OBSESS

OBSESS
OBSESS 16


__ADS_3

Saat mata mereka berdua beradu, Leanna gugup dan terdiam..ia tak tahu harus bicara apa selanjut nya..


"katakan saja.." lirih Adelio mencoba mencairkan kecanggungan antara mereka berdua.


Adelio juga tahu Leanna ini merasa tak nyaman..


sepersekian detik Leanna menggagu


"anu mak-sud ku tentang...hadiah itu.." Leanna mencoba bicara


"Leanna.." Adelio memotong nya dengan lembut


"uhm.." Leanna kaget dan hanya bergumam..


Adelio menatap nya sendu dan penuh arti yang mendalam..


"terima saja.." kata Adelio


"a-apa?" Leana salah tingkah


"tentang hadiah itu, terima saja.." Adelio menjelaskan lebih detil agar Leanna mengerti


Leanna diam tak tau harus menjawab apa..


"Leanna..jangan terlalu jahat pada ku" kata Adelio lirih namun penuh penekanan..


"aku mencintai mu..tapi kau tak pernah mau membalas perasaan ku. hanya dengan cara ini aku lakukan agar aku bisa merasa senang.., aku hanya mencoba memperhatikan ibu mu...seperti kau memperhatikan ibu mu.." ujar Adelio pelan


Leanna menelan saliva nya dengan susah payah..ia tak tau sejak kapan ia jadi panas dingin begini berada di samping Adelio.


"Leanna..kau menolak ketulusan perasaan ku saja sudah cukup menyakiti ku, apa iya kau juga mau melarangku perhatian pada ibu mu? Ibu itu adalah ibu kandung dari gadis yang aku cintai.." lanjut Adelio tulus.


dan entah kenapa saat kalimat demi kalimat ini keluar dari bibir sen-sual milik Adelio Leanna merasa terhipnotis begitu saja.


"sudah lah...aku tak meminta mu membayar nya kembali jadi untuk apa kau terbebani, kau terima saja. bukan kah tujuan hidup mu membahagiakan ibu mu? Bukan kah sekarang ibu mu merasa tersanjung dengan semua hadiah itu, jadi tak ada yang harus kau persoal kan.." saat Adelio menutup pembicaraan nya, Leanna hanya mengangguk perlahan seakan dia ikut saja mau nya Adelio.

__ADS_1


Ya tuhan sejak kapan aku menjadi begini? Batin Leanna..


Setelah itu suasana hanya diam dari waktu ke waktu..hingga sampai di kediaman Leanna.


Gadis ini bersiap turun..., tapi Adelio juga ikut membuka sabuk pengaman milik nya


"aku akan mengantar mu" kata Adelio, karena dari yang kita tahu rumah Leanna masih harus masuk berjalan kaki beberapa meter lagi ke dalam sana karena mobil tak bisa masuk


"tidak aku bisa sendiri" Leanna lagi-lagi menolak halus..


"jangan..ini sudah malam" Adelio memperingatkan Leanna


"di sini cukup aman, tak perlu khawatir" kata Leanna..


Adelio tetap turun dan mengikuti Leanna yang pada akhir nya terlihat pasrah saja ikut mau nya Adelio.


Di dalam mobil Devid tersenyum puas dalam diam,,, harus nya begini kan? Batin nya.


Devid benar-benar tidak senang melihat dua orang ini larut dalam kecanggungan yang tak berarti silih berganti akhir-akhir ini.


beberapa menit kemudian Adelio dan Leanna sampai di depan rumah Leanna


"aku pulang dulu, selamat malam.." senyum Adelio samar namun sangat memikat hati


"..ya se-lamat malam.. terimakasih" balas Leanna


Adelio berbalik pergi..


Saat Leanna melihat punggung Adelio yang semakin menjauh..Leanna bertanya-tanya kemana pergi nya ribuan tawon dan rayap yang sering menyerang hati nya saat menatap punggung Adelio yang pergi menjauh..!?


Sekarang tawon dan rayap itu menghilang..!?


Leanna pun beranggapan karena saat ini mereka berdua tidak ada pertikaian seperti yang sudah-sudah...


Begini lebih baik, berteman lebih baik. Seperti hal nya ia dan Devid.

__ADS_1


Leanna masuk ke dalam rumah dan mengunci nya dari dalam lalu mengecek ibu nya di kamar sang ibu yang ternyata sudah tertidur pulas...


Leanna kemudian membasuh wajah nya di kamar mandi lalu setelah selesai ia segera masuk ke kamar nya..


entah kenapa otak nya menjadi kepikiran Adelio.., kalau di turut kan Adelio itu sebetul nya ganteng bahkan sangat teramat ganteng. Ia betul-betul bagai sosok pangeran...lebih tepat nya raja, Raja yang begitu berkuasa. seorang penguasa yang tiada tandingan nya.


Kalau saja di turutkan lagi secara normal Leanna tentu sudah tergoda sejak awal, Leanna sudah pasti terpikat pada pria ini.


memang nya siapa yang tak tergoda dan tak terpikat pada sosok se perfect Adelio Fengying Sanders ini? Ia terlalu memukau.


Leanna terus-terusan berusaha membuang fikiran nya, Leanna terus menekan kan kalau ia tak akan pernah jatuh hati pada sosok Adelio..mereka akan cukup jadi kenalan saja..titik !! Sebatas itu saja tidak lebih..!!


Hingga pukul dua pagi Leanna belum juga bisa memejam kan mata nya, padahal besok pagi-pagi ia harus pergi bekerja di toko.


Leanna kesulitan tidur, malam ini otak dan hati nya berperang..ia tak ingin terpikat pada Adelio tapi apa ini kenapa pertemuan kali ini membuat nya nervous parah pada Adelio..persis seperti gadis belia yang sedang di landa cinta pertama.


Tidak..ini tidak boleh terjadi!! Leanna memejam kan mata nya dengan paksa..ia betul-betul kesulitan, wajah milik Adelio terus terpampang di pelupuk mata nya, Leanna betul-betul kesusahan mengenyahkan nya..ada apa ini???


Ia tak boleh mengulang sejarah ibu nya, tidak boleh!!! Semua pria kaya itu sama saja...! tekan Leanna di hati nya


ya meski Leanna makin menyadari kemungkinan terbesar sosok Adelio berbeda dengan ayah kandung nya yang tak tau diri dan egois itu tapi Leanna tetap berusaha melawan hati nya. Ia tak mau tertipu...ia takut Adelio yang sekarang adalah tipuan, seperti tipuan yang di lakukan ayah nya ada sang ibu di masa lalu.


❤️❤️❤️❤️❤️


Sejak hari itu dari minggu ke minggu pun berlalu, hubungan Adelio dan Leanna nampak baik-baik saja.


Adelio juga tidak pernah mengungkit dan memaksa soal perasaan nya lagi. Sampai detik ini Adelio masih tak sampai hati memaksa Leanna, rasa sayang nya pada gadis ini terlalu berlebihan. Hingga membuat nya lebih banyak mengetepikan arogansi dan ego yang di miliki nya selama ini.


Mereka layak nya teman biasa tidak ada yang spesial..


Adelio tak jarang mengantar Leanna bersama Devid pulang,saat mereka kebetulan main ke club atau ke kafe tempat Leanna bekerja.


Adelio juga tetap memperhatikan ibu Leanna, memberikan obat dan vitamin yang baik..


Leanna juga semakin aneh, ia yang dulu nya memang selalu merasa terganggu saat ada pria hidung belang yang coba menggoda nya makin kesini ia juga makin tak suka berdekatan dengan pria mana pun..apalagi jika ia teringat pertengkaran nya dengan Adelio malam itu..saat Adelio bilang akan membunuh pria mana pun yang menyentuh Leanna..

__ADS_1


Leanna seakan mengikuti arahan Adelio, ia pun tak mengerti ia juga merasa makin tak nyaman dengan pria mana pun dan harus ia akui saat sosok Adelio muncul di sekitar nya rasa aman dan nyaman itu barulah ada...


__ADS_2