
Kurang lebih setengah jam berlalu Adelio larut dalam kelinglungan nya, ia seperti orang bodoh yang merasa melakukan kesalahan paling besar di dunia ini.., ia sudah membuat sosok yang paling ia sayang terluka sangat dalam.
bagaimana bisa? Ia begitu tega melakukan nya? Lelaki macam apa diri nya? Itulah kenapa Adelio sebetul nya tidak begitu suka dengan minuman keras jika bukan karena rasa kecewa nya malam ini pada Leanna..tapi apa? Jelas-jelas ia telah salah sangka pada Leanna..tapi ia malah sudah terlanjur menyakiti Leanna..!!
Adelio tersadar dari ke-linglungan nya ia pun buru-buru bangkit mengambil pakaian yang terlihat dan mengenakan nya terburu-buru lalu buru-buru juga meraih jaket kulit nya dan mengenakan nya sembari berjalan menuruni anak tangga.
tanpa memikir kan apa pun lagi, Adelio mengambil kontak motor gede nya dan segera menuju parkiran lalu melesat keluar dari gerbang.
Security melihat majikan nya kembali pergi, mereka langsung menebak pasti telah terjadi pertikaian antara pasangan kekasih, wanita cantik yang tadi itu pastilah pacar nya Tuan muda Adelio ini karena jika wanita bayaran tidak lah mungkin..seingat mereka sang majikan tak pernah punya riwayat membawa-bawa wanita bayaran kemari, karakter Adelio Fengying Sanders ini memang terlalu elegant dan ideal. cerita nya malam ini para security jadi nya main tebak-tebak buah manggis gara-gara Adelio dan Leanna..
Adelio mencari Leanna di beberapa pemberhentian angkutan umum tapi Leanna tidak ada..kelihatan nya sang wanita sudah lebih dulu keburu naik ke angkutan umum sebelum Adelio sampai.
akhir nya Adelio memutuskan untuk menyusul ke rumah Leanna..membawa moge nya dengan kecepatan tinggi..
Sesampai di gang rumah Leanna Adelio merendahkan gas moge nya dan masuk ke dalam gang. Ia menghentikan moge nya di bawah sebuah pohon di antara gelap nya malam, dari sini ia bisa melihat bagian depan rumah Leanna dari jarak beberapa meter.
Adelio gelisah, ia bingung apakah Leanna masih di luar sana atau sudah sampai di rumah..?
dalam kegelisahan nya tiba-tiba di arah masuk gang sosok yang di tunggu nya muncul, Leanna terlihat berjalan gontai dan perlahan.
__ADS_1
dari arah Leanna berada tentu tidak bisa melihat Adelio yang berada di bawah pohon yang agak jauh dari sisi jalan, tapi dari arah Adelio bisa dengan jelas melihat Leanna karena lampu di sisi jalan setapak tersebut cukup menerangi area jalanan setapak di malam hari seperti ini..
Leanna terlihat melangkah lesu dan muram, dan Leanna...menangis !?? luar biasa, ia bisa menahan itu selama di rumah Adelio tadi setelah Adelio merenggut kehormatan nya, ia menahan nya sampai di titik ini, Leanna baru menangis saat sedang sendiri seperti ini..?
Adelio terus menatap nya dari kegelapan. hati Adelio tak sanggup, ia ingin sekali berlari ke arah Leanna..memeluk nya dan menggendong nya..menghapus airmata nya, membasuh luka nya..menarik nya membawa nya ke altar pernikahan agar tak ada lagi kesedihan Leanna di hari-hari selanjut nya.
tapi seperti nya ini hanya dalam angan Adelio saja, bukti nya Leanna sama sekali tak pernah merasa bahagia jika bersama nya. Adelio makin kesini makin sadar kalau Leanna tak pernah mau menoleh pada nya apalagi sampai mencintai nya. lihat saja...sudah di renggut kehormatan nya begini pun oleh Adelio namun Leanna tetap saja gigih tak mau meminta pertanggungjawaban Adelio sedikit pun..
Leanna memang menyedihkan tapi jika di fikirkan untuk urusan percintaan ini Adelio juga lebih menyedihkan.., yang miskin adalah Leanna tapi yang jadi pengemis justru adalah Adelio.
melihat sosok Leanna yang sudah masuk ke rumah dan mengunci pintu, Adelio barulah merasa tenang dan lega..
💚💚💚💚
Dua hari berlalu semenjak kejadian hari itu..Leanna nampak tetap bekerja seperti hari-hari biasa nya hanya saja rona wajah nya terlihat agak sedikit lesu. dan itu terlihat bagi orang yang sudah mengenal bagaimana Leanna biasa nya..
Saat hari berikut nya Keisya datang bertamu sekalian menjenguk ibu Leanna, Keisya juga merasa bingung..ada apa dengan Leanna yang begitu jelas kentara terlihat lesu dan tidak bersemangat seperti hari-hari sebelum nya.
tapi Keisya tidak bisa berbuat banyak, karena saat Keisya menanyakan pada Leanna jawaban nya tetap sama...
__ADS_1
"jangan kuatir, aku tidak apa-apa"
Padahal Keisya sangat menyayangi nya, wajar saja jika Keisya kuatir..Leanna sudah ia anggap saudara nya..bagaimana mungkin Keisya tak merasa kuatir melihat saudara nya terlihat lesu dan tidak bersemangat sama sekali...ini jelas sekali bukan Leanna yang ia kenal.
"kamu kalau lagi sakit jangan di biarin Lea..,kalau ada masalah..cerita.." Keisya menatap Leanna dengan tatapan prihatin
"aku baik-baik saja Kei.." jawab Leanna berusaha terus tersenyum demi Keisya agar tak terlalu kuatir seperti ini tapi Keisya tau itu senyum palsu, ia bersama Leanna bukan satu dua hari tapi mereka sudah sering bersama sejak masih bocah...bagaimana mungkin Leanna bisa menipu nya. Keisya menebak pasti Ada sesuatu yang terjadi hanya saja ia tak tau itu apa?
Keisya mengenal Leanna, ia bukan lah tipikal orang yang terlalu stres memikirkan rumit nya permasalahan hidup, Leanna sudah terbiasa di hempas dan di gerogoti oleh kesusahan sejak kecil, jadi Leanna ini sangat lah kuat. tapi jika ada sesuatu hal yang membuat Leanna menjadi terlihat tak bersemangat seperti sekarang ini, sudah bisa Keisya simpulkan kalau permasalahan yang Leanna hadapi sekarang sangat berat dan mampu mengurasa seluruh emosi dan kejiwaan seorang Leanna...
beberapa hari berselang ibu Leanna juga sempat menanyakan Adelio, ibu Leanna memang setelah mengenal Adelio ia sering sekali menanyakan kabar Adelio. bukan apa-apa karena ibu Leanna melihat Adelio itu anak nya tulus.
Ibu nya Leanna ini dengan ayah Leanna pun ia tak pernah membenci nya hingga kini, ia selalu beranggapan kalau ia yang di tinggal saat hamil itu pasti ada alasan nya, ia sangat mengenal lelaki yang ia cintai, ayah kandung Leanna tersebut. kebencian Leanna pada sang ayah bukan karena ibu nya yang meminta tapi Leanna sendiri lah yang mengambil kesimpulan dan bersikap sendiri.
Ibu nya Leanna bahkan selalu mengatakan pada Leanna kalau ayah nya mungkin punya alasan, kita tak berhak menghakimi di saat kita tak tau kebenaran, kata sang ibu berkali-kali menekan kan..tapi tetap saja bagi Leanna diari lama yang dulu tak sengaja ia baca tidak lah mungkin bohong, di situ jelas sekali tertuang betapa sedih dan hancur ibu nya saat sang kekasih pergi saat ia sendiri tengah mengandung...
di sini ibu nya bukan ingin Leanna keganjenan menggaet pria kaya tapi ibu nya memang benar-benar merasa melihat ada nya ketulusan yang besar dan perlindungan dari sosok Adelio pada Leanna.
tapi saat Leanna di tanyai mengenai Adelio oleh sang ibu, Leanna hanya tersenyum hambar..dan saat itu juga kebetulan ada Keisya yang singgah sebentar untuk mengantar masakan dari ibu Keisya untuk Leanna dan ibu nya.
__ADS_1
Saat Keisya melihat respon senyuman aneh di wajah Leanna, Keisya lagi-lagi menebak kalau permasalahan ini ada sangkut paut nya dengan Adelio. Ini adalah permasalahan antara Leanna dan Adelio si pria tampan dan kaya itu, tapi ada apa gerangan..? Apa yang sudah terjadi pada dua orang ini..?