OBSESS

OBSESS
OBSESS 7


__ADS_3

"aku harus siap-siap.." jawab Leanna cepat, ia sama sekali tidak mau menatap Adelio


"belum..masih lama..masih ada waktu menemani ku di sini.." kata Adelio datar seraya melirik arloji mahal milik nya.


Adelio tentu tadi nya baru saja tau dari Devid pukul berapa Leanna mulai performance jadi di sini Leanna tidak bisa beralasan lagi.


akhir nya Leanna mau tidak mau kembali duduk, ia memang ingin menghindar tapi ia juga tidak terbiasa bohong...


Awal nya Leanna yang tadi duduk bersebrangan dengan Adelio, sekarang ia malah harus duduk berdekatan bersisian begini.


Adelio senang Leanna duduk kembali...


Ia menatap nya, menatap profil samping gadis ini dengan sangat lama dan mendalam..


beberapa menit berlalu dua orang hanya diam. Leanna tidak melakukan apa pun hanya duduk dengan posisi tegak dan dengan raut gelisah. Bagaimana tidak? pria bernama Adelio ini dengan posisi duduk yang menguasai...dan pria ini juga terus menatap nya dengan sangat intens..


"mengapa tak membalas pesan ku?" interogasi Adelio perlahan..


Deg..Leanna tidak tau harus menjawab apa, yang jelas ia memang sangat takut dan tidak nyaman di dekati para pria kaya, apa lagi pria kaya dengan aura mendominasi seperti Adelio ini.


"mengapa tak menjawab panggilan telepon ku?" cecar Adelio lagi dengan suara berat nya yang khas, sangat magnetis sekali.


Leanna hanya diam tanpa menjawab...


Sepersekian detik tak ada jawaban...hingga dua menit lama nya..


Leanna tiba-tiba bersuara...


"apa mau mu, Tuan Adelio? apa yang kau inginkan" tanya Leanna lirih


"kamu" jawab Adelio langsung tanpa basa basi.


Hati Leanna langsung tak karuan, pria ini to the point sekali, jawaban nya jelas terdengar sangat begitu menakutkan...


Setelah jawaban Adelio sama sekali tidak ada sahutan lagi dari Leanna...


Leanna kalut dalam pemikiran nya.


Adelio melihat jari jemari putih, ramping dan lembut Leanna yang terus saling meremas satu sama lain dengan gugup. Adelio dapat menangkap ketidaknyamanan gadis ini.

__ADS_1


"apa aku salah bicara?" tanya Adelio lagi dengan lembut


Leanna tak menjawab..


"Leanna..." lirih Adelio...


"Look at me.." lanjut nya setengah berbisik..


"jangan katakan lagi hal itu..." balas Leanna dengan tetap menunduk tanpa menoleh, ia memaksud kan Adelio yang berkata to the point saat berkata menginginkan diri nya dengan begitu tegas.


Meski hanya gadis miskin namun tetap saja ia bukan lah barang...mengapa Adelio menjawab semau nya???


"salah ku di mana?" tanya Adelio pelan


"kau bertanya apa yang aku ingin kan? Apa salah nya ku jawab jujur..kalau yang ku inginkan adalah kamu..." kata Adelio menegaskan namun masih tetap dengan suara lembut nya yang menawan.


Leanna menggeleng cepat


"tidak bisa..." jawab Leanna


"bisa.." balas Adelio


"..ya mungkin.." jawab Adelio meng-iyakan


"bisa kah kau jauhi saja aku, tolong jangan buat aku menjadi target mainan anda, bisakah cari orang lain saja..." Leanna seperti bernegoisasi


"tidak bisa.." balas Adelio, ya karena ia sama sekali tak berfikiran Leanna target mainan nya..bagi nya Leanna adalah calon pengantin nya...


Ingin rasa nya Adelio mengutarakan secara langsung kalau ia ingin menikah saja dengan Leanna, tapi ia tak mau terburu-buru...ia harus pendekatan dulu agar gadis ini tak takut pada nya...


Tak ada yang bicara ,dua orang diam saja...


Hanya Adelio terus menatap Leanna dalam dan terus dengan posisi duduk nya yang menguasai dengan begitu sangat protektif pada Leanna.


Bahkan ini hampir setengah jam berlalu..


Adelio melirik arloji nya lagi..


"sana..pergi siap-siap.." kata Adelio memecahkan keheningan antara mereka berdua

__ADS_1


Leanna tersadar dari fikiran nya yang sempat melanglangbuana sejak tadi.


"..a-apa?" Leanna tiba-tiba saja tidak fokus


"kau harus siap performance kan?" kata Adelio lagi mengingat kan...


"..i- iya.." Leanna buru-buru tersadar dan menjawab dengan cepat


Saat Leanna akan bangkit, Adelio menahan tangan nya lagi..


secara naluriah ia merapikan rambut panjang Leanna di bagian telinga..


"semangat ya.." kata nya lembut


entah kenapa Leanna terbuai sesaat tapi ia buru-buru menyadarkan diri dan segera bangkit lalu begegas pergi meninggalkan Adelio sendiri.


Adelio menatap tubuh mungil dan padat berisi itu melangkah meninggalkan nya, kalau saja ia menuruti ambisi nya sudah ia peluk dan c!-um gadis bernama Leanna yang sudah mengganggu otak,hati dan konsentrasi nya belakangan ini.


Selama performance berlangsung, Leanna agak tak nyaman melihat ke arah Adelio berada. Saat ini Adelio sudah pindah tempat duduk tepat nya di set kursi nomor bagian belakang tempat Devid dan yang lain nya berada. Di saat Devid,Keisya dan lainnya bersenang-senang, Adelio malah menyendiri di arah belakang mereka


Walau lampu kafe sedikit redup namun sosok Adelio di ujung sana yang sendirian tampak memukau dan bercahaya.


Leanna terus menepis apa yang masuk ke setiap celah hati nya, ia tak akan membiarkan itu berlanjut.


Suara Leanna memang sangat manis, cocok dengan orang nya. Jadi jika Leanna sudah menyanyikan bait demi bait lagu maka suara nya akan membuat suasana kafe terkesan lebih romantis..


Adelio, Devid dan yang lain nya pulang sebelum Leanna selesai performance. Adelio sadar betul kalau Leanna kurang nyaman dengan kehadiran nya...tapi mau bagaimana lagi? di saat Leanna tak nyaman pada nya justru ia sendiri malah merasa tak nyaman jika tak melihat Leanna..jelas sekali itu kebalikan nya.


dengan karakter tak tertandingi seperti Adelio harus nya jika ia tak bisa menarik Leanna maka ia akan menekan nya tapi..seperti nya ini akan berbanding terbalik lagi


Jika ia tak bisa menarik nya ia tak akan menekan nya, ia ingin terus menarik wanita ini hingga sampai masuk ke dalam wilayah nya dan mengunci rapat-rapat pintu keluar setelah nya.


Ia ingin Leanna datang kepada nya tanpa paksaan meski ia juga harus usaha dan berjuang mendapatkan nya...


Adelio Fengying Sanders sangat benci penolakan, tapi jika yang melakukan nya adalah Leanna maka dia bisa apa? ia hanya punya dua pilihan..yaitu menanjakan nya atau memaksa nya?


Adelio juga tak mengerti, baru kali ini ia begini..! ia sejak dulu adalah sosok tangguh, bahkan kedua orangtua nya pun tak bisa mengggeser keputusan dan kemauan nya tapi sekarang semua itu tudak berlaku untuk gadis ini.


Meski yang terlihat secara raga adalah Adelio yang terus ingin menguasai Leanna tapi pada kenyataannnya seluruh jiwa milik Adelio itu sudah ada dalam genggaman Leanna, tanpa di sadari.

__ADS_1


__ADS_2