itu..walau pun sejak awal Leanna memang tak pernah bermimpi untuk bertemu dengan orangtua itu sedikit pun.


Setelah selesai dengan semua nya, Tuan Bagaskara merasa lega..ia juga menyerahkan kembali foto Ibu Leanna yang selama ini ia pegang kepada sang empu nya.


"kelak apa pun yang kalian butuhkan..katakan saja pada kami.." kata Tuan Bagaskara pada Leanna dan ibu nya..


"terimakasih atas niat baik nya, tapi kami tak mau merepotkan.." balas Ibu Leanna lirih


"tidak ada yang di repotkan.." sela Nyonya Bagaskara..


"Marga Chuang itu sudah seperti keluarga kami, ia sangat dekat dengan suami ku..seperti saudara sendiri..jadi kalian harus kami jaga karena merupakan amanat nya.." lanjut Nyonya Bagaskara tulus..


tidak mau berdebat dengan tawaran kebaikan orang lain, Ibu Leanna hanya balas mengangguk dan tersenyum..


Setelah semua selesai Tuan Bagasakara dan istri nya segera pergi


💚💚💚💚💚💚


Hari berlalu seperti biasa nya, dan beberapa hari setelah nya Leanna dan Ibu nya mendapat tawaran untuk memilih rumah yang di hadiahkan oleh keluarga Bagaskara, tapi tetap saja Leanna dan ibu nya ini menolak dengan halus..alasan mereka tetap nyaman ada di rumah usang ini. Lebih tepat nya mereka ini tak mau menyusahkan orang lain dalam urusan hidup mereka. tentu saja sejak awal Adelio pasti akan memberikan rumah mewah pada Leanna, tapi jangan kan menawarkan hal yang seperti itu, di berikan tips saja Leanna selalu menolak dan mengembalikan pada Adelio dan ujung-ujung nya perdebatan terjadi yang berakhir dengan pertengkaran kedua nya. Adelio sangat mengindari pertengkaran nya dengan Leanna..wanita yang sangat di cintai nya itu keras hati nya sangat lah tidak ketulungan lagi.

__ADS_1



💚💚💚💚


Dua bulan telah berlalu setelah hari itu, Cherry kini sudah bisa menghirup nafas segar di luar bui, yah walau pun tetap dengan status nya tahanan luar tapi ia bisa lega karena sekarang kehidupan nya kembali menjadi nona besar dengan segala fasilitas terbaik bak puteri raja yang di kenyam nya sejak lahir di keluarga Bagaskara..


namun kebahagiaan Cherry tak berlangsung lama ,saat pagi hari ia masih tidur di kamar mewah dan kasur empuk nya, Tuan Bagaskara papa nya menghampiri dan membangun kan nya dengan paksa..


"apa sih pa..ini masih pagi.." sungut Cherry kesal..


"terus kamu mau bangun jam berapa?" tanya Tuan Bagaskara dingin


"ya..terserah Cherry lah.." balas nya, ia merasa papa nya aneh mengapa sekarang malah ikut mengatur waktu bangun tidur nya.


"terserah...??? kamu mesti kerja..sekarang sudah hampir pukul tujuh, cepat siap-siap.." nada Tuan Bagaskara meninggi


kak Wulan dan kak Robert kan ada..!? Batin Cherry..


Bagi Cherry sampai mati pun dia tak akan bekerja, harus nya dia sangat beruntung menjadi anak bungsu tinggal main dan menghabiskan uang saja..cukup terus hidup seperti tuan puteri, lalu nanti saat menikah ia juga tak perlu bekerja karena sejak dulu suami impian nya adalah Adelio, ia hanya cukup menjadi ratu nya Adelio..cukup santai dan menjadi cantik di dalam istana.., kehidupan yang sangat sempurna bukan?? Lalu...apa ini? Kerja..? Papa nya menyuruh kerja..????


"apa sih pa? Papa kayak kekurangan anak saja..kan kak wulan dan kak Robert sudah membantu papa di perusahaan.." protes Cherry


"sampe kapan kamu mau jadi gak guna begini?" balas Tuan Bagaskara


"selama nya.., aku gak akan mau kerja, titik. kerja itu capek..papa" Cherry sangat kesal


"Cherry, papa dan mama kamu gak selama nya ada buat kamu, begitu juga kakak-kakak mu..ke depan nya mereka juga punya kehidupan sendiri" ujar Tuan Bagaskara tegas

__ADS_1


"aduuuh papa kalau ngelawak jangan yang garing-garing coba, semua orang tau kekayaan Bagaskara itu gak akan habis sampai beberapa turunan.., " balas Cherry dengan tergelak


"lagi pula kalau papa memang gak mau lagi biayain Cherry nanti juga Cherry bakal keluar dari rumah ini setelah menjadi Nyonya Adelio, sudah pasti Cherry gak butuh kerja juga dong" lanjut Cherry lagi dengan penuh percaya diri


"oh..kamu berharap Adelio akan suka pada gadis pemalas seperti mu?" cibir Tuan Bagaskara menatap remeh puteri nya


Saat Tuan Bagaskara berkata seperti itu, Cherry mulai berfikir..iya juga ya..lihat saja Adelio menyukai Leanna yang pekerja keras.


Siapa tahu saat Adelio melihat ku bekerja, nilai ku jadi plus di mata nya..batin Cherry mulai ber-angan jauh..


dengan kesal Cherry berkata


"ya udah..ya udah Cherry bakal kerja di kantor papa..tapi Cherry mau jabatan yang bagus dong..kayak kak Wulan dan kak Robert..tapi tetep aja Cherry gak mau capek-capek di kasih kerjaan kayak mereka.." pinta Cherry ngelunjak


Tuan Bagaskara mengangkat alis nya


"iya..kamu memang kerja di perusahaan papa..tapi sebagai Cleaning Service" kata Tuan Bagaskara yang langsung membuat Cherry tercengang..


"papa gila ya..!!" bentak nya kesal


Ia yang awal nya duduk-duduk malas di kasur spontan terlonjak berdiri


"kenapa aku jadi Cleaning Service..?? aku bakal aduin sama mama.." wajah Cherry terlihat emosi


"mama...." pekik Cherry kuat..


"kenapa sayang...?" suara Nyonya Bagaskara terdengar mendekat dari arah tangga..

__ADS_1


Nyonya Bagaskara muncul seraya membawa pakaian lengkap dengan hanger cantik di tangan nya..dan pakaian yang di bawa sang mama jelas sekali Cherry sangat mengenal nya..itu adalah seragam khusus Cleaning Service di perusahaan papa nya..


__ADS_2