OBSESS

OBSESS
OBSESS 10


__ADS_3

Setelah beberapa waktu berlalu Adelio rutin melakukan hal itu dalam beberapa minggu terakhir, menyuruh orang mengantar makan siang ke toko, lalu membayar orang membeli makanan di rumah makan bu Saswo, mendatangi kafe, mendatangi club malam yang notebone nya ke-semua nya tempat Leanna bekerja.


Tapi tau-tau di pekan berikut nya Adelio menghilang, tak ada kabar dan tak ada lagi datang. Ini terhitung sudah seminggu lepas.


Leanna menertawakan ini di dalam hati nya..., ia sudah menyangka kalau anak orang kaya akan begini lah ada nya, mereka akan bosan pada waktu nya.


Dalam hati Leanna merasa bersyukur dan masih beruntung karena diri nya tidak terbawa suasana oleh sikap manis dari Adelio. beruntung nya ia sampai tak terkecoh dengan pria yang suka bermain-main itu...


Namun di hari berikut nya saat Leanna pulang dari bekerja ia malah di kejutkan dengan sosok pria tampan yang sudah berada di rumah nya yang sangat sederhana itu.


Sosok itu adalah sosok yang sudah menghilang hampir satu minggu lewat ini., mau memasuki minggu kedua malah. Pantas saja tadi di depan gang Leanna sempat melihat sebuah mobil bagus terparkir dengan begitu anggun nya.


ya,Adelio..pria itu saat ini sedang duduk di sofa ruang tamu yang tampak usang..pria itu sedang berbincang ringan dengan ibu nya Leanna.


"Leanna sudah pulang?" sapa sang ibu, wajah sang ibu yang nampak tua dan lelah itu terlihat senang..


Leanna masih tertegun di depan pintu, pria tampan itu menoleh pada Leanna..Adelio pria itu masih tampan seperti biasa..


Adelio tersenyum samar pada Leanna.., dan Leanna hanya bisa membisu.


"hai Leanna.." sapa Adelio pelan dengan suara berat nya yang khas


Leanna tidak menjawab, lebih tepat nya tidak bisa menjawab..lidah nya kelu.


Bagaimana bisa pria ber-aura kaisar ini datang kemari dan duduk dengan enjoi nya di rumah yang usang ini?


"ini teman kamu sudah menunggu dari tadi..kata nya ada perlu sama kamu" kata sang ibu


Leanna akhir nya melangkah kan kaki nya masuk dan akhir nya duduk di sofa yang tak jauh dari tempat ibu nya dan Adelio berada, berseberangan satu buah meja..


Ibu nya tampak mengerti, ia bangkit..


"ibu tinggal dulu..kalian ngobrol saja.."kata ibu Leanna


Saat sang ibu akan bangkit, Adelio dengan cekatan membantu..


"ibu hati-hati..." kata nya..


"terimakasih, ibu tidak apa-apa..." jawab sang ibu lalu berjalan ke arah belakang meninggalkan dua orang, seakan memberikan ruang untuk para muda mudi ini..


Leanna sedikit terganggu dan merasa aneh mendengar Adelio memanggil ibu nya barusan, teman-teman Leanna rata-rata memanggil bibi tapi mengapa Adelio malah memanggil...ibu?

__ADS_1


"kau memanggil ibu ku dengan sebutan ibu?" tanya Leanna dengan raut tidak setuju


"..ya kenapa? toh nanti nya juga dia akan menjadi ibu mertua ku" Adelio menjawab santai dan penuh percaya diri


Leanna merasa pusing, pria ini setelah menghilang mengapa malah semakin berani bersikap..


Entah kemana sebetul nya pria yang menghilang ini? Kenapa tau-tau muncul di sini?


Adelio sebetul nya bukan menghilang, ia hanya pergi ke luar negara untuk mengurus perusahaan nya yang di sana sesekali.


"kau tak harus sampai memanggil ibu" protes Leanna datar


"kenapa? Lagi pula ibu mu juga tak keberatan. Kenapa kau yang repot?" jawab Adelio tanpa tekanan namun terdengar pedas.


mendengar jawaban Adelio rasa nya Leanna mau marah saja.., orang ini? Kenapa bilang Leanna repot? wajar saja wanita yang di panggil Adelio dengan sebutan Ibu tadi adalah ibu yang sangat Leanna sayangi.., ia tentu saja tak ingin ibu nya bergaul terlalu dekat dengan pria bernama Adelio ini, jelas sekali pria ini suka bermain-main.., sekarang contoh nya apa-apaan ibu mertua???? Adelio ini terlalu suka sembarangan..


Baru saja Leanna akan marah dan protes lagi, Adelio sudah lebih dulu bersuara..


"lama tak berjumpa, kenapa kau malah membahas hal yang tak penting begini? Bukan kah tak merugikan mu kalau aku panggil calon ibumertua ku dengan sebutan ibu..."ujar Adelio.


Leanna menatap Adelio dengan sengit


"Leanna,ayolah...aku datang kemari karena rindu pada mu..kenapa kau tak mau peduli..kemari lah" Adelio menepuk sofa di samping nya agar Leanna pindah ke sana namun Leanna tetap diam tak bergeming


Leanna kaget..


"apa..yang.." baru saja Leanna akan berucap, Adelio sudah buru-buru bilang


"stt..., nanti di dengar ibu. Nanti ibu kira ada apa" kata Adelio pelan setengah berbisik...intonasi suara nya sangat magnetis.. 'mengundang..'


Leanna ingin sekali teriak dan marah tapi ia tahan, ia kasihan ibu nya yang nanti malah terkejut..


karena Leanna sudah diam dan agak tenang, Adelio pun tersenyum..


"nah, begini baru lah gadis pintar.." kata Adelio


Leanna menggigit bibir nya sendiri mencoba melawan nervous dan rasa tidak nyaman karena pria berbobot proporsional, wangi dan tampan ini berada di samping nya dengan jarak sedekat ini membuat nya tak nyaman.


"mau apa kau kemari?" tanya Leanna perlahan


Adelio tersenyum...

__ADS_1


"mau apa lagi, melihat wanita ku...dan menjenguk ibu mertua ku" jawab Adelio jujur tapi kesan nya sangat to the point sekali


Leanna berfikir dari mana pria ini tau rumah nya yang jelas-jelas di pinggiran kota dan masuk ke gang lagi..


"ayo.." kata Adelio lagi


"a...apa?" Leanna tak mengerti


"siap-siap.., bukan kah kau harus pergi kerja ke kafe seperti biasa...aku akan mengantar mu.." Adelio menawarkan maksud baik


"aku bisa pergi sendiri" jawab Leanna dengan raut yang tak bersahabat


"tidak bisa.." balas Adelio


"kenapa tidak?" Leanna tak mau kalah


"aku sudah datang kesini, sengaja mau mengantar mu.." kata Adelio lagi


"tak ada yang menyuruh mu datang" sahut Leanna pedas


"aku tak perlu izin mu untuk datang.." Adelio tak kalah pedas


Leanna rasa nya mau habis kesabaran menghadapi Adelio...


"tidak ada negoisasi lagi...setuju pergi dengan ku atau aku akan memaksa mu pergi dengan ku? aku akan menggendong mu dan itu tak akan sulit untuk ku lakukan.." Adelio menunjukkan smirk tajam pada Leanna


Leanna ingin sekali marah tapi berulang kali ia berusaha menahan nya, ia terus berkata dalam hati...sabar Leanna sabar...sabar...


Akhir nya Leanna bangkit dari sofa dan segera menuju ke kamar untuk mengambil baju ganti dan mengenakan outher, ia berjalan ke arah belakang dan berpamitan kepada ibu nya.


Terlihat ibu sedikit tertatih melangkah ke arah depan..


"ibu, aku antar Leanna kerja dulu ya" pamit Adelio dengan senyum nya yang menawan seindah malaikat..


"iya, kalian hati-hati.." balas ibu..


Leanna melangkah keluar di ikuti Adelio di belakang nya


Selama berjalan kaki menuju mobil di luar gang dua orang hanya diam saja..


mereka berjalan beiringan dan tidak ada yang bicara satu sama lain...

__ADS_1


namun melangkah bersama seperti ini Adelio merasa hati nya berbunga-berbunga dengan sangat teramat indah...


__ADS_2