OBSESS

OBSESS
OBSESS 20


__ADS_3

Adelio mendengar apa yang Siyahant katakan ia begitu marah bercampur cemburu.


Ia marah jika perkataan itu tidak benar artinya dalam hal ini Siyahant memfitnah, menjelekkan nama Leanna tapi Adelio juga ada keraguan, bagaimana ia bisa ragu tentang kepercayaan nya pada Leanna? pertama..ia memang baru mengenal Leanna dan pria bernama Siyahant ini jelas-jelas berkata kalau ia sudah lama mengenal Leanna..dan selanjut nya jika pria ini memang ingin memfitnah Leanna pun pria ini sama sekali tak punya tujuan mendasar..apalagi jelas-jelas beberapa lembar foto itu menunjukkan seberapa mesra nya antara pria bernama Siyahant ini dan Leanna.. Dan lagi Leanna juga adalah wanita yang bekerja di club malam sebagai dancer, sudah pasti banyak pria hidung belang yang menggoda nya dan meng-iming..imingkan nya dengan bayaran yang fantastis.


Adelio tak ingin percaya tapi mengapa semua bukti ini begitu sangat nyata..


Lalu siapa yang mengirim foto? mungkin kah maksud orang yang mengirimkan karena tak ingin Adelio juga ikut masuk perangkap Leanna? mungkin mereka tau Adelio tulus berbeda dengan para pria sepertu Siyahant ini yang jelas-jelas hanya bermain-main dengan naf5u belaka ya..hanya sekedar bersenang-senang semata.., tapi siapa kah orang nya?


Itu tidak penting, Adelio tak mau memikirkan siapa orang nya..ia tak punya waktu tapi saat ini perasaan Adelio lebih kepada terbakar..!


Tapi Adelio masih ragu dengan pria di depan nya ini.., kalau memang iya berarti Leanna benar-benar jahat kepada nya..Leanna tak pernah mau menerima diri nya yang jelas-jelas sebegini serius dan tulus nya, Leanna malah tak menghargai diri nya dengan menerima sentuhan dari para pria yang tak jelas sama sekali ini.


Siyahant berkata...


"apa wanita itu menipu mu?" tanya Siyahant memancing..


Adelio diam menahan amarah seraya meremat pegangan kursi kebesaran yang di duduki nya saat ini


"aku sarankan sebaik nya kau menjauh saja sebelum tertipu lebih jauh, dia hanya memanfaatkan para pria kaya demi uang.., kau pria kaya dan sukses, wanita itu tak layak untuk mu..dia terlalu kotor.." Siyahant berpura-pura memberi simpati dan saran untuk Adelio tapi entah mengapa yang Adelio rasa ini lebih mirip rentetan cibiran dan cemohan..


"aku tak butuh nasehat mu" sahut Adelio tajam..


Siyahant hanya balas mencebikkan mulut nya sendiri, menatap Adelio dengan tatapan licik.


"ya..ya aku mengerti..tak jarang cinta memang membuat orang menjadi buta" gumam Siyahant dan tentu nya itu bisa di dengar Adelio


"aku yakin kau masih belum percaya karena hanya aku satu di sini, baiklah aku akan mencoba menelepon salah satu teman ku yang juga sering kencan dengan Leanna" seraya berkata Siyahant merogoh ponsel nya di saku..


"jika kau kira aku bohong, maka aku akan dengan senang hati mengizinkan mu ikut mendengarkan pembicaraan nya.." Siyahant segera mendial salah satu rekan nya dan memencet tombol loudspeaker...

__ADS_1


terdengar gemirisik nada tunggu dan di dering berikut nya panggilan pun di angkat


"yoo..siyahant ada apa?" kata orang di seberang


"apa kau punya waktu malam ini kita minum? sudah seminggu lewat aku tak melihatmu" tawar Siyahant pada rekan nya di balik telepon itu


"lusa malam saja bagaimana? aku masih di luar kota.." jawab rekan nya


"ya baiklah.., kabari aku..kita ke club yang biasa saja" balas Siyahant


"oke, baiklah aku akan mentraktir mu" ujar rekan nya lagi


"baik..baik..kau pasti juga merindukan Leanna kan?" Kata Siyahant kemudian


"Leanna? ah wanita dancer itu..? Aku sudah agak malas dengan nya.., biarkan saja nanti dia sendiri yang akan mencari ku kalau dia sedang butuh uang" kata rekan Siyahant berkata dengan begitu lancar nya


"ya..dia memang sangat menggairahkan..aku akui itu, tapi wanita itu terlalu menjadikan diri nya budak uang, aku bosan" gelak rekan Siyahant di seberang


"ya..ya kau benar.." balas Siyahant terkekeh puas, seraya melirik Adelio...


Siyahant merasa skenario nya berjalan lancar, sebelum nya ia sudah tau pria berkuasa ini pasti mudah menemukan nya, jadi ia sudah siap siaga membayar beberapa teman nya yang butuh uang untuk melengkapi skenario permainan nya ..


teman-teman Siyahant adalah rata-rata penjudi,pemabuk jadi orang-orang yang gila judi seperti mereka pasti akan tergiur dengan uang walau pun tak seberapa. mereka akan mau saja di ajak berbohong seperti ini yang bagi mereka tentu saja itu hal termudah untuk mendapat uang untuk berjudi lagi atau sekedar menutupi hutang.


Siyahant yang merasa ekspresi wajah Adelio semakin mengerikan, ia pun langsung siap memutuskan sambungan telepon..bagi nya ini sudah cukup untuk membuat panas Adelio.


"oke sudah dulu kalau begitu" kata Siyahant pada rekan nya


"ya baiklah..aku akan kabari kau nanti" ujar rekan nya itu

__ADS_1


"baik.." jawab Siyahant seraya menutup panggilan..klik! panggilan telepon pun berakhir.


jika sudah begini bagaimana mungkin Adelio ragu, semua sudah jelas..ia mendengar sendiri pembicaraan dua bajingan ini.


Siyahant menoleh dan mendapati Adelio yang tampak muram..


"kau dengar sendiri kan? maaf topik pembicaraan kami terlalu jauh.." Siyahant pura-pura menyesal.


Adelio menatap Siyahant dengan emosi tapi ia berusaha menahan diri nya, Adelio merasa sangat kesal karena bagaimana pun ternyata para pria brengsek ini sudah menjamah Leanna gadis yang sangat ia cintai setulus hati...


Siyahant mulai mendial kontak lain lagi di ponsel nya..


"kau jangan marah pada ku saja bro.., aku di sini cuma kebetulan yang tertangkap kamera dalam foto itu, sebetul nyateman kencan Leanna itu bukan cuma aku saja" seringai Siyahant masih dengan gaya yang cengengesan ala diri nya


tak lama sebuah panggilan kembali tersambung dan Siyahant langsung me-loudspeaker ponsel nya..dan terdengar lah sapaan


"ada apa sobat..?" balas orang di seberang


"kalau kau ada waktu aku ingin mengajak mu bermain bersama Leanna" kata Siyahant langsung ke inti nya


"Leanna..ah si bi-nal itu..aku sangat menantikan nya tapi aku sedang tidak ada uang untuk bersenang-senang" kata orang tersebut


"tenang saja, aku yang akan membayar mu..yang penting kita bisa senang-senang" ujar Siyahant meyakin kan


"baiklah jika kata mu seperti itu maka aku ikut saja kapan pun kau mau ajak aku pergi" sahut orang itu yang tak lain teman Siyahant juga.


"oke" Siyahant pun mematikan panggilan nya..


Wajah Adelio semakin terlihat tak baik-baik saja, ia segera memanggil Zico dan Nofa untuk menyeret pria bernama Siyahant ini pergi sebelum ia kalap dan membunuh nya...

__ADS_1


__ADS_2