
Keesokan hari nya Adelio menulis pesan kepada Leanna, namun Leanna mengabaikan nya. gadis ini lebih nyaman berkutat dengan pekerjaan demi pekerjaan nya.., ia tak ada sedikit pun minat untuk membalas pesan dari Adelio.
Saat Adelio menjumpai nya, Leanna lebih banyak menghindar..
Lagi-lagi Adelio mengirimkan pesan menanyakan apakah Leanna ada waktu? Karena Adelio ingin meminta waktu berdua sebentar saja..akhir nya Leanna membalas dengan singkat
"tidak, aku sibuk" itu..ya hanya itu yang Leanna tulis. Seperti nya di sini Adelio benar-benar seakan mengemis cinta dari seorang gadis di mana diri nya justru selalu di mintai gadis-gadis yang kerapkali tak pernah ia pedulikan.
Akhir nya malam itu saat Leanna baru saja pulang kerja, gadis itu baru saja berganti piyama tidur tau-tau di depan suara ketukan pintu.
Seperti nya Adelio tak tahan lagi, ia datang malam-malam menemui Leanna.
Leanna kaget melihat sosok jangkung Adelio sudah berdiri di depan teras rumah nya.
Leanna membuka pintu perlahan ia takut ibu nya terbangun. Harus nya ia tak mau peduli Adelio datang tapi suara ketukan pintu terus-terusan tentu akan mengganggu sang Ibu
"mau apa kau?" Leanna menampakkan wajah garang saat sudah berdiri di depan Adelio
raut tegas Adelio hanya bisa menatap Leanna dengan pasrah saat ini, mengapa gadis ini tak juga mau mengerti kalau ia rindu. Ia sudah terlalu banyak mengalah, menyingkirkan ego saat sedang berhadapan dengan Leanna...khusus Leanna. Karena jika itu berhadapan dengan orang lain sudah tentu Adelio adalah sosok yang tak akan pernah terkalah kan.
"kelakuan mu bisa membangun kan ibu ku" marah Leanna
"hanya ini cara ku menemui mu, kau terus menghindari aku Leanna.." ujar Adelio
"seharus nya saat seseorang menghindar, kau ikut menjauh juga" Leanna berkata tanpa perasaan. Sebetul nya ia tak mau juga menyakiti perasaan oranglain dengan kata-kata nya seperti sekarang ini. tapi ia hanya merasa tak nyaman dengan ulah Adelio yang terus mendekati nya seperti ini.
Bagaimana pun Adelio itu tampan,sangat berkekuasaan,dan selalu baik pada nya.. jika ini berkelanjutan Leanna takut kalau nanti nya ia malah terjerumus dalam pesona Adelio. Apapun itu alasan nya Leanna ini masihlah gadis normal, tak mungkin ia tak terpikat pada Adelio jika terus di beginikan.
Jika sudah terjerumus dan ia terlena, tiba-tiba Adelio bosan dan melupakan nya lalu meninggalkan nya begitu saja...apakah kejadian sejarah ibu nya dulu akan kembali terulang di hidup nya. apakah begitu? tentu saja Leanna tidak mau kalau itu sampai terjadi.
__ADS_1
"mengapa kau berkata begitu?" Adelio nampak sedih, berarti benar Leanna ini memang sengaja menghindari nya dengan tanpa perasaan
"menjauhlah, jangan dekati kau. Plis..." Leanna pun memohon..
Adelio melihat nya sedih sekali, sebegini terganggu kah Leanna pada nya? Padahal ia sudah melakukan yang terbaik agar Leanna melihat kesungguhan hati nya..
Pupil mata Adelio menyusut..kecewa dan sedih.
Adelio mungkin tak tau alasan Leanna sampai sebegini nya tak mau terlibat dengan para pria-pria kaya.
"Leanna..apa kau tak mengerti apa yang sudah aku lakukan..? Kita sudah sama dewasa bukan?" kata Adelio perlahan
Ya tentu saja Leanna tau.., namun gadis ini hanya diam seribu bahasa
"aku mencintai mu Leanna..sangat mencintai mu.." Adelio tanpa alang-alang mengatakan nya.
Bukan sekali ini seorang pria mengungkap kan perasaan pada Leanna namun baru kali ini Leanna merasa hati nya bergetar..tapi Leanna berusaha melawan nya..
"aku mengabaikan mu, karena aku tidak menyukai mu..." kata Leanna lugas
Adelio mengerutkan alis nya
"kenapa kau sangat kejam, padahal aku sangat berharap kalau kau bersedia menikah dengan ku..aku serius" ujar Adelio...mata tajam nya terlihat sedih..dan terluka.
"tidak" balas Leanna..ia tak percaya dengan yang Adelio katakan. menikah apa nya? memang nya ini cerita cinderella? memang nya ini negeri dongeng? jelas sekali pria ini hanya mempermainkan nya..! Memang nya keluarga kaya mana yang mau menerima ia dan ibu nya yang miskin ini? jelas sekali yang Adelio ujar kan saat ini hanyalah sebuah lelucon belaka
Leanna menatap Adelio sinis
"kau tidak mencintai ku, kau tidak mau menikah dengan ku..kau hanya sedang bersemangat mempermainkan ku, kalian para orang kaya hanya lah senang bermain dengan gadis miskin seperti kami" tuding Leanna
__ADS_1
Adelio kesal sekali, betapa picik nya pemikiran Leanna pada nya? Ia tak seperti itu...ia tulus pada Leanna.
Apa gerangan yang membuat gadis satu ini berfikiran seperti itu?
"aku mencintai mu dan itulah kenyataan nya" balas Adelio, ia tak suka Leanna menuduh perasaan nya yang tulus dengan tuduhan yang tidak-tidak
"pergilah, ini sudah malam. Aku harus bekerja besok pagi-pagi" kata Leanna..ia mengusir Adelio
Adelio menggeleng pelan..
"kenapa hati mu begitu keras.." lirih nya pada Leanna..
Leanna menghela nafas..
"aku tak ada waktu untuk membahas nya, jika hati ku keras ya sudah kau tak perlu mengomentari nya..jika kau tak puas hati kau cukup jauhi aku" kata Leanna lagi-lagi tanpa perasaan.
Adelio merasa gadis ini begitu kejam, mengapa Leanna begitu kejam..
Ini adalah perasaan tulus seorang Adelio, bagaimana Leanna bisa menyuruh menjauhi gadis yang sudah Adelio klaim sebagai pelabuhan terakhir nya?
Adelio menatap wajah cantik gadis di depan nya dengan dalam.., ia merasa ada satu hal yang membuat Leanna seperti ini. tapi apa?
"baik lah..aku pergi.." kata Adelio..
Ia hanya merasa tak ingin ribut terlalu lama di sini dan tak ada titik temu nya. Nanti istirahat ibu Leanna benar-benar terganggu..
Adelio pergi tapi bukan untuk berhenti mencintai Leanna, ia hanya ingin mengalah saat ini, seperti yang kita tahu ia tak bisa menekan Leanna terlalu kuat..ia terlalu sayang hingga berusaha menepiskan ego agar gadis ini tetap merasa nyaman. entah sampai kapan Adelio sanggup menahan ego di saat nanti cinta nya semakin membuncah.
Adelio berbalik dan melangkah pergi, sosok tampan itu nampak menyimpan luka.
__ADS_1
Leanna saat melihat punggung Adelio yang semakin menjauh entah mengapa hati nya seperti di serang ribuan rayap dan tawon secara bersamaan... tapi ia berusaha menetralkan nya karena hanya ini cara agar sejarah ibu nya tak terulang lagi pada diri nya...