
mobil yang membawa Cherry berhenti di salah satu bangunan tepat nya seperti gudang besar, ini adalah kawasan milik Sanders juga.
Cherry bergidik, ia tahu betul gudang di depan nya ini adalah kedap suara. Cherry masih berusaha berontak saat ia di tarik para pria berbaju hitam ke dalam tapi nyali nya menciut saat melihat sosok yang berdiri di dalam gudang seraya menyesap vape di tangan nya itu..
ya..,sosok Adelio terlihat horor dengan pakaian hitam nya. di sisi nya ada tiga orang berpakaian serba hitam pula dengan tubuh tinggi besar seperti para pria yang menyeret Cherry saat ini.
Cherry mengibas tangan nya saat dua pria berpakaian hitam itu melepaskan dan mendorong nya ke tengah gudang tempat Adelio berada..
" Adelio...ini..ini salah faham.."Cherry buru-buru membela diri
Adelio tidak berekspresi, ia tidak menoleh hanya berkata..
"bukan kah kau juga tau untuk saat ini sudah percuma untuk membela diri" kata Adelio dingin.
Saat kalimat itu jatuh Cherry merasakan dingin di seluruh tulang nya, ia tentu tau betul kalau semua kebenaran sudah terungkap dengan nyata dan ia tak bisa lari lagi
"kau masih punya nyali untuk mengatakan kau tak bersalah? Bukan kah seharus nya tempat mu sekarang berada di dalam penjara bersama para preman bajingan dan pria busuk bernama Siyahant itu benar kan?" kata Adelio lagi seraya mengenakan sarung tangan kulit berwarna hitam di kedua tangan nya.
Cherry semakin membeku mendengar perkataan Adelio, di dalam penjara? Cherry benar-benar merasa ngeri..ia tak pernah membayangkan harus berakhir di tempat mirip neraka itu.
"aku..aku tidak mau masuk penjara, Adelio kamu maafkan aku, aku minta maaf.." kata Cherry buru-buru, ia tahu betul saat ini ia sedang berhadapan dengan siapa jadi tentu saja kekuasaan dan kekuatan keluarga Bagaskara sekarang ini sama sekali tak ada artinya.
"kau pasti tau bukan aku orang yang harus kau mintai maaf bukan?" sinis Adelio
Cherry tentu tau Adelio saat ini memaksud kan siapa? Adelio menyuruh nya meminta maaf kepada Leanna
Walau pun ada perasaan iri, geram dan sakit hati karena Adelio berada di pihak Leanna tapi dari pada diri nya yang terancam di bui, mau tidak mau Cherry berkata dengan cepat menyetujui nya..
"baik..baik, aku akan meminta maaf pada Leanna..katakan pada nya aku meminta maaf" kata Cherry dengan ketakutan
Adelio tersenyum samar dan sangat dingin
"minta maaf pada Leanna secara langsung.." titah Adelio dengan smirk tajam
__ADS_1
Cherry langsung menelan saliva dengan kesusahan...
apa? meminta maaf secara langsung kepada Leanna? aku seorang Cherry puteri dari keluarga Bagaskara meminta maaf pada si Leanna yang miskin itu..? Bercanda..!?
"kau keberatan?" suara Adelio membuyarkan fikiran Cherry..
"bagaimana mungkin?" gumam Cherry yang bisa di dengar oleh Adelio
"tentu saja...mungkin. Kau harus meminta maaf pada orang yang kau celakai, dan satu yang perlu kau ingat orang yang kau celakai adalah wanita ku.., kau di larang mengusik Leanna-ku, kecuali kalau kau mau mati..itu saja" kata Adelio datar
Cherry makin merasa bergidik juga bercampur iri dan sakit hati.
Ia menyukai Adelio begitu lama tapi tak pernah terbalas, malah yang lebih mengesalkan lagi Cherry harus kalah pada wanita yang belum lama di kenal Adelio dan wanita itu sama sekali tidak se-level dengan nya.
Adelio menghampiri Cherry..
"kau memang harus mempertanggungjawab kan perbuatan mu di bui, tapi kau juga punya urusan dengan ku..dan itu adalah dua hal yang berbeda" kata Adelio
Cherry berfikir sejenak dan memprotes nya
"..tapi kau otak dari semua nya.." potong Adelio
"mereka tak akan bergerak sendiri jika bukan kau yang membayar nya bukan,dasar perempuan licik dan tak tau diri" lanjut Adelio pedas seraya memandang Cherry sinis
Adelio mengeluarkan pisau lipat membuka mata pisau dan memainkan di hadapan Cherry..,dan tentu saja itu membuat Cheryy langsung merasa was-was.
"minta maaf secara langsung pada Leanna atau kau tau akibat nya" ancam Adelio datar
Belum sempat Cherry berfikir apa akibat nya, tau-tau mata pisau sudah bermain di depan wajah nya...membuat Cherry melotot ketakutan
"A-Adelio kau ma..u a-pa?" Cherry terbata seraya menatap mata pisau yang berkilau tepat di depan wajah nya, Adelio menempel kan mata pisau di pipi Cherry...
"dengan uang dan fasilitas keluarga yang kaya raya.. kau selalu memberikan perawatan yang terbaik pada wajah mu,, kau sangat menyayangi wajah ini kan?" kata Adelio dingin dan menyeram kan.
__ADS_1
Cherry dapat menangkap apa yang hendak Adelio lakukan pada nya sekarang.., Cherry sedikit mundur..tapi seperti nya tubuh besar preman ada di belakang dan sisi nya hingga ia merasa ruang gerak nya terbatas..tak bisa mundur lagi
"Adelio...a-apa maksud mu?" Cherry dapat merasakan keringat di punggung nya sendiri, bagaimana pun mana mungkin ia tidak ngeri melihat pisau yang saat ini menari-nari di depan wajah nya.., menempel di pipi nya menimbul kan rasa dingin dari mata pisau tersebut
"sedikit saja..satu goresan yang aku tinggalkan..maka itu akan sangat berkesan bukan?" seringai Adelio
Cherry mulai gemetar..sudah ia tebak Adelio ingin melukai wajah nya...
Ini tidak boleh terjadi, Cherry tak bisa membayangkan kalau harus memiliki wajah yang rusak, meskipun ia bisa dengan mudah melakukan operasi terbaik setelah nya tapi apa ia bisa jika saat itu sedang berada di dalam bui?
Sudah di dalam bui, di tambah wajah yang hancur..! Benar-benar neraka bagi Cherry
"bbb...ba-ik..aku akan meminta maaf" kata Cherry ketakutan..
"oh ya?" tanya Adelio sekali lagi meyakin kan
"a...aku akan meminta maaf pada Leanna" Cherry menegaskan dengan gemetar
"kurang keras..sekali lagi, aku tidak dengar" titah Adelio, padahal ia sudah mendengar nya tapi ia sengaja memainkan mental gadis jahat satu ini.
Cherry menarik nafas dengan tercekat, menahan rasa takut pada mata pisau yang masih terus menempel di wajah nya...
"a..aku akan meminta maaf pada Leanna.." kata Cherry lagi..,kali ini ia memaksakan agar suara nya keluar lebih tegas lagi tapi yang keluar malah suara ketakutan dengan nada yang bergetar...
"oke good girl.." kata Adelio menampilkan senyuman horor lalu menjauhkan mata pisau dari wajah Cherry, melipat nya kembali dan memberikan nya ke salah satu pengawal pria yang berkaca mata hitam di dekat nya..
"nanti kalian bawa dia menemui Leanna untuk meminta maaf.." titah Adelio pada salah satu pria yang menyeret Cherry..
"baik ketua.." angguk pria itu
"tapi sebelum nya..kalian boleh bermain-main dengan perempuan ini" kata Adelio dengan raut kejam..me-maksud kan Cherry.
tentu saja mata Cherry membulat sempurna, ia tentu tau maksud Adelio yang menyuruh para pengawal khusus nya ini bermain dengan nya !!
__ADS_1
Adelio menyuruh para pengawal ini melecehkan nya bukan..??? Cherry merespon cepat dan meminta tolong agar Adelio menarik ucapan nya tapi sosok Adelio sudah berbalik, dan belum sempat Cherry teriak telapak tangan besar salah satu pengawal sudah membekap mulut nya, dan para pengawal ini sudah menyeret nya ke sudut gudang...
Cherry berusaha berontak dan teriak tapi kekuatan nya tak sebanding.., Cherry mati-matian melawan namun sia-sia..!! saat ini posisi Cherry sama persis seperti posisi Leanna waktu itu..