OBSESS

OBSESS
OBSESS 37


__ADS_3

Pagi hari nya Leanna terbangun, ia merasa kan tubuh nya sakit semua...memandang sekeliling hanya warna putih ruangan saja yang tertangkap iris nya...Leanna dengan cepat dapat menyadari kalau sekarang ia masih berada di dalam ruangan pasien.


Walau tadi malam tak sadar kan diri, tapi dalam kesadaran nya yang masih satu persen samar-samar Leanna cukup ingat siapa yang sudah membawa dan menolong nya.


Dada hangat pria itu, aroma tubuh dan harum khas parfume pria brand ternama..siapa lagi pemilik nya kalau bukan Adelio?


Dada hangat Adelio yang mendekap nya kuat tadi malam masih sama dengan rasa saat malam tragis kala itu ketika Adelio merenggut kesucian nya dengan paksa. Ya..benar masih sangat sama dengan malam itu.., malam di mana saat pria bernama Adelio itu memperko5a nya.


Namun tadi malam Leanna dapat merasakan debaran keras jantung Adelio..ketakutan pria itu pada sesuatu entah karena apa, seperti seseorang yang benar-benar panik.


ya,benar sekali tadi malam Adelio memang sangat takut, Adelio takut jika sampai Leanna kenapa-kenapa..sebelum nya saja Adelio sudah takut jika sampai ia terlambat dan para preman gila itu benar-benar keburu menyentuh Leanna dan untung nya saja tidak., ia datang tepat waktu. Dan Leanna bisa terselamat kan


tapi keadaan Leanna yang terlihat sudah sangat lemah tak sadarkan diri saat tadi malam itu sudah lebih cukup membuat Adelio merasa kan ketar-ketir..ia benar-benar takut kehilangan Leanna..Sungguh!!


dalam lubuk hati nya, Leanna sadar ia masih sangat benci dan teramat sangat kecewa pada sosok Adelio tapi ia tak bisa memungkiri saat ia terancam seperti tadi malam hanya Adelio lah yang ada dalam fikiran nya. Leanna juga tak dapat memungkiri rasa aman di saat pria bernama Adelio itu mendekap nya. Leanna merasa seperti nya pria bernama Adelio ini lah tempat ternyaman nya.., terdengar aneh memang tapi bagaimana pun ini lah kenyataan nya.


Saat Leanna masih sibuk dalam fikiran nya dalam keadaan masih terbaring menahan nyeri di seluruh tubuh nya seseorang perawat cantik masuk menemui nya..


"hai Nona, sukur lah anda sudah siuman" kata nya menyapa ramah dan tulus


Leanna berusaha tersenyum namun wajah nya masih terasa agak-agak sakit untuk di gerak kan

__ADS_1


"sebentar lagi dokter Nike akan datang memeriksa anda.." kata sang perawat lagi


Leanna seperti berusaha bangkit namun agak rada-rada sulit, perawat itu pun langsung cepat tanggap untuk membantu nya.


Leanna sudah bersandar di kepala ranjang di bantu perawat yang men-setting posisi tempat tidur nya agar dengan otomatis terangkat.


Setelah merasa posisi Leanna nyaman, Perawat menghentikan aktivitas nya...


"terimakasih.." Leanna meringis menahan nyeri pipi nya..yang masih terasa nyeri-nyeri sedikit itu. Perawat balas dengan tersenyum ramah


"anda mau makan sekarang? Saya akan bantu ambilkan..agar setelah itu anda bisa minum obat nyeri nona" kata Perawat cantik bertubuh langsing dan tinggi itu


"ya boleh, ambilkan saja..saya akan makan sendiri" ujar Leanna pelan dan dengan nada yang juga sangat ramah


"Nona..Leanna.., benar? nama anda benar Leanna kan?" perawat meyakin kan siapa tahu ia salah, Leanna mengangguk pelan meng-iyakan


"Nona Leanna, saya katakan bahwa anda sangat beruntung sekali, ketua begitu mengkhawatirkan anda..seperti nya anda adalah wanita yang paling ia sayangi di seluruh dunia ini" goda sang perawat pada Leanna


Mendengar itu hampir saja Leanna tersedak bubur yang baru akan diri nya telan.., sudah pasti ketua yang Perawat ini maksud kan adalah Adelio ya kan? memang nya siapa lagi? dari tadi Leanna melihat hampir seluruh barang perabotan di dalam ruangan kamar rawat inap ini ada tulisan sanders di tiap titik, dan sampai ke satu set alat makan yang Leanna pakai saat ini itu ada nama Sanders nya. Leanna tentu tau dan dapat menebak nya kalau ini pasti klinik khusus milik keluarga Sanders...


Leanna buru-buru menelan air minum di gelas dalam nampan di hadapan nya, ia merasa agak tak nyaman dengan perkataan perawat cantik ini barusan..seakan-akan diri nya adalah pacar nya Adelio padahal nyata nya bukan sama sekali, kelihatan nya si perawat cantik ini sudah salah faham pada nya.

__ADS_1


Perawat itu berkata lagi dengan sopan


"kami ini sudah lama mengabdi pada keluarga Sanders, jadi sangat tau tingkah polah Tuan muda satu-satu nya itu, anda wanita pertama yang di bawa nya bahkan ke klinik pribadi ini. tapi hal yang wajar jika ketua sangat suka dan tergila-gila pada anda..jujur saja anda sangat cantik Nona.." kata perawat ini setengah berbisik, Leanna meneliti nama perawat ini di kartu identitas pakaian nya... "Shizu" nama yang manis.., pantas saja perawat ini orang nya manis suka memuji dan pandai menyenangkan hati orang lain seperti sekarang ini.


"aku bukan siapa-siapa nya.." jawab Leanna berusaha tersenyum walau pipi nya agak nyeri.


"anda terlalu merendah..." balas perawat yang bernama Shizu ini. Ia tak percaya kalau Leanna bukan siapa-siapa Adelio..tadi malam seluruh penghuni klinik begitu faham sebagaimana hancur nya ketua mereka membawa wanita ini yang terlihat babak belur.., sesama orang dewasa sudah pasti bisa menebak apa posisi wanita ini bagi ketua mereka. iya kan?


perawat Shizu mulai menyiap kan beberapa butir obat pereda memar dan nyeri untuk Leanna..


"aku yakin yang anda sukai dari Ketua Adelio adalah ketampanan, kebaikan dan ke-anggunan nya., kalau kekayaan nya itu hanya bonus bagi anda, karena yang aku lihat anda bukan perempuan matre kan? anda ini sosok seorang pekerja keras" perawat bernama Shizu ini terdengar blak-blakan sampai Leanna merasa tak konsentrasi lagi menyuapkan bubur ke mulut nya sendiri. kenapa ada perawat se-asik ini...? batin Leanna merasa lucu.


"Nona..ketua kami sangat macho kan? Anda berdua sangat serasi..." perawat itu tersenyum genit..


akhir nya Leanna tak kuasa menahan tawa, ia tertawa juga walau singkat..karena bagaimana pun pipi nya masih terasa kaku dan nyeri


"ini obat anda..aku masih ada pekerjaan, nanti Dokter Nike akan memeriksa anda.." kata perawat Shizu menyerahkan piring obat ke nampan makanan di hadapan Leanna..


"terimakasih...perawat Shizu.." Leanna berusaha bicara dengan pipi kaku nya


"sama-sama...Nona" balas Perawat Shizu manis

__ADS_1


Ia pun segera minta diri..tersenyum ramah dan segera keluar meninggalkan Leanna yang masih merasa lucu dengan kelakuan perawat yang bernama Shizu itu..


__ADS_2