
"kenapa mama memegang seragam Cleaning..service itu" Cherry mulai panik
"kenapa..? ayo mandi..kamu harus siap-siap pergi kerja.., ini seragam mu sudah mama bawa.." Nyonya Bagaskara meletakkan seragam yang di bawa nya itu di atas kasur Cherry
dua bola mata Cherry yang cantik itu membelalak dengan kaget..
"ma..ke-kenapa?" Cherry tergagap, ia betul-betul shock.. Karena sang mama yang bagi nya adalah penolong terakhir malah ikut-ikutan menyuruh nya memakai pakaian Cleanning Service..!?
"ayo cepat nanti telat kamu bakal di hukum sama atasan di kantor" kata papa memperingatkan lalu keluar dari kamar Cherry..
"ma..Cherry gak bisa.." Cherry memelas pada sang mama..
"ayo cepet.." titah mama nya lembut tapi tegas
"dengar kata papa kan kalo telat kamu nanti di hukum atasan" Nyonya Bagaskara memperingatkan..
Cherry merasa benar-benar shock parah, bagaimana ia bisa di hukum atasan Cleaning service sedangkan diri nya adalah puteri bungsu sang pemilik perusahaan..??
"papa kenapa jahat banget sih sama Cherry, papa pilih kasih..sejak dulu papa memang gak pernah sayang sama Cherry" Cherry mulai drama
"sayang..ini hukuman yang jauh lebih ringan dari pada kamu harus mendekam di dalam penjara.." kata Nyonya Bagaskara
"apa ma?" Cherry tak mengerti..
"iya ini adalah hukuman pengganti buat kamu yang sudah di sepakati Adelio dan papa.." jawab Nyonya Bagaskara santai
"apa???" Cherry merasa telinga nya berdengung..jadi ini adalah perbuatan Adelio?
"sudah..ayo cepat nanti telat, kamu harus ingat lho, papa bilang selama kamu bekerja kamu di larang memakai identitas kamu sebagai puteri papa..kamu di larang sok berkuasa dan bertingkah..ini adalah masa hukuman kamu jadi kamu baik-baik lah menjalani nya.." papar Nyonya Bagaskara seraya mendorong pelan pundak Cherry ke arah kamar mandi pribadi tersebut.
Cherry tak bisa berkata lagi..,bagaimana ia bisa bekerja sebagai Cleanning Service? pastilah para Cleanning Service papa nya akan menertawakan nya di mana selama ini ia selalu sombong angkuh dan jutex pada semua bawahan papa nya apalagi pada para Cleanning Service..
__ADS_1
"ini hanya sementara sayang..Papa bilang kalau kamu berlaku baik maka kamu hanya perlu waktu satu tahun menjalani nya tapi bila perlakuan mu buruk maka akan menjadi dua tahun..dan bisa juga lebih dan seterus nya" Nyonya Bagaskara menjelaskan dari arah luar kamar mandi saat pintu kamar mandi di tutup Cherry
Mendengar itu rasa nya Cherry ingin berteriak dan menangis sekencang-kencang nya, seharus nya dalam mimpi pun ia tak pernah mau menjalani hidup yang harus capek bekerja apalagi malah jadi tukang bersih-bersih begini..
Namun Nyonya Bagaskara tidak mempersoalkan nya, bagi nya ini lebih baik dari pada membiarkan Cherry mendekam dalam lingkungan bui.
Cherry menjadi tukang bersih-bersih dalam perusahaan mereka sendiri tentu saja itu tak jadi persoalan.. Nyonya Bagaskara masih terus bisa memantau kesehatan,keamanan dan keselamatan puteri nya. Yah..jika di fikirkan ini cukup baik untuk mengajari sosok gadis mengerjakan beres-beres dalam aktivitas sehari-hari, karena selama ini Cherry merapikan tempat tidur sendiri saja tidak pernah sama sekali.
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Adelio harus pergi ke luar negara mengurus pekerjaan nya di sana.., ia memang selalu pulang pergi luar negara seperti ini selama beberapa minggu terakhir. Hanya saja kali ini ia menemui Leanna sebelum pergi..
Leanna melihat Adelio yang berdiri di depan rumah makan Bu Saswo, Leanna pun segera menghampiri nya..
"hai.." sapa Leanna
"hai juga.." balas Adelio..
Leanna menautkan alis nya heran, biasa nya sejak dulu Adelio selalu pulang pergi dengan santai tanpa harus berpamitan seperti ini..
tiba-tiba Adelio meraih tangan Leanna dan memberikan kotak kecil ke telapak tangan Leanna..
"apa ini?" tanya Leanna..
"buka lah.." jawab Adelio
Leanna membuka nya dan melihat sebuah cincin berlian di dalam nya.., ia kaget melihat benda semahal ini di dalam genggaman nya..
Leanna menatap Adelio dengan raut mempertanyakan..
Adelio tersenyum dan berkata
__ADS_1
"tak perlu banyak basa basi lagi, kau sudah tau pasti bagaimana perasaan ku pada mu kan.." kata Adelio to the point..
"aku melamar mu.." lanjut Adelio tegas
Sepasang mata cantik Leanna menatap lurus Adelio, ia tak tau harus menjawab apa..
Adelio kembali berkata
"tidak perlu di jawab sekarang, aku buru-buru harus pergi..tunggu aku pulang kembali dan saat aku sudah kembali..aku ingin kan jawaban mu.." Adelio berfikir..ia tak bisa menunggu Leanna lebih lama lagi dan membiarkan semua nya berjalan seperti air mengalir seperti akhir-akhir ini..Adelio sudah tak bisa lagi, ia harus menjaga Leanna, ia harus memiliki Leanna seutuh nya..jika wanita ini belum bisa ia miliki maka ia tak bisa tenang.., bukankah bagaimanapun kehormatan Leanna sudah ia rampas? Walau pun Leanna berkata mereka sudah impas sepenuh nya tetap saja..lari dari tanggungjawab itu bukan gaya nya Adelio..apalagi ia sangat mencintai Leanna setulus hati nya..cinta yang teramat sangat besar melebihi cinta nya pada apapun jua
Leanna mendengar Adelio belum minta jawaban sekarang ia lega juga, karena jujur sampai detik ini Leanna juga masih kesulitan menghadapi pro dan kontra perasaan nya pada pria di depan nya ini..
"baik lah aku akan menyimpan cincin ini dulu" kata Leanna akhir nya
"oke.." senyum Adelio
"aku tunggu jawaban mu Lea.., kalau kau menerima ku maka kita akan langsung menikah tapi jika kau tetap menolakku...maka aku akan menjauh dan tak akan mengganggu mu lagi.." kata Adelio lembut dan perlahan.. sama seperti gerakan semilir angin saat ini
Leanna entah mengapa saat Adelio berkata begitu..ada seperti ketidakpuasan di hati nya..
Adelio menepuk pelan pucuk kepala Leanna..
"tapi jika suatu saat kau bilang kalau kau sudah siap menerima ku, maka aku akan datang lagi.." kekeh Adelio jahil
Leanna mendengar itu merasa terhibur dan sepintas tadi Leanna diam-diam tersenyum simpul.., tapi Adelio dapat melihat ekspresi menggemaskan Leanna sepintas barusan yang tersenyum simpul itu namun ia juga langsung pura-pura tak melihat nya
"kenapa kau sering sekali bolak balik luar negara?" tanya Leanna penasaran
tentu saja Leanna tau Adelio kesana bukan sekedar jalan-jalan apalagi bermain..tapi sudah pasti mengurus pekerjaan nya sebagai pewaris tunggal bisnis keluarga Sanders yang teramat melebar di seluruh penjuru. Namun jika di perhatikan ini sangat lah terlalu sering
"banyak yang harus ku urus..urusan perusahaan keluarga lalu perusahaan milik ku yang ada di luar negara, aku tidak bisa lepas tangan begitu saja.." jawab Adelio apa ada nya..
__ADS_1
"perusahaan mu?" tanya Leanna lagi meminta kejelasan.., selama ini memang banyak yang tau kalau Adelio tak hanya pewaris keluarga sendiri tapi juga pengusaha muda..tapi Leanna tentu tak tau itu, selama ini ia hanya menge-cap Adelio sebagak putera kaya yang suka bermain itu saja..jika mendengar Adelio berkata seperti tadi tentu saja Leanna penasaran..