
Walau tanpa Leanna menjawab nya tapi dari ekspersi Leanna saat Nyonya Bagaskara memastikan indentitas Leanna barusan, Nyonya Bagaskara langsung sangat yakin kalau sosok ini adalah Leanna..
"Leanna..tolong tante, tolong maafkan Cherry, tante tau ini sulit bagimu tapi tante mohon..Leanna..tante tau kau anak baik.." saat berkata seperti itu Nyonya Bagaskara yang terhormat ini sudah berlutut di hadapan Leanna dengan begitu sangat memprihatinkan
Leanna kaget, bagaimana pun ia tak nyaman jika ada orang yang lebih tua berlutut begini di hadapan nya..
"Nyonya.. jangan begini.." Leanna buru-buru memapah Nyonya Bagaskara untuk bangkit
Leanna melirik pada Adelio ,satu lirikan dari Leanna saja sudah dapat Adelio mengerti, Leanna ingin Adelio menarik gugatan nya tapi di sisi lain..Leanna juga merasa Cherry pantas menerima hukuman atas kejahatan nya.
"Leanna...tante hanya memohon agar kamu bisa membujuk Adelio, dalam hal ini tante yakin dia sangat mendengarkan mu, tante tetap akan berlutut di sini.." lirih Nyonya Bagaskara, Ia juga tau kalau meski harus meminta tolong pada Tuan dan Nyonya Sanders juga belum tentu bisa mengubah keadaan mengingat karakter Adelio yang Nyonya Bagaskara kenal selama ini.
"Nyonya..." Leanna kehabisan kata
"..baik lah..aku dan Adelio akan berdiskusi tentang hal ini.." kata Leanna akhir nya
Nyonya Bagaskara terlihat berbinar, air mata nya membanjir.
Leanna bisa saja keras hati, tapi pada sosok seorang ibu ia betul-betul tidak tega..
Setelah memapah nyonya Bagaskara untuk bangkit, Leanna melirik Adelio lagi..
Adelio akhir nya menghela nafas..
"baiklah..tante aku tak akan menghalangi mu untuk menjamin Cherry.." kata Adelio..
Nyonya Leanna langsung merasa hati nya senang tak terhingga..
"be...benar kah itu Adelio?" Nyonya Bagaskara meyakinkan pendengaran nya.
dalam hal ini Nyonya Bagaskara yang terhormat ini memang terlihat sangat memprihatinkan, ia mengesampingkan harga diri demi puteri nya Cherry yang terlampau manja itu.
"tapi ada syarat.." kata Adelio kemudian..
"a..apa syarat nya?" tanya Nyonya Bagaskara terbata..
"dia tetap harus menjalani hukuman selama di luar penjara, hukuman dari ku..tetap harus berjalan. nanti akan aku bicarakan pada paman.." Adelio menyebut kan nama Tuan Bagaskara..
Nyonya Bagaskara agak mencelos hati nya
__ADS_1
"hukuman nya berbahaya kah..?" tanya Nyonya Bagaskara hati-hati
"apakah aku ini termasuk orang yang sering dengan sengaja membahayakan dan mencelakakan orang lain.." Adelio balik bertanya dengan dingin..jelas sekali ini sindiran.justru Cherry puteri Nyonya Bagaskara lah yang punya sifat busuk seperti itu.
Leanna melirik profil samping Adelio yang tampak tak bersahabat menatap Nyonya Bagaskara. Leanna ngeri juga Adelio bisa berubah fikiran kapan saja saat mood nya memburuk..karena ia sendiri juga sudah pernah menerima kemarahan Adelio.
Nyonya Bagaskara juga tentu sudah mengenal watak Adelio, jadi ia buru-buru berkata..
"baik..baik..tante setuju, yah kau silahkan diskusikan saja dengan paman..." kata Nyonya Bagaskara takut Adelio berubah fikiran
"selama hukuman nya tidak melukai Cherry, tante akan setuju dan siap menerima nya.." Nyonya Bagaskara mengangguk mantap seraya menyeka airmata nya yang sudah hampir membasahi separuh wajah nya itu..
Leanna memang masih kesal kepada Cherry tapi jika Adelio berubah fikiran tak mau menarik gugatan maka ia juga kasihan pada Nyonya Bagaskara. namun melihat Adelio tak berubah fikiran..Leanna merasa lega.
Adelio membuka suara nya lagi..
"ke depan nya kalian berbuat baik lah pada Leanna.." titah Adelio datar namun terdengar seperti perintah yang menekan..
"..ya..tante berjanji. Ke depan nya bukan hanya Adelio yang menjaga Leanna, tante janji keluarga Bagaskara akan menjaga nya juga.." Nyonya Bagaskara berkata dengan sungguh-sungguh
"maafkan tante ya Leanna.. maaf tidak mengurus Cherry dengan baik hingga dia mencelakai mu.., nanti tak akan ada lagi orang lain yang Cherry celakai..tante akan bertanggungjawab merubah sikap Cherry" Nyonya Bagaskara memegang tangan Leanna..
Leanna canggung, Nyonya kaya ini dari tadi menyentuh nya dengan hangat, berprilaku ramah demi menyelamatkan puteri nya.
"ayo ku antar ke tempat kerja mu" ajak Adelio pada Leanna
Leanna mengangguk..
"permisi Nyonya.." angguk Leanna dengan sopan.
Nyonya Bagaskara mengiyakan hampir tak bersuara..,kemudian Nyonya Bagaskara hanya terus menatap sepasang anakmuda yang telah menjauh meninggalkan nya.
💚💚💚💚
setelah Adelio mengantar Leanna ke tempat kerja nya, Adelio segera kembali ke kediaman Sanders.
Nyonya Bagaskara seperti nya sudah pergi sejak tadi..
Adelio masuk ke kediaman Sanders dan melihat mommy nya yang sedang bersedekap dada di pertengahan anak tangga lantai dua, menatap ke bawah..menatap tepat ke arah nya.
__ADS_1
Adelio merasa apakah mommy nya akan marah?
Adelio tetap berdiri di tempat nya melihat mommy nya yang mulai turun menuju kearah nya.
"tadi Mommy sudah suruh orang jemput Leanna secara baik-baik, kenapa kamu malah bawa dia pergi lagi..?" tanya Sang Mommy dengan raut penasaran minta kejelasan
Adelio hanya diam seraya mengangkat alis..kemudian menjawab dengan enteng..
"aku hanya melindungi calon istri ku mom.." jawab nya
"melindungi? maksud kamu apa? melindungi dari mommy dan daddy mu? apakah kami berdua terlihat seperti orang jahat..?" mommy terlihat kesal kalu memukul pundak Adelio dengan keras..
Adelio yang tinggi besar terlihat konyol di pukuli berkali-kali oleh sang mommy yang hanya tinggi se dada nya Adelio itu
"mom..sakit mom..au..." Adelio berusaha menghindar..
"mommy kan sudah membawa Leanna kemari, lantas mau apa lagi..?" tanya Adelio seraya terus menggosok-gosok bahu dan pundak nya yang nyeri efek pukulan sang mommy yang bertubi-tubi barusan..
"mommy sama Daddy hanya ingin kenalan sama Leanna kok..kamu aja yang kebaperan banyakan nonton drama.." omel sang mommy pada putera tunggal kesayangan nya itu
Adelio menautkan alis bingung.., mengapa Mommy nya tak mempermasalahkan status Leanna..?
"mommy serius?" Adelio suprise
"iya.." jawab mommy santai
"apa mommy sudah tau kesemua nya tentang Leanna?" selidik Adelio lagi..
Sang mommy mengangguk mantap
"mommy tau? Lalu?" cecar Adelio penasaran,
"ya..gak masalah.." jawab sang mommy jujur
Mendengar jawaban sang mommy selama ini Adelio selalu merasa mommy nya adalah ibu peri namun kali ini level ibu peri nya sang mommy meningkat jadi berlevel-level..
"itu pilihan kamu..lalu apakah Leanna juga suka pada mu? atau..malah kamu yang ngejar-ngejar dia?" selidik mommy nya
Adelio merasa tertohok, raut wajah nya berubah..dan mommy nya langsung dapat membaca situasi, Adelio lah yang ternyata sibuk mengejar Leanna..
__ADS_1
"semangat ya.." ledek sang mommy seraya menepuk pelan bahu putera nya itu
Adelio kesal dan menepis tangan sang mommy, baru saja ia merasa mommy nya Ibu peri level dewa sekarang ia malah sudah di ledekin sang mommy lagi..