OBSESS

OBSESS
OBSESS 54


__ADS_3

mendengar celutukan jahat yang juga merupakan komentar pedas dari puteri nya itu, Nyonya Bagaskara merasa puteri nya ini memang manja nya sudah sangat kelewatan hingga tak tau dan tak bisa menghargai usaha dan perjuangan orang lain. Ia terlalu terlena dengan hidup nya selama ini yang serba enak sedari ia kecil


Nyonya Bagaskara berkata dengan intonasi pelan


"ini memang salah mama terlalu memanjakan kamu hingga kamu tumbuh menjadi anak tak tau terimakasih seperti sekarang ini..." keluh Nyonya Bagaskara


Wajah Cherry menjelek, dia merasa kesal dan sama sekali tak peduli dengan apa yang barusan di katakan sang mama.. bagi nya ini semua tak menarik untuk di cerna.


Malah yang ada Cherry menyeringai dengan penuh dendam seraya berkata


"ini semua gara-gara gadis miskin itu, Leanna si miskin tak tau diri itu. Tunggu saja aku akan membalas nya saat keluar dari sini.." kata Cherry dengan nada bergetar dan menakutkan


Nyonya Bagaskara tentu tercengang seketika mendengar penuturan Cherry yang begitu terdengar sangat angkuh dan tak terpuji itu..


"Cherry.." tegur Nyonya Bagaskara, sebagai sosok mama ia tak mungkin membiarkan puteri nya makin tumbuh seperti sesosok monster yang sangat jahat dan teramat kejam begini.


"hh..memang benar dia itu miskin dan tak tau diri kan? di juga dengan tak tau malu berani Mendekati Adelio...memang nya dia fikir dia pantas? Sejak dulu hanya aku lah yang pantas untuk Adelio..!!" Cherry makin menjadi-jadi


"...dia pantas.." jawab Nyonya Bagaskara pelan


Cherry melotot kaget, ia tak percaya mama nya sendiri bisa berkata demikian dengan sangat terdengar begitu enteng nya


"apa ma?" Cherry bertanya lagi dengan nada sengit, ia hampir tak mempercayai pendengaran nya sendiri pada detik ini..


Nyonya Bagaskara tersenyum dan kembali berkata...

__ADS_1


"iya..mama bilang..Leanna itu pantas untuk Adelio" sang mama malah memperjelas maksud perkataan hingga membuat Cherry langsung kaget bukan kepalang.. tak ayal-ayal lagi.


Ia menjadi tak habis fikir pada mama nya sendiri..


"mama ini ngomong apa sih?" Cherry gak terima


"dia itu gelandangan ma..., dia itu gak ada beda nya sama pela-cur..kerjaan nya aja di club malam kok.., dia gak pantes sama Adelio..dia itu cuma gadis sampah yang miskin.." Cherry semakin menggebu-gebu.., ia betul-betul tak terima Adelio-nya di bilang cocok pada Leanna, jelas-jelas bagi Cherry kalau sosok Leanna adalah sosok gadis yang paling Cherry tidak sukai di dunia ini, yah lebih tepat nya Cherry merasa iri dengki pada Leanna. Itu saja..


"Leanna itu sampah sampai kapan pun..!!" belum sempat Cherry melanjutkan perkataan nya, Nyonya Bagaskara dengan cepat menyela nya


"Cherry.." Nyonya Bagaskara menaikkan sedikit oktaf suara nya.., ia merasa puteri nya benar-benar kelewatan dalam menghina orang lain begini..


Cherry balas menoleh dengan sinis ke arah Nyonya Bagaskara mama nya ini.., namun Nyonya Bagaskara berusaha bersabar lagi..


"berhenti menjelek-jelekkan Leanna.." lirih Nyonya Bagaskara kemudian..


Cherry begitu sangat kaget dan juga tak terima di waktu yang bersamaan..


Apa-apaan ini !!! batin nya kesal..


mama nya yang adalah Nyonya terhormat dalam lingkaran dan kelas sosial nya mereka namun bisa rela memohon pada seorang Leanna? Leanna Si perempuan miskin itu..!!?


"kenapa mama mesti memohon pada nya?" Cherry tak terima, ia benar-benar merasa tak suka mendengar berita nya.


"memang apa salah nya?" Nyonya Bagaskara malah balik bertanya

__ADS_1


Lalu Nyonya Bagaskara tersenyum dan kembali melanjutkan perkataan nya..


"demi puteri mama, mama akan lakukan apa saja. Lagi pula kelakuan mu yang di luar batas seperti sekarang ini adalah murni salah mama juga" Nyonya Bagaskara terus berkata dengan perlahan dan mengalir terus menuruti isi hati nya.


wajah Cherry suram menggelap..


"sudah lah..ayo makan makanan yang mama bawa ini.." tawar Nyonya Bagaskara.


tentu nya makanan dalam penjara tidak enak dan gizi nya tak seimbang, sama sekali tidak cocok seperti pola makan Cherry sehari-hari..karena itu Nyonya Bagaskara senatiasa membawa makanan untuk puteri nya saat jam besuk tiba.


Cherry merajuk, rasa nya ia tak mau makan..tapi makanan yang di bawa sang mama itu semua adalah kesukaan nya..di tambah lagi ia benar-benar tak nafsu makan dengan menu di sini..ia benar-benar tak ada keinginan untuk menelan semua masakan dalam lingkungan bui ini semua nya tidak enak dan aroma nya juga membuat nya merasa eneg..


Jadi mau tidak mau ia turuti saja tawaran mama nya untuk makan menu sehat yang di bawa sang mama..yah walau pun dengan bahasa tubuh yanh sedikit gengsi..,tapi bukan kan urusan perut tidak bisa di isi hanya dengan kata gengsi..!?


💚💚💚💚


Hari berikut nya Adelio mendatangi Leanna di tempat kerja..


Adelio berniat mengabarkan tentang Ayah kandung Leanna dari cerita kenyataan yang di katakan oleh Tuan Bagaskara tempo hari..yang ternyata memang benar Tuan Bagaskara adalah sahabat dekat nya ayah kandung Leanna, ayah Leanna adalah pria dengan keturunan keluarga Chuang yang memang kaya raya.., ternyata ayah Leanna adalah keturunan bangsawan yang masih menjunjung bibit, bobot dan bebet.


Leanna tak menyangka, Adelio bisa mendapat informasi latar belakang keluarga nya seperti ini. Leanna jadi makin merasa kalau Adelio ini terlalu peduli pada nya.


"kita kerumah mu..ada sahabat ayah mu yang ingin bertemu dengan kau dan ibu.., sekarang mereka sudah di perjalanan, mungkin akan lebih cepat mendahului kita sampai di rumah mu.." Adelio pun segera mempersilahkan Leanna masuk ke mobil nya


Leanna merasa ia sebetul nya tak mau tau lagi tentang pria tak bertanggungjawab yang berstatus ayah biologis nya itu...hanya saja dalam lubuk hati yang paling dalam ia merasa ada rasa penasaran yang besar pada siapa sosok ayah kandung nya..

__ADS_1


karena bagaimana pun seorang anak yang tak pernah melihat ayah nya sedari lahir pasti akan merindukan sosok ayah itu di hidup nya, walau membenci tapi tentu ingin mengenal nya bukan?


Adelio mengerti dengan apa yang Leanna rasa..jadi ia dengan sigap mendorong bahu Leanna pelan agar mau masuk ke dalam mobil..agar wanita-nya ini tak ada rasa ragu lagi


__ADS_2