
"apa yang coba kau tanyakan?" walau bertanya begini Devid mulai mengerti arah pembicaraan sahabat nya ini, pasti semua menyangkut tentang Leanna, iya kan?
Adelio mengapa semenjak pertemuan dengan Leanna hari itu ia benar-benar berubah menjadi berbeda, sedikit sensitif dan insecure dengan kesempurnaan yang sudah ia miliki sejak dulu, ia sekarang merasa kesempurnaan nya ini bukan lah apa-apa jika Leanna belum juga melihat nya.
Istilah kata nya apa arti itu semua jika Leanna masih mengabaikan nya...
Melihat Adelio diam seperti kefikiran,Devid mencari cara
"kau mau aku coba pertemukan berdua saja dengan nya?" tanya Devid
"apa kau bisa?" Adelio sanksi
"fifti-fifti .." jawab Devid apa ada nya, karena ia juga sangat sadar sepenuh nya kalau Leanna itu orang nya sangat sulit..
"aku tidak janji bisa membuat kau bertemu langsung, tapi aku bisa membuat mu bertemu sekarang..setidak nya aku masih tau jadwal kerja nya malam ini.. Kau punya waktu untuk berbicara sebentar pada nya" ujar Devid
Adelio langsung mengerti kalau Devid ingin membawa nya ke kafe tempat Leanna bekerja. Ia sudah lama memikirkan untuk datang kesana hanya saja sebelum nya ia fikir itu bisa mengganggu kerjaan Leanna. Adelio mengira dan beranggapan hal itu bisa mengganggu fokus kerja Leanna, namun jika Devid berkata demikian mungkin anggapan nya bisa saja salah. Kalau sudah merasa ngebet begini toh tak ada salah nya ikut cara Devid sementara.
Adelio sangat pintar dan berkarakter namun saat berhadapan dengan Leanna baru-baru ini ia menjadi merasa jadi sedikit bodoh...sulit mengendalikan diri dan tak bisa ambil sikap. Entah mengapa sosok Leanna membuat nya serba salah.
Tanpa menunggu lagi mereka segera bareng-bareng menuju kafe tempat Leanna bekerja. Sumpah demi apa pun Adelio merasa dugun-dugun sepanjang perjalanan...
Sementara itu Leanna dan Keisya sudah sedari tadi merapat di kafe, suasana sudah agak sedikit gelap karena sore sudah akan berangsur menuju malam..
Karena tidak bisa jalan bareng, malam ini keisya berencana menunggui Leanna hingga selesai kerja..dan mereka bisa pulang bersama-sama setelah nya.
Sambil menunggu waktu kerja, Leanna duduk menemani Leanna di sebuah kursi di sudut ruangan dekat jendela kafe yang menghadap ke arah jalan raya. nampak lampu kota sudah mulai menyala,indah sekali.
Beberapa saat ketika Leanna dan Keisya sedang asik mengobrol, gerombolan Adelio datang dan merapat kan moge mereka di parkiran kafe.
Tak lama pria-pria masuk ke pintu utama kafe.., Leanna melirik jam tangan nya...ini masih terlalu sore dan gerombolan ini sudah menyerbu masuk seperti nya malam ini akan lebih ramai. Leanna belum menyadari kalau yang datang adalah Adelio dan teman-teman nya.
Devid tersenyum di kejauhan arah pintu masuk, barulah Leanna sadar dan detik berikut nya iris mata Leanna dengan cepat menangkap sosok tampan dan menawan di sana, Adelio
__ADS_1
Para pria ini berjalan ke arah Leanna dan Keisya yang sedang duduk...
"hai, Lea..kei.." sapa Devid ramah seperti gaya khas nya yang biasa, sangat ramah dan sopan
"hai..Dev.." balas Leanna dan Keisya hampir bersamaan.
mata Leanna dan mata tajam Adelio bertemu sesaat lalu Leanna buru-buru mengalihkan tatapan agar tidak keterusan bersibobrok mata dengan Adelio. ia tak mau dan tidak bisa ! Itu terlalu berbahaya...
setelah james dan beberapa teman lain nya itu juga berdiri di dekat Leanna dan Keisya yang sedang duduk..Devid segera berkata.
"ayo kita pesan menu, kelihatan nya ini tongkrongan yang asik" kata Devid agar suasana tidak tegang karena ia dapat menangkap gelagat Adelio dan Leanna ini seketika sama-sama membatu. Keisya juga menyadari nya...
"yok, cari tempat.." james segera mengajak teman-teman lain nya itu dan mereka pun segera melangkah ke arah yang berbeda.. Ke arah kursi yang lebih depan mengarah ke daerah podium khusus untuk para singers dan pemain musik cafe atau untuk pembawa acara lain nya.
Sekarang di tempat Leanna dan Keisya duduk masih tinggal Devid dan Adelio yang berdiri.
"hei ayo kalian duduk lah..." tawar Keisya..
"kami boleh di sini?" tanya Devid
"tentu saja" jawab Keisya..
Saat Devid duduk, Adelio juga menarik kursi dan duduk.. tubuh jangkung dan proporsional itu terlihat memikat di antara orang-orang di sekitar, Leanna berusaha untuk tak menatap nya.
Devid mulai beraksi, ini demi sahabat nya agar bisa punya waktu berdua dengan Leanna sebelum gadis ini harus performance
"kei..bagaimana kalau kami mentraktir mu?" tawar Devid
"benar kah, aku sangat senang" jawab Keisya
"kalau begitu ayo bergabung dengan kami di meja sana.." Devid menunjuk ke tempat james dan teman lain nya yang terlihat mulai bersantai seraya memesan makanan dan minuman atau sekedar camilan ringan lain nya.
Keisya mulai sadar situasi, ia sangat mengerti..seperti nya Devid ingin membiarkan Adelio dan Leanna berdua saja. Keisya juga sudah tau sejak awal kalau Adelio ini memang suka sama Leanna.
__ADS_1
Bagi Keisya..mengapa tidak? tentu saja ini hal yang bagus. Seorang pria muda dengan masa depan yang cerah mendekati sahabat nya tentu saja ini hal yang bagus bukan? Ia akan senantiasa mendukung nya.
Seorang gadis yang di dekati oleh seorang Adelio itu sama saja seperti seorang gadis beruntung yang di kejar oleh pangeran yang turun dari langit. Ini hal yang bagus untuk Leanna, batin Keisya senang.
Leanna menjadi cinderella? mengapa tidak?
"baik lah, tentu aku akan menerima traktiran nya dengan senang hati" Keisya segera bangkit dari kursi bersiap menuju meja tempat lokasi teman-teman Devid berada.
"Leanna..aku kesitu dulu ya.." pamit Keisya
Leanna hanya bisa mengangguk samar..
"oke..mari" kata Devid pada Keisya dan ia pun segera ikut bangkit dengan sumringah..
Devid dan Keisya berjalan menjauh dari Leanna dan Adelio..
Terlihat Keisya mulai berbaur dengan Devid dan teman-teman..
Leanna terdiam di kursi nya..begitu juga dengan Adelio...
"Lea.." Adelio buka suara
tapi Leanna buru-buru bangkit dan berkata
"aku harus siap-siap dulu, sebentar lagi harus performance" kata Leanna seraya siap-siap melangkah pergi namun Adelio segera mencekal tangan nya.
Adelio masih di posisi duduk, dan kelihatan nya ia tetap bisa menahan Leanna dengan mudah yang mana posisi nya Leanna sudah berdiri..
Kisaran tinggi tubuh mereka terlalu jauh, yang pria 187 an yang wanita 150an..jadi saat Adelio duduk begini saja tak akan kesusahan menahan Leanna, bahkan jika Adelio mau bersikap gila.. ia bisa saja langsung menarik tubuh Leanna ke atas pangkuan nya sekarang.
Leanna melirik pergelangan nya yang di pegang oleh tangan besar dan kokoh milik Adelio..
"mau kemana..?" tanya Adelio lembut..
__ADS_1