
Beruntung nya para orang khusus Adelio itu tidak sampai memukul nya dengan kejam berkali-kali seperti yang para preman lakukan pada Leanna saat malam itu.
Dalam hal ini Adelio tidak sama, jadi kerja para orang-orang khusus nya cukup terpelajar juga. mereka ini bukan lah pria yang bertindak se-kasar itu pada perempuan yang harus nya bukan lawan mereka. yang mereka lakukan saat ini hanyalah memberi pelajaran pada Cherry si perempuan jahat ini tanpa harus memukul karena perlakuan pelecehan seperti ini saja sudah cukup bisa membuat efek jera pada Cherry. Adelio tidak perlu memukuli nya dengan kejam, ia hanya perlu menyuruh orang-orang nya memainkan peran seperti para preman yang hendak memperko5a dengan kejam, tentu saja Adelio bermain dengan mental.
Terbukti setelah lima belas menit berlalu Cherry sudah seperti orang bodoh yang awut-awutan di lantai gudang. ia linglung dan penuh ketakutan.
Sementara itu Nofa sudah keluar dari kediaman Bagaskara setelah menjelaskan semua nya pada Nyonya Bagaskara terkait apa yang di lakukan Cherry.
Nyonya Bagaskara sangat menyayangkan, padahal jelas-jelas orang yang di gertak dan di ganggu Cherry hanya lah seorang gadis kalangan biasa yang seharus nya sangat mudah bagi Nyonya Bagaskara menyelesaikan masalah ini di bawah kekuasaan dan kekuatan harta nya tapi masalah nya sekarang gadis yang di ganggu Cherry adalah gadis yang di sukai Adelio.
Walau pun apa yang di lakukan Cherry terkesan labil dan hampir menghilangkan nyawa orang lain tapi Nyonya Bagaskara bisa mengerti kalau mungkin saja puteri nya itu terlalu kalap karena merasa cemburu. Nyonya Bagaskara sangat tau betul bagaimana puteri kesayangan nya itu menyukai Adelio Fengying Sanders itu sejak dulu.
Nyonya Bagaskara mengakui dalam hati nya kalau kali ini Cherry memang kelewatan tapi tetap saja Nyonya Bagaskara masih memikirkan bagaimana cara nya agar ia bisa meringankan segala sesuatu yang akan menimpa puteri nya yang sangat tersayang itu. Sekarang harapan Nyonya Bagaskara adalah Tuan Bagaskara, suami nya..
Sebuah mobil yang di bawa orang khusus Adelio berhenti tepat di tempat Leanna bekerja siang ini. Sosok Pria bertubuh besar turun dan menyeret sosok Cherry dari kursi penumpang.
Keadaan Cherry si puteri kaya ini benar-benar acak-acakan, rambut nya awut-awutan dan wajah nya masih terlihat pucat.
__ADS_1
Leanna kaget saat ia berada di depan toko bersama salah satu teman kerja nya.., bagaimana tidak? Ia tahu betul bagaimana berkelas nya penampilan Cherry saat mereka bertemu waktu itu..tapi sekarang seperti nya tidak seperti itu, sosok Cherry sangat aneh bahkan Leanna hampir tak mengenali.
Orang Adelio berdiri tak jauh di belakang Cherry dengan ekspresi tegas dan datar. Cherry maju menghampiri Leanna
"Leanna..aku ingin bicara" kata suara nya serak
Leanna hanya diam menatap Cherry dengan aneh. Seperti nya teman kerja Cherry mengerti jadi ia mundur dan pergi guna memberi ruang untuk Cherry dan gadis berantakan yang baru tiba itu.
Tak lama sebuah mobil yang di bawa ajudan keluarga Sanders berhenti tak jauh dari tempat Leanna bekerja, mengawasi, di dalam nya di kursi belakang tampak Adelio duduk santai tak bergeming.
Leanna belum sempat berkata apa-apa saat tiba-tiba Cherry langsung berlutut dengan suara gedubuk yang keras..
Leanna melirik mobil yang mewah tak jauh di seberang jalan, walau kaca mobil nya tidak terbuka secara menyeluruh tapi Leanna tau persis siapa di dalam nya. Adelio kan? memang nya siapa lagi yang bisa membuat si Cherry puteri kaya ini menjadi seperti sekarang ini? siapa lagi yang bisa punya kekuatan kalau bukan seorang Adelio..
walau Cherry terlihat memprihatin kan berlutut dengan kondisi berantakan entah mengapa Leanna tak ada kasihan melihat nya.
Leanna mungkin bisa memaafkan orang yang jahat pada nya..tapi Cherry ini sudah kelewatan. Waktu itu ia dengan sombong menghina ibu Leanna dan entah mengapa melihat Cherry memprihatinkan begini Leanna berasa ingin menyoraki nya, apalagi Leanna sangat yakin seratus persen permintaan maaf nya Cherry saat ini bukan lah suatu ketulusan tapi hanya lah wujud dari perlindungan dan penyelamatan diri sendiri dari Cherry saja. Cherry ini jelas sekali hanya karena di tekan maka nya baru meminta maaf. jika tidak ada campur tangan Adelio mana mungkin si Cherry ini bisa meminta maaf dan merendah kan diri seperti saat ini.
__ADS_1
Leanna..mana mungkin mau memaafkan Cherry, tak akan pernah. Apa yang Cherry lakukan saat itu benar-benar berdampak buruk pada nya. Mengeroyok nya serta menghina ibu nya, lalu memfitnah nya dan berakhir Adelio marah hingga merenggut harga diri nya, lalu terakhir hampir saja ia mati di pukuli dan di gilir oleh para preman jika saja Adelio tak menyelamat kan nya. jika di fikirkan Cherry ini benar-benar bermain-main dengan nyawa orang hanya demi menuruti kepuasan hati nya. So, apa yang harus Leanna maafkan dari seorang Cherry yang jelas-jelas busuk hati dan egois ini?
"kenapa kamu berlutut, berdirilah.." kata Leanna
Cherry merasa lega karena mengira Leanna sudah memaafkan karena tersentuh hati nya...
Namun..apa yang di katakan Leanna selanjut nya
"kau berlutut merusak mata ku saja, lagi pula sampai mati pun aku tak akan memaafkan mu" kata Leanna ketus
Cherry kaget setengah mati, ia tak meyangka..ia kira Leanna ini hati nya lembut sama seperti gadis miskin lain nya yang akan tersentuh jika orang itu sudah minta maaf hingga berlutut begini walau pun sebelum nya menjahati nya.
Cherry benar-benar salah menilai Leanna. Seharus nya ia sadar saat mendapat bogeman mentah dari Leanna waktu itu harus nya ia sudah tau dan menyadari Leanna ini orang nya seperti apa..!?
Jelas sekali Leanna tak selembut itu hati nya, Leanna ini keras hati dan ternyata sangat menakutkan.
Leanna tentu bisa lunak hati, itu hanya pada orang-orang di sekitar nya..teman-teman yang lunak juga pada nya..
__ADS_1
Cherry benar-benar takut jika Leanna tak memaafkan nya, karena Adelio bilang semua yang akan Adelio lakukan selanjut nya hanyalah tergantung dengan bagaimana respon Leanna. Jika Leanna tak memaafkan nya maka...Cherry tinggal menunggu apa yang akan Adelio lakukan selanjut nya memberikan neraka dan mimpi buruk pada hidup Cherry..
"Leanna..jangan begini...tolong maafkan saya" Cherry setengah merangkak ke arah Leanna..