
Ibu Leanna cukup kaget juga kedatangan sepasang tamu yang kelihatan jelas sekali kalau mereka adalah pasangan suami istri dari keluarga kaya. Ibu Leanna sama sekali tak mengenal mereka, hanya saja ibu ini canggung karena tamu-tamu kaya itu harus duduk di sofa nya yang usang, ibu Leanna takut kalau kursi usang itu bisa mengotori pakaian tamu nya. Namun nyata nya tamu-tamu ini terlihat ramah dan tidak mempermasalahkan itu, mereka adalah Tuan Bagaskara dan Nyonya Bagaskara.
Saat Leanna sampai di rumah bersama Adelio, Leanna sangat kaget dengan tamu yang sedang duduk di kursi usang mereka. Leanna memang tak mengenali Tuan Bagaskara tapi ia tentu sudah pernah bertemu Nyonya Bagaskara beberapa hari sebelum nya jadi tentu saja Leanna mengenal mama nya Cherry ini.
Seakan mengerti raut Leanna, Adelio berkata lembut di sisi nya..
"mereka..kedua orangtua Cherry.." lirih Adelio
Leanna kurang mengerti, bukan kah tadi Adelio bilang kalau sahabat Ayah nya yang datang mengapa malah jadi kedua orangtua Cherry? Jangan bilang kalau sahabat ayah nya ternyata adalah papa nya Cherry..tuan Bagaskara ini..
Leanna mengangguk sopan menyapa Tuan Bagaskara dan Nyonya Bagaskara, dan dua orang itu membalas tersenyum tulus...
Saat Tuan Bagaskara melihat Leanna secara langsung begini, ia langsung yakin ini memang puteri sahabat nya..bagaimana pun gadis bernama Leanna ini memiliki sorot mata yang mirip dengan Sahabat nya..si pria pewaris keluarga Chuang itu..
Leanna mengambil tempat pada sofa yang masih kosong, Adelio mengambil tempat di sebelah Leanna..
Untung nya Ibu Leanna sudah tau sejak awal perkara penganiayaan Leanna, setelah beberapa hari kejadian dan Leanna sembuh total, Adelio datang sendiri dan meminta maaf karena tidak berkata jujur perihal yang menimpa Leanna waktu itu. Saat itu walau awal nya ibu Leanna ini terkejut tapi ia bisa memahami para anak muda ini mengkhawatirkan kesehatan nya.
Jadi saat tadi Tuan Bagaskara dan Nyonya Bagaskara datang dan langsung meminta maaf perihal Cherry puteri mereka yang sudah menganiaya Leanna, ibu nya Leanna sudah tidak tekejut lagi.., ia dengan lapang dada memaklumi nya dengan tulus.
__ADS_1
"Leanna.." sapa Nyonya Bagaskara tersenyum pada Leanna
"Nyonya.." balas Leanna sopan dan balas tersenyum juga
Setelah beberapa orang ini masing-masing berbasa-basi sejanak, Tuan Bagaskara pun membuka pembicaraan nya
"maaf aku baru bisa menemukan kalian di sini.." lirih Tuan Bagaskara.
Nyonya Bagaskara juga berkata kalau ia dan Tuan Bagaskara sudah berusaha mencari keberadaan Ibu Leanna ini..
Tuan Bagaskara bercerita perihal sahabat nya marga si Chuang itu..
Hubungan itu di tentang bahkan keluarga besar mereka mengancam akan melenyap kan ibu Leanna apabila ayah Leanna masih tetap ingin berhubungan, yang pada kenyataan nya Ayah Leanna juga sudah di jodohkan dengan gadis yang dari kalangan sepadan juga.
Keluarga Chuang sama sekali tidak pernah main-main dengan ucapan nya, jadi ayah Leanna memilih meninggalkan ibu Leanna dan ayah Leanna akhir nya menikahi gadis pilihan keluarga besar nya tersebut
Ayah Leanna setelah meninggalkan ibu Leanna, memutuskan hubungan cinta dan hilang tanpa kabar, ia cukup tersiksa.. Hanya Tuan Bagaskara lah tempat ia berkeluh kesah
hingga memasuki tiga bulan pernikahan nya dengan sang gadis pilihan, huru hara rumah tangga mulai terjadi...,sama sekali tidak ada cinta di sana.., hubungan suami istri terus tidak baik hingga kedua belah pihak keluarga mulai bersinggungan dan tumbuh konflik..akhir nya hubungan tak bertahan lama mereka akhir nya bercerai dengan membawa pemicu perpecahan antara keluarga Chuang dan pihak si istri.
__ADS_1
Setelah itu ayah Leanna mulai mencari keberadaan Ibu Leanna tapi ia kehilangan jejak nya..,semua kontak yang berhubungan seperti raib tak bersisa..bahkan kedua orangtua ibu Leanna bilang pada Ayah Leanna kalau ibu Leanna sudah mati. hingga akhir nya ayah Leanna jatuh sakit dan hidup dalam rasa bersalah meninggalkan kekasih nya dalam keadaan yang sedang hamil sendirian, meninggalkan kekasih nya bersama janji manis yang ternyata semua nya hanyalah ke-palsuan belaka saja...
Setelah satu dua tahun berlalu ayah Leanna pun meninggal dunia dengan membawa rasa sesal dan hutang janji yang belum terbayar pada ibu Leanna.., ia bahkan menyia-nyiakan jabang bayi yang sedang di kandung ibu Leanna.
ia hanya berpesan ketika sekarat, untuk agar Tuan Bagaskara menemukan ibu dan anak itu..karena hati kecil nya berkata kekasih nya dan anak nya masih hidup di suatu tempat..
"kemana saja kalian..?aku mencari kalian dengan sangat putus asa.." kata Tuan Bagaskara sedih..ia merasa ini tak masuk akal mengapa harus begitu sulit menemukan ibu dan anak ini..
Ibu Leanna mendengar kekasih nya telah pergi lebih dulu, ia tentu saja merasa sedih.., bagaimana pun cinta nya pada Ayah Leanna tak pernah berubah dan tak pernah terganti hingga hari ini, pria bangsawan Chuang itu masih tetap melekat di hati nya hingga saat ini..
Leanna hanya bisa termangu dan diam.. Ia mendengar cerita ini merasa kepala nya pusing dan mau mual.., mengapa kisah cinta ibu dan ayah nya harus se-memprihatin kan itu?
Adelio menatap profil samping Leanna yang seperti ini ada keinginan ingin memeluk nya dan mengatakan kalau semua nya akan baik-baik saja, Adelio ingin sekali untuk selalu menjadi tempat Leanna bersandar saat Leanna sedang sedih begini..
ibu Leanna akhir nya menjawab dengan suara yang lemah...
"saat ia tanpa kabar..menghilang dan mengatakan tak bisa bersama ku lagi, sejak itu aku merasa hidup ku tak punya kekuatan lagi..aku membawa bayi di dalam perut ku pergi jauh karena kedua orangtua ku tak lagi menerima ku..mereka marah.., aku bahkan tak bertemu mereka hingga mereka tiada.., mereka membenci ku hingga akhir. aku tinggal merantau di pulau lain berusaha hidup sendiri,bertahan dari keras nya dunia.." cerita ibu Leanna
"yah bisa di bilang aku kembali ke kota ini setelah Leanna berumur hampir enam tahun dan ia mulai masuk sekolah dasar..aku datang ke gang yang dulu nya sepi ini dan mencicil sepetak rumah sederhana ini" lanjut Ibu Leanna lagi
__ADS_1
Tuan Bagaskara tercengang..pantas saja ia begitu kesulitan mencari nya..