
Hari-hari pun terus berlalu, hampir dua minggu telah berlalu Leanna tanpa lagi di ikuti Nofa, dalam hal ini Leanna benar-benar bisa bernafas dengan sangat lega..,entah lah semenjak Leanna kenal Adelio, Leanna merasa ketenangan nya sudah hilang berikut kebebasan nya juga telah terganggu, ia merasa keseharian nya tiap waktu tiap detik tak bisa lagi bernafas dengan mode yang baik seperti dulu sebelum diri nya bertemu dengan Adelio.
Di sisi lain Cherry puteri keluarga Bagaskara, akhir-akhir ini diri nya merasa sedang tidak puas hati dengan apa yang sudah ia rencanakan di waktu lalu..saat ia dengan sengaja menjebak Leanna bersama Siyahant
Bukan kah jelas sekali waktu itu, ia bulat-bulat merencanakan menjebak Leanna adalah untuk agar Adelio menjauhi Leanna saja. tapi apa? tapi apa kenyataan nya??? Sia-sia ia buang uang bayar orang tapi malah yang ada Adelio masih saja mengejar Leanna hingga detik ini...
Cherry ini obsesi nya besar pada Adelio, ia iri hati pada Leanna..jadi hati busuk nya mulai kembali merencanakan hal untuk mengganggu Leanna yang lebih parah lagi dari sebelum nya. Bagi nya Adelio itu hanya milik nya seorang saja..,tak ada wanita lain yang boleh memiliki Adelio selain diri nya. dan itu sudah ia tanamkan sejak diri nya masih sangat kecil dan masih sangat muda.
mama nya Cherry adalah kerabat jauh keluarga Adelio tapi Cherry sangat ingin memiliki Adelio, sejak kecil Cherry mengagumi pria itu dengan sangat-sangat menggila.
Cherry mulai mencari dan membayar beberapa preman untuk mengganggu Leanna..
"mau kalian apa pun juga wanita itu terserah saja, kalian mau mencicipi tubuh nya juga tidak masalah..." titah Cherry dengan kejam dan seringai yang sangat menakut kan, licik dan sangat terlampau jahat sekali.
Bagi Cherry jika Leanna sudah benar-benar menjadi wanita menjijikan, jangan kan Adelio pasti keluarga besar Sanders juga tak akan menerima gadis miskin dan kotor,menjijikan dan ternoda seperti itu kan..!?
Cherry ini masih merasa kan dendam kesumat karena Leanna memukul nya saat itu hingga implan hidung nya hampir saja rusak. Bogeman Leanna memang kuat dan keras juga ternyata.
__ADS_1
Rencana nya dengan Siyahant hari itu benar-benar sia-sia tak berguna sama sekali. Benar-benar menyebalkan memang...
kali ini Cherry ingin rencana yang lebih ekstrim lagi dari sebelum nya,rencana yang akan membuat agar si Leanna miskin itu tidak bisa lagi merasakan apa itu arti dari indah nya kehidupan.
Hhh..Kalau di lihat-lihat puteri keluarga Bagaskara ini sangat kejam bukan? berbanding terbalik dengan Tuan Bagaskara itu sendiri. Bagaimana tidak? Cherry ini sendiri yang cari masalah pada Leanna eeh malah diri nya sendiri lah yang ujung-ujung nya merasa tak puas hati dan kebakaran jenggot seperti sekarang ini.
Sementara itu Adelio sejak pagi hari tadi saat ia teringat pada sosok Leanna entah mengapa perasaan nya mendadak sangat lah tidak enak, apalagi Nofa salah satu pengawal pribadi kepercayaan nya sudah tidak lagi mengawal Leanna seperti hari yang sudah-sudah.
padahal ini terhitung sudah hampir dua minggu berlalu Nofa tak mengawal Leanna tapi entah kenapa pula baru hari ini Adelio merasa se-kuatir ini pada Leanna, ke kuatiran nya sangat kuat..! ada apakah memang nya? Adelio pun tak mengerti sama sekali mengenai fikiran nya hari ini...!? Ini benar-benar terasa sangat berbeda sekali. Membuat hati nya ketar-ketir tak karuan. Hingga setelah Adelio sudah menyelesaikan beberapa pertemuan klien pun ia masih saja tak enak hati jika teringat Leanna
Malam hari nya Adelio nongkrong bersama Zico di tempat Devid, di sebuah arena Biliard..tapi malam ini Adelio seperti tak menikmati suasana nya,ia benar-benar merasa sangat gelisah.., sangat tak nyaman sekali perasaan di hati nya..semua tentang Leanna dan ini betul-betul mengganggu nya. Kenapa?
"Leanna lagi?" tebak Devid dan jelas saja itu tepat sasaran tentu nya..
Adelio menaikkan alis nya meng-iya kan hanya saja kali ini fikiran nya pada Leanna adalah lebih kepada ke-kuatiran yang sangat besar, kuatir yang melebihi hari-hari biasa nya
"mau ke club itu saja bos?" tanya Zico seraya menyesap minuman, ia menawarkan apakah Adelio mau pergi ke Club malam tempat Leanna bekerja sebagai dancer seperti biasa, kebetulan malam ini adalah jadwal nya Leanna....
__ADS_1
Saking sering nya mereka ini terlibat dalam pengawasan Leanna demi Adelio sang bos ter-Mulia ini, baik Zico,Nofa, Devid dan James jadi hafal kapan saja Leanna bekerja dan di mana saja kah skejul nya? di toko? di rumah makan? di Kafe? atau di Club Malam? mereka sudah hafal di luar kepala, benar-benar lucu...
Kalau mau di pertanyakan mereka juga sebetul nya bingung sama kisah cinta seorang Adelio Fengying Sanders yang sangat rumit ini..
Bagi James mungkin lebih sulit dari menghandle proyek, begitu juga bagi Zico mau pun bagi Nofa..ini lebih sulit dari berbagai misi pekerjaan rumit yang Adelio berikan sebelum nya. Devid malah berfikir semua bisnis nya bahkan lebih mudah dari pada mengurus kisah cinta Adelio dan Leanna..sangat rumit, sangat teramat rumit tak ada tandingan nya.
Adelio tak menjawab pertanyaan Zico, ia hanya tersenyum samar..., ia memang rindu Leanna tapi ia takut jika kehadiran nya malah mengganggu suasana hati seorang Leanna.
"kalau mau pergi, ayo.." Devid juga ikut-ikutan tawar kebaikan..apalah yang lebih penting dari kebahagiaan seorang sahabat sejati.
Devid sejak awal sangat sadar bahwa Adelio belum pernah segila ini pada wanita, jadi Devid faham keinginan Adelio pada Leanna adalah keinginan yang sungguh-sungguh..tak main-main dan tak akan ada tawar menawar lagi..
Tak terasa malam semakin larut, Leanna baru saja menyelesaikan performance nya..Setelah berganti pakaian ia segera keluar dari pintu utama club untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
Jalanan mulai sepi Saat Leanna berjalan kaki ke arah halte angkutan umum, tiba-tiba Leanna merasa seseorang pria bertubuh besar dan bau tembakau serta minuman keras menabrak nya dengan kuat.., sekilas saja Leanna dapat menghirup aroma parfum dari tubuh pria ini benar-benar tidak enak..
Leanna hampir terjatuh karena di tabrak tubuh pria yang besar dan berkulit wajah hitam itu.
__ADS_1
Di saat yang bersamaan..Adelio yang masih berada di arena biliard Devid, ia sedang memegang gelas minuman di tangan dan tak sengaja..PRAAANG..!! gelas di tangan Adelio terlepas.. terjatuh dan pecah...